
Di suatu pagi di salah satu perusahaan, terdengar suara pemberitahuan yang berasal dari sebuah pengeras suara. "Perhatian kepada seluruh pegawai diharap berkumpul di aula, ditunggu dalam waktu 10 menit tanpa terkecuali, terimakasih."
Seketika itu pula para pegawai langsung menghentikan semua aktivitas dan segera pergi menuju ke aula seperti yang telah diperintahkan, setelah semua pegawai berkumpul dan menunggu beberapa saat, akhirnya sang direktur datang ke aula. Kemudian suasana hening sejenak.
"Selamat pagi semua" sapa sang direktur melalui sebuah microphone yang telah disediakan. " Pada pagi ini saya akan memberikan sebuah pengumuman penting". Sang direktur menghela nafas sejenak sebelum melanjutkan ucapannya. "Sebenarnya saya juga merasa berat untuk menyampaikan ini, tapi apa boleh buat, saya harus tetap melakukannya." sebelum sang direktur melanjutkan dia menarik nafas terlebih dahulu untuk menetralkan perasaannya.
"Seperti yang kita semua ketahui bahwa kondisi dan situasi perusahaan saat ini sedang tidak menentu, karena itu dengan berat hati kami memutuskan untuk melakukan pengurangan pegawai di setiap divisi, karena jika kami tidak mengambil keputusan tersebut dikhawatirkan akan terjadi penurunan nilai saham yang berimbas pada terjadinya PHK besar-besaran. Kami tidak menginginkan hal itu terjadi, sebisa mungkin kami mengusahakan agar perusahaan tetap berjalan dan berharap kondisi perusahaan dapat kembali stabil dan kalian yang terkena pengurangan dapat bekerja di perusahaan ini lagi. Semoga kalian bisa memahami keputusan kami, dan untuk mengetahui siapa saja yang masuk dalam daftar pengurangan pegawai, kalian dapat melihat di dinding informasi dan itu berlaku mulai bulan depan. Saya rasa itu saja yang ingin saya sampaikan dan saya mewakili pihak perusahaan mohon maaf, saya ucapkan terima kasih dan selamat pagi."
Sesaat setelah itu, semua pegawai berhamburan keluar aula kemudian melangkahkan kakinya dengan gontai dan dengan perasaan yang tak karuan menuju dinding informasi. Tidak terkecuali dengan CHINTIYA RAHMAN seorang pegawai dari divisi pemasaran yang mengelola bagian gudang.
Setelah sampai di dinding informasi, Chintiya tidak langsung melihat pemberitahuan itu, dia diam sejenak dan menarik nafas panjang sambil terus berdoa dan berfikir positif, dia percaya dia tidak akan masuk dalam daftar tersebut. Karena dia merasa yakin selama dia bekerja disini 5 tahun, kinerjanya bisa dibilang bagus dan jarang sekali mendapatkan komplen atau teguran dari atasan. Tapi tetap saja hatinya merasa tak karuan.
Setelah hampir 5 menit dia berfikir dan berdiri akhirnya dia memberanikan diri untuk melihat pemberitahuan tersebut, dan saat itulah kakinya terasa lemas, karena ternyata dia adalah salah satu dari mereka.
"Ternyata gue salah satu dari mereka, jadi sekarang gue harus cari pekerjaan lagi dan mulai dari awal lagi, ah menyebalkan." batinnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
2 bulan sudah terlewati dari sejak dia berhenti bekerja, dan Chintiya masih belum mendapatkan pekerjaan yang baru.
"Ini sudah dua bulan, tapi gue masih belum dapat pekerjaan lagi, dan juga simpanan semakin menipis. Padahal gue udah mengirimkan lamaran di berbagai perusahaan tapi belum ada satupun yang merespon. Ahhh pusing gue, lebih baik keluar dulu biar pikiran tenang ".
Sambil Chintiya berjalan kaki menuju ke sebuah kafe untuk membeli minuman, dia berjalan dengan menundukkan kepala sambil terus berfikir, dan ketika itu dia melihat ada sebuah koran yang bertuliskan LOWONGAN PEKERJAAN, sontak saja dia langsung mengambil dan melihat tanggal lowongan itu. disitu tertulis dicari pegawai untuk RENS CORP.
Chintiya membaca dengan seksama lowongan tersebut. "Ini baru 2 hari, gw mau melamar kesini, tapi kenapa tidak ditulis syaratnya, agak aneh ya. Tapi inikan perusahaan besar tidak mungkin berbuat yang aneh-aneh. Kalau begitu gw kesana besok."
Karena terlalu serius membaca koran tadi, hingga dia menabrak seseorang.
__ADS_1
"Aww bokongku" Dia terjatuh dengan posisi duduk, kemudian dia berdiri sambil mengelus bokongnya dan mengibaskan celananya yang agak sedikit kotor. Chintiya mendongakan kepalanya dan dia melihat ada 2 orang laki-laki yang menatap ke arahnya, Chintiya mengamati kedua orang itu.
"Oh pak saya minta maaf, saya tidak sengaja menabrak bapak. Tadi saya terlalu serius membaca". ucap Chintiya memohon maaf. Tapi orang yang berada tepat dihadapannya tidak berkata apa-apa hanya menatapnya saja, namun orang yang ada disebelahnya berkata.
"Tidak apa-apa, apa anda ada yang terluka, kami juga minta maaf".
"Tidak ada, hanya celanaku saja yang kotor, emmm kalau begitu saya permisi dulu sekali lagi saya minta maaf." ujar Chintiya dan ketika akan beranjak pergi laki-laki yang dari tadi hanya diam itu berkata.
"TUNGGU"
Pria itu menatap Chintiya untuk beberapa saat dan kemudian dia hanya mengedipkan sebelah matanya sambil berlalu pergi.
"Ehh.... Kenapa dia?, dasar aneh." gumam Chintiya.
Keesokan harinya, Chintiya bangun pagi sekali karena dia berniat untuk melamar pekerjaan yang ada di koran kemarin. Dia sudah menyiapkan semua perlengkapan yang dibutuhkan dan tidak lupa dia juga sarapan pagi agar dia dapat berkonsentrasi menghadapi interview hari ini. Dengan langkah pasti dia segera berangkat ke perusahaan tersebut.
Setelah ±40 menit menggunakan angkutan umum akhirnya Chintiya sampai di RENS CORP. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kecantikan dan kesehatan.
Dia langsung menuju receptionis untuk menanyakan tempat pendaftaran karyawan baru.
"Selamat pagi, saya mau bertanya dimana letak pendaftaran karyawan baru?"
"Oh, mbak naik saja ke lantai dua nanti di ujung lorong ada aula, mbak tunggu saja disana bersama pelamar yang lain"
"Ok, terimakasih."
Sesampainya di aula tersebut, ternyata sudah ada 10 orang pelamar lain yang sudah datang sebelumnya, Chintiya langsung berhambur bersama pelamar lain, sambil menunggu interview dimulai mereka saling berkenalan satu sama lain dan akhirnya Chintiya mendapat seorang teman yang menurutnya sangat cocok dengannya, dan akhirnya mereka menjadi sahabat, dia bernama RENA HALIM.
__ADS_1
"Oh iya ren ngomong-ngomong interview dimulai jam berapa ya?" tanya Chintiya.
"Tadi sih menurut penjelasan resepsionis interview dimulai jam 9.30." jawab Rena.
kemudian Cynthia melihat jam yang dipakai di pergelangan tangannya, waktu menunjukkan pukul 9.15.
Di tengah asik pembicaraan antara Rena dan Cynthia tiba-tiba ada 3 orang masuk ke dalam aula, ya mereka adalah bagian HRD untuk penerimaan karyawan baru.
"Selamat pagi semua, di mohon syarat-syaratnya dikumpulkan di atas meja. kami akan melihat dulu CV kalian dan kemudian kami akan memanggil satu-persatu untuk tes dan interview." ucap salah satu dari pihak HRD tersebut.
Setelah menjalani beberapa tes dan juga interview dengan bagian HRD, terpilihlah 5 orang yang akan melakukan seleksi tahap berikutnya yang dilakukan keesokan harinya.
Dari kelima orang itu Rena dan Cynthia terpilih untuk melakukan seleksi tahap berikutnya esok hari.
"Baiklah untuk tes hari ini sampai sini dulu, dan untuk yang belum lulus seleksi pada kali ini kami mohon maaf siapa tahu kalian bisa melakukan seleksi di waktu lain, dan untuk yang terpilih besok datang kembali untuk seleksi berikutnya dan interview langsung dengan CEO dari perusahaan ini. Interview akan dimulai pukul 9.30 di mohon jangan ada yang terlambat dan kami mohon kerjasamanya, erima kasih."
"Gue senang banget akhirnya kita bisa lolos, semoga saja kita terpilih ya dan kita bersama-sama bekerja di sini." ucap Chintiya.
"Iya Chin gue juga berharap begitu, kalau begitu gue pamit pulang dulu ya, sampai ketemu besok dan jangan lupa jangan sampai telat oke."
"Oh ya gue boleh minta nomor ponsel lu nggak?" ucap Chintiya.
Kemudian mereka saling bertukar nomor handphone dan mereka berpisah kembali ke rumah masing-masing.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
oh ya para readers sekalian. perkenalkan aku author baru yang menerbitkan karya recehan ini, jadi mohon maaf kalau masih banyak typo di karyaku ini.
__ADS_1
mohon dukungannya ya jangan lupa like dan votenya ya terima kasih.