Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
Chapter 21


__ADS_3

Cahaya matahari yang sudah mulai meninggi mencoba menelusuk di sela-sela tirai kamar, begitupun dengan suara-suara hiruk pikuk kehidupan yang menandakan hari baru telah tiba yang membuat setiap insan manusia melakukan aktivitas masing-masing. Tapi tidak dengan Chintiya, dia yang tetap asik meringkuk sambil memeluk guling di bawah selimutnya yang nyaman, membuatnya enggan untuk beranjak dari ranjang empuknya. Ya karena ini hari libur dan tadi ketika sehabis sholat subuh dia kembali menaiki ranjang, dia berniat hari ini untuk merilekskan tubuh dari lelahnya kegiatan sehari-hari. Hingga suara dering telepon mengagetkannya dan dengan sangat terpaksa Chintya menjawab panggilan telepon tersebut setelah berkali-kali berdering.


"Hallo" jawab Chintiya dengan suara malas dan seraknya.


"Hai nona, apa kau baru bangun?" saut Morens, ya karena panggilan telepon tersebut memang dari Morens.


"Ah kenapa kau menggangguku pagi-pagi, inikan hari libur aku ingin bersantai"


"Hahaha, nona lihatlah jam berapa sekarang, tapi kalau kau masih ingin bersantai di tempat tidur, aku akan menemanimu. 10 menit lagi aku tiba, tunggu aku sweety"


"Jangan bergurau Morens, aku sedang tidak berselera"


"Aku tidak bergurau, aku sedang dalam perjalanan menuju ke rumahmu"


Sontak Cynthia langsung bangun dari tidurnya dan melihat jam dinding.


"Aahhh, jam sebelas" teriak Chintiya, dia langsung mematikan panggilan telepon tersebut untuk menuju ke kamar mandi.


"Dia itu memang lucu, sikapnya apa adanya tidak dibuat-buat" gumam Morens sambil tersenyum simpul.


Benar saja setelah 10 menit terdengar suara ketukan pintu menandakan Morens telah tiba, bertepatan dengan Chintiya yang baru saja selesai mandi dan sedang menyisir rambut panjangnya yang basah. Kemudian Chintya langsung menuju ke depan membukakan pintu untuk Morens.


"Hai sayang" ucap Morens ketika Cynthia membuka pintu rumahnya dan langsung mencium pipi Chintiya sambil berkata "Kau manis sekali jika tanpa makeup, aku suka"


"Sudah jangan gombal, ayo masuk"


"Sweety, kau pasti belum sarapan kan!!"


"Kau tahu saja, perutku sangat lapar"


"Kalau begitu ayo makan" ucap Morens sambil memberikan sebuah kantong plastik yang berisikan makanan.


Kemudian Chintya langsung membawa plastik tersebut ke dapur dan memindahkan makanan tadi ke piring. Setelah selesai chintiya memanggil Morens untuk beranjak ke dapur.


"Hei kemarilah, ayo makan" ajak Chintiya.


Morens yang sudah tiba di meja makan dan melihat ada dua piring itupun terdiam mematung dan tidak segera duduk di kursi makan.


"Hei ada apa?, kenapa kau diam saja?" tanya Chintiya.


"Apa kita akan makan dengan dua piring?"


"Iya.. memang kenapa?, apa porsimu kurang?, kalau begitu aku akan menambah porsinya"


"Aku tidak mau ditambah porsinya, tapi aku juga tidak mau makan dengan piring yang berbeda denganmu"


"Loh bukannya biasanya juga seperti ini, kenapa sifat anehmu mendadak muncul lagi" decak Chintiya

__ADS_1


"Nona, aku mau makan satu piring denganmu dan aku mau kau menyuapiku. Lagi pula bukankah kau sudah terbiasa dengan sifat anehku dari pertama kali kita bertemu" jawab Morens sambil tersenyum smirk.


"Ah kau ini manja sekali, baiklah ayo. penghuni perutku sudah mulai unjuk rasa" ujar Chintya pasrah sambil menjewer lengan Morens dan menarik tangan Morens untuk duduk.


Suasana makan diisi dengan canda gurau antara mereka berdua. Setelah selesai makan mereka berdua duduk di sofa sambil menyalakan televisi, padahal televisi itupun tidak ditonton sama sekali, karena mereka sibuk melontarkan rayuan masing-masing.


"Sweety" panggil Morens.


"Hmm" jawab Chintiya malas sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Morens.


"Apa kau tidak merasa bosan di rumah saja?, apa ada tempat yang ingin kau kunjungi?" tanya Morens.


"Tidak... aku hanya ingin seperti ini berdua denganmu"


"Baiklah, aku juga seperti itu" ucap Morens sambil menciumi telapak tangan Chintya.


Tak lama kemudian ponsel milik Morens berdering, dengan raut wajah yang kesal dia melihat siapa yang berani mengganggu Morens bersama Chintya.


"Roby, apa dia tidak tahu kalau ini hari libur. Berani-beraninya dia menggangguku, awas saja kalau itu tidak penting" gerutu Morens,


"Sudah jawab saja telponnya" ucap Chintiya.


Setelah menerima panggilan telepon dari Roby, Morens langsung berpamitan pada Chintiya.


"Sayang, aku pergi dulu ya. nanti sore aku kembali lagi"


"Ada urusan pekerjaan mendadak"


"Baiklah, hati-hati ok"


"Siap komandan" ucap Morens dan langsung mengecup kening Chintiya.


Waktu terus bergulir dan sekarang jam menunjukkan pukul 18.30. Setelah sholat Maghrib Chintiya beranjak naik ke atas ranjang dan mengecek ponselnya, mungkin ada pesan masuk dari Morens, namun nyatanya nihil.


"Kemana Morens?, dia bilang sore akan kembali lagi, dia juga tidak mengirim pesan padaku. Setidaknya beritahu aku jika memang tidak jadi datang, dengan begitu aku kan tidak terus menerus menunggu" gerutu Chintiya.


Bersamaan dengan itu terdengar suara ketukan pintu dan Chintiya langsung bergegas untuk membukanya.


"Aku pikir kau tidak kembali lagi" ucap Chintiya.


"Sweety, kenapa kau masih berpakaian seperti ini" ya karena saat ini Chintiya memakai celana bahan selutut dengan kaus polos dan rambut yang diikat kuda.


"Loh memangnya kenapa, aku biasa seperti ini bila dirumah"


"Apa kau tidak bersiap-siap?"


"Siap-siap!!" tanya Chintiya keheranan.

__ADS_1


"Nona, kau tidak lupa bukan kalau mommy mengundang kita malam ini"


"OH MY GOD" Chintiya langsung membalik badan hendak berlari ke kamar, (ya karena saat ini mereka masih berada di depan pintu) tapi belum sempat berlari Morens menarik Chintiya ke pelukannya dan berkata.


"Apa kau mau aku bantu untuk bersiap-siap?"


"Tidak" jawab Chintiya.


Morens terkekeh melihat tingkah laku Chintiya yang polos dan apa adanya. Setelah 30 menit akhirnya Chintiya keluar dari kamarnya dengan gaun berwarna peach soft di bawah lutut berlengan pendek, rambut yang dikuncir kuda dan menyisakan beberapa helai yang tergerai dengan makeup flawles dan dipadukan dengan dompet berwarna gold polos dan wedges bertali satu berwarna senada dengan gaun membuat Morens terpaku dan terdiam tak berkata apa-apa. Hingga Chintiya menyadarkannya.


"Emm, Morens bagaimana penampilanku? aku tidak punya waktu jadi hanya bisa berdandan seperti ini. Aku takut mommymu menunggu terlalu lama"


"Kau terlihat cantik dan anggun sayang, aku suka makeup yang tidak berlebihan, tapi biar begitu kau tetap terlihat cantik."


"You are lier" ucap Chintiya.


"No.. this is true"


"Ok.. Ayo cepat nanti keburu malam"


Sesampainya di rumah mommy Lexi.


"Good night mom, you look so beautiful" ucap Morens.


"Ya i am beautiful, but her look so perfect" jawab mommy Lexi sambil menggandeng tangan Chintiya.


"Terima kasih tante"


"Mom aku ke kamarku dulu, ada yang ingin aku ambil"


Setelah Morens beranjak ke kamarnya.


"Cantik bagaimana kabarmu?, apa di kantor, Morens sering menyusahkan mu?"


"Aku baik tante, sebenarnya sih iya dia sering memintaku melakukan hal yang aneh-aneh yang membuatku kesal. Tapi itu dulu" jawab Chintiya jujur.


"Hahaha, kau ini jujur sekali sayang tapi aku suka. Kau tidak berpura-pura, kau tau kenapa Morens memperlakukanmu seperti itu?"


Chintya menggeleng.


"Itu karena dia ingin mengetahui bagaimana sifatmu, dan itu dia lakukan hanya kepada wanita yang dia cintai. Karena dia sudah lelah dengan wanita yang mendekatinya karena ada maksud tertentu, ya karena selain Morens itu tampan para wanita itu juga mengincar harta saja, urusan perasaan itu no kesekian. Dan tante senang kau yang terpilih, karena kau cantik luar dalam sayang"


"Ah biasa saja tante"


"Hei ladies, apa yang kalian bicarakan?"


"Tidak ada"

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2