
Hai genks, sekarang aku ada grup chat. Yang mau meramaikan juga bercuap-cuap manja silahkan ditengok dan mampir.
Jangan lupa juga buat komen dan likenya. Jangan lupa juga ajak yang lain buat mampir ke lapak aku ya.
Terima kasih banyak banyak.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Beberapa bulan kemudian
"Mommy." panggil Mora yang kini berusia 3 tahun.
"Iya bul."
"No mom, aku butan embul tapi aku tantik." protes Mora.
"Iya embul yang cantik, kamu kenapa sih kok belum bobo siang juga sih. Kan ditemenin sama daddy, katanya mau bobo siang sama daddy."
"Mola ndak mau ah bobo tama daddy." ucap Mora sambil memanyunkan bibirnya.
"Loh kenapa gak mau?"
"Katana daddy mau elus-elus Mola bial bobo. Eh malah daddyna udah ngolok duluan."
"Masa sih."
"Tuh liat aja sendili." tunjuk Mora pada ranjangnya yang ditiduri Morens.
Disitu Morens tengah tertidur pulas sambil memeluk boneka Teddy milik Mora, dia bahkan memakai selimut dan bantal yang harusnya dipakai oleh Mora. Tak ketinggalan juga disertai dengan suara dengkuran yang khas dari Morens.
"Mola jadi ndak bita bobo, daddy belicik."
"Ya udah bobo sama mommy aja ya, biarin daddy bobo kasian daddy ngantuk."
"Kalo antuk, tenapa bobo di kamar Mola. Daddykan badanna nde taya Ting tong." omel Mora kesel pada sang daddy.
"Hah!, Ting tong. Itu buat yang dipencet di depan rumah itu ya." Chintiya berpura-pura tidak mengerti dengan ucapan Mora.
"Ih butan, Ting tong itu tama raya yang Mola liat di tipi itu." jelas Mora.
"Yang mana sih?" Chintiya berpura-pura lupa.
"Ih mommy, itu tuh yang taya Monet." Mora menjelaskan dengan sedikit kesal.
__ADS_1
"Monyet itu yang mana sih?, kok mommy lupa ya."
"Uh mommy cemen, masa monet aja ndak tau. Monet itu yang buluna banak mom, yang tualana uu aa uu aa." ucap Mora sambil memperagakan gaya khas monyet.
Chintiya tertawa melihat tingkah lucu Mora, kemudian dia menggendong Mora dan menciumi pipi gembul Mora berkali-kali.
"Aduh pinternya anak mommy."
"Iya dong Molaaaa!!" ucapnya bangga sambil membusungkan dadanya.
"Uh dasar cetakan Morens, sama narsisnya." gemas Chintiya mencubit pipi Mora pelan.
"Cetatan apa tih mom?" tanya Mora dengan serius.
"Cetakan tu yang biasa buat bikin kue."
"Belalti Mola dali kue dong mom."
"Eh bukan sayang, Mora itu adanya dari mommy sama daddy."
"Oh belalti mommy bikin kuena Tama daddy trus jadi aku ya."
"Aduh salah ngomong nih." batin Chintya.
"Udah yuk ke kamar mommy, kita bobo dulu. Biarin daddy bobo sendirian."
Sementara itu di tempat lain
Seorang wanita terlihat sedang asik berbelanja kebutuhan sehari-hari di dalam salah satu pusat perbelanjaan.
Mengingat situasi yang sangat ramai karena ini adalah hari weekend, di tambah dengan barang belanjaan yang lumayan banyak. Rena pun memutuskan untuk menggunakan lift saja untuk sampai ke basement.
Wanita itu adalah Rena, dia tengah berdiri di depan lift dengan membawa sebuah troli. Dia menunggu pintu lift terbuka.
Begitu pintu lift terbuka, dia disuguhkan dengan pemandangan sepasang makhluk yang sedang asik bercumbu, mereka sangat menikmati kegiatan mereka hingga tidak sadar bahwa ada manusia lain di sekitar mereka.
Rena tidak peduli dengan mereka, dia langsung saja masuk dalam lift. Sedangkan dua makhluk tadi tetap melanjutkan kegiatannya, awalnya Rena acuh tak menghiraukan mereka. Namun karena bayangan mereka terlihat jelas dari pantulan pintu begitu juga dengan suara desahan kecil dari si wanita, Rena pun semakin risih berada di antara mereka.
Rena berdehem untuk menghilangkan kekesalannya dan menyadarkan 2 makhluk tadi, mereka pun menghentikan aktivitas itu setelah mendengar suara orang lain di dalam lift.
Rena melirik lewat pantulan, terlihat si wanita merapihkan penampilannya yang sempat acak-acakan, sedangkan si pria yang berdiri membelakangi Rena juga terlihat sedang merapihkan dirinya.
Setelah rapih mereka berdiri seperti biasa tanpa ada rasa canggung sama sekali. Sekilas Rena melihat wajah si pria itu dari pantulan pintu lift.
Alangkah terkejutnya dia begitu melihat siapa pria itu, Rena terus menatap pantulan itu untuk memastikan lagi apa yang dia lihat.
Rena merutuki nasibnya yang dirasa sungguh sial hari ini, sudah harus melihat adegan yang membuat sakit kepala ditambah lagi begitu tau siapa pelakunya.
__ADS_1
Oh sial sekali kau hari ini Rena, dia mengepalkan tangannya merasa jijik atas hal itu. Bisa-bisanya mereka melakukan hal itu di area umum, apa mereka tidak takut akan ada yang melihat itu.
Pintu lift terbuka di salah satu lantai, Rena menggeser tubuhnya untuk memberikan akses pasangan mesum itu untuk keluar.
Si wanita keluar terlebih dahulu, lalu disusul oleh si pria. Saat melintas di samping Rena, pria itu berbisik "Jangan terlalu di pikirkan, santai saja." sambil mengecup pipi Rena.
Pria itu langsung pergi begitu saja, Rena memejamkan matanya sambil mengepalkan tangannya seraya menahan emosinya. Dia merasa semakin bertambah benci dan jijik pada Roby.
Ya, pria itu adalah Roby yang bersama dengan Gaby. Entah ada urusan apa mereka disana, sungguh Rena tidak peduli. Rena hanya tak habis pikir, ternyata Roby adalah pria seperti itu.
Rena merasa sudah sangat salah dalam menilai siapa Roby. Rena berpikir, untung saja dia bisa menjauh dari Roby sebelum terjebak oleh Roby.
Di sisi lain.
Roby dan Gaby kini telah berada di salah satu ruangan.
"Gaby, sekali lagi aku peringatkan sama kamu. Jangan pernah melakukan hal seperti tadi lagi di tempat umum, aku udah bilang sama kamu kalau ini di Indonesia.
Jadi tahan kebiasaan mu itu selama disini, aku gak mau sampai terjadi masalah karena kamu gak bisa menahan diri seperti tadi. Untung saja tadi kita bertemu dengan seorang wanita yang tidak mempedulikan hal itu, kalau saja kita bertemu orang lain. Bisa-bisa kita dijadikan bulan-bulanan oleh warga umum. Kau dengar itu Gaby." Tekan Roby dengan menahan emosinya.
"Im sorry, tadi aku cuma."
"Stop, aku harus melakukan sesuatu. Jadi jangan ganggu aku." sela Roby sebelum Gaby mencari alasan lagi.
"Ok."
...----------------...
...----------------...
Part Roby dan Rena disini sisa 2 Chapter lagi, setelah itu aku akan buat cerita tentang mereka berdua dengan konflik yang lebih menegangkan.
Sekedar info, untuk cerita 2R ini. Lebih ke genre action romantis, jadi tungguin cerita mereka ya.
Setelah itu, kita kembali pada Cimor dan 2S ya.
Jangan lupa komentarnya, komentar, dan komen.
LIKE harus kudu mesti, HADIAH itu bonus dan VOTE adalah door prize dari akak readers sekalian.
Maaciw.
TBC
LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH
💜💜💜💜💜
__ADS_1