Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S3 - Chapter 16


__ADS_3

Mora terbangun dari tidurnya dan merasakan ruang geraknya yang terasa sempit, juga disertai dengan adanya sebuah tangan yang melingkar posesif di atas perutnya.


Dia baru tersadar kalau semalam dia menginap di apartemen Xander, itu terjadi karena mereka yang terlalu fokus berbicara dan membahas tentang rencana mereka juga mengenai aunty kesayangannya Serena.


Tak terasa mereka bicara hingga pukul 1 dini hari, awalnya Mora bertekad untuk pulang, namun Xander bersikeras melarang. Dia khawatir akan keselamatan Mora yang menolak diantar olehnya dan waktu yang sudah begitu larut.


Walaupun Xander tau Mora bisa menjaga dirinya, tapi tetap saja dia tidak bisa tebak menebak dengan apa yang akan terjadi nanti. Akhirnya setelah melalui perdebatan yang cukup alot layaknya rapat para pejabat tinggi, Mora mengalah dengan menginap di apartemen Xander.


Mora memindahkan tangan itu dan beranjak bangun untuk ke kamar mandi, 15 menit kemudian dia selesai dengan ritual membersihkan dirinya.


Mora terpaksa memakai pakaian yang semalam dia gunakan, dia akan mengganti pakaiannya di kantor nanti. Dia tidak punya banyak waktu untuk pulang dan kembali lagi ke kantor, karena dia ada meeting pagi hari ini dan itu tidak bisa diwakilkan. Maka dari itu dia meminta pelayanannya di rumah mengantarkan pakaian untuknya ke kantor.


Begitu keluar dari kamar mandi, dia sudah tidak melihat Xander di atas ranjang. Mora mengambil tasnya dan melihat banyaknya panggilan dari mommy dan daddy-nya.


Mora menghela nafas panjang, dia sudah tau ini pasti akan terjadi. Karena dia yakin Bi Suli atau yang biasa dia panggil bi Sul itu pasti bertanya kepada Chintiya setiap kali dia tidak pulang ke rumah, hal itu dia lakukan hanya untuk memastikan bahwa Mora baik-baik saja.


Dan pagi ini Mora harus siap mendengarkan siraman rohani dari ustazah Chintiya dan pembacaan pidato dari bapak dewan pembina Morens, karena semalam dia lupa memberi kabar kepada BI Sul.


"Hallo mom."


"Bagus ya, anak gadis gakk pulang ke rumah." omel Chintiya saat baru saja menjawab panggilan telpon itu, tanpa membalas sapaan dari Mora.


"Sorry mom." lirih Mora yang memang merasa bersalah.


"Sorry, sorry, tidur dimana kamu semalam?. Trus sama siapa kamu?"


cecar Chintiya.


"Semalam Mora ada urusan penting, dan Mora bersama dengan Xander."


"Xander!, siapa itu Xander?. Ngapain aja kamu berdua sama dia?" omel Chintiya dengan nada yang mulai meninggi.

__ADS_1


"Xander itu Mr X, asisten aku. Dan kami juga gak ngapa-ngapain, aku sama dia ada urusan penting. Nanti aku jelasin ke mommy deh." jelas Mora meredam emosi Chintiya yang sudah siap meledak bak petasan.


"Ok mommy tunggu penjelasan kamu, tapi awas ya jangan sampai kamu macem-macem." ancam Chintiya.


"I know mom, oh ya daddy hari ini sibuk gak ya?"


"Enggak tuh, kenapa memangnya?"


"Tolong bilang ke daddy, jam makan siang datang ke kantor. Ada sesuatu yang Mora mau bahas, hari ini Mora gak bisa ke rumah mommy karena hari ini aku sibuk banget mom."


"Iya, ntar mom bilangin ke daddy kamu."


"Ya udah kalau gitu Mora tutup dulu ya, Mora harus segera sampai kantor segera karena ada rapat penting pagi ini."


"Ya udah, take care honey."


"Yes mom, i love you."


Mora segera bergegas ke kantor, dia tidak menghiraukan Xander yang entah pergi kemana pagi ini. Dia langsung keluar dari apartemen itu dan meluncur ke kantornya.


Saat dia berhenti karena adanya lampu merah, dia melihat sesosok manusia yang sangat di kenali sedang bicara di pinggir jalan dengan seorang wanita.


Ya, Mora melihat Xander sedang bicara dengan seorang wanita di jalanan pagi-pagi sekali.


Pantas saja Mora tidak menemukan Batang kakinya saat Mora keluar dari kamar mandi.


"Cih, perayu. Pantesa aja udah langsung hilang pagi-pagi, ternyata janjian sama cewek di pinggir jalan, gak etis banget." umpat Mora di dalam mobil.


Mora langsung kembali meluncur setelah lampu berubah menjadi warna hijau, dia merasa kesal pada asistennya itu.


Bisa-bisanya dia terus mengatakan cinta padanya dan meminta dia menjadi pacarnya, sedangkan dia sudah punya kekasih.

__ADS_1


"Dasar playboy kampret, untung gue gak gampang kemakan gombalan norak yang sering dia bilang. Mau main-main sama gue rupanya, liat aja X-men lu bakal liat siapa Mora sebenarnya." umpat Mora sambil mencengkeram setir mobil dengan kuat.


Sampai di kantor, Mora semakin menunjukan wajah horornya melebihi hari biasanya. Bahkan saat rapat berlangsung, Mora semakin naik pitam kala melihat sang asisten yang datang terlambat. Mora menatap tajam Xander yang baru saja masuk ke ruang rapat itu, Mora sangat kesal karena Xander yang tidak profesional bekerja hanya karena bertemu dengan seorang wanita hingga dia telat menghadiri rapat kali ini sebagai asistennya.


Rapat berlangsung selama 2 jam tanpa hasil, karena Mora yang terus menerus menolak semua usulan dari para anggota rapat. Akhirnya rapat dilanjutkan esok hari masih dengan agenda yang sama.


Mora langsung meninggalkan ruangan rapat begitu mengakhiri rapat tanpa menunggu jawaban dari yang lain, Xander segera menyusul Mora ke ruangannya. Dia tau Mora pasti sedang ada sesuatu, karena sorot matanya yang mengintimidasi Xander selama di ruang rapat tadi.


"Kamu kenapa?, apa ada sesuatu yang gak beres?" tanya Xander begitu mereka tiba di ruangan Mora.


"Jaga sopan santunmu Mr X, ini di tempat kerja. Panggil saya boss, karena saya atasan kamu." jawab Mora sambil duduk di kursi kebesarannya dengan bersedekap.


"Maaf boss, saya lancang." jawab Xander pada akhirnya.


"Usahakan profesional dalam bekerja, saya tidak mau terjadi keterlambatan seperti tadi tanpa alasan yang jelas dan masuk akal." Mora kembali pada mode formal dan mulai menatap laporan yang ada di mejanya.


"Maaf, bukannya saya tadi sudah meminta izin pada anda." bela Xander.


Memang sesaat sebelum Mora turun dari mobilnya, Xander mengirim pesan padanya dan mengatakan bahwa dia akan datang sedikit terlambat karena ada urusan mendadak.


"Alasanmu tidak jelas, dan saya tidak menerima hal seperti itu. Lain kali, jika kamu sibuk dengan urusan pribadimu, lebih baik kamu tidak usah datang ke kantor dan bereskan urusanmu segera. Saya tidak suka urusan pekerjaan sampai terbengkalai karena kamu tidak profesional dalam bekerja."


Xander menatap Mora dengan tatapan bingung, sebenarnya kenapa Mora sampai semarah ini hanya karena dia meminta izin untuk datang telat.


Xander yakin pasti ada sesuatu yang terjadi pada Mora, dan dia akan mencari tau nanti. Untuk saat ini, lebih baik dia mengalah agar tidak memperburuk suasana hati wanita yang dicintainya itu. Jujur saja, dia kesal karena Mora kembali menjaga jarak dengannya.


"Baik boss."


......................


......................

__ADS_1


TBC


__ADS_2