Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S2 - Chapter 91


__ADS_3

Ngapunten atuh sadayana, kemarin abdi teu update. Because abdi musti ngatur ulang nu jadwal pagawean.


Selama puasa mohon mangap ya, kalau up gak teratur.


Maklum mak-mak berdaster dan berambut cepol, juga harus mengorek dolar. Jadi ya agak riweh.


You know RIWEH. RIWEH is (ri to the bet alias ribet).


Happy baca ya...👇👇👇👇


......................


......................


Setelah mendengar cerita dari Chintiya yang sebelumnya telah bicara dengan Serena, Morens sangat geram dengan Sandi. Ingin rasanya dia menceburkan Sandi ke gua yang didalamnya banyak terdapat ular betina.


Bisa - bisanya dia mempermainkan Serena seperti itu, apa dia tidak tau kalau Serena itu adalah adiknya. Atau mungkin Sandi memang sengaja melakukan itu untuk menjatuhkan mental dan nama baiknya, karena permasalahan mereka dulu."


Siang ini Morens bertekad untuk mendatangi Sandi guna memberi peringatan agar jangan pernah dia coba-coba mendekati Serena. Dia datang sendiri tanpa di temani Roby.


Setelah sampai di depan gedung kantor milik Sandi, Morens langsung menghampiri resepsionis dengan raut wajah yang tidak bersahabat.


"Aku mau bertemu dengan Sandi. " ucap Morens tegas.


"Maaf tuan, tapi tuan Sandi sedang rapat saat ini. Anda bisa menunggu terlebih dulu. "


"Ck, aku tidak punya waktu. Katakan Morens ingin bertemu sekarang. " bentak Morens pada resepsionis itu membuatnya seketika langsung menelpon sekretaris Sandi dan mengatakan kalau tuan Morens ingin bertemu saat ini juga.


10 menit Kemudian, resepsionis mengatakan Morens dipersilahkan untuk masuk dengan diantarkan olehnya.


Begitu sampai di depan ruangan Sandi, Morens mengatakan pada resepsionis.


"Pergilah." ucap Morens ketus.


Morens masuk setelah mengetuk 2 kali tanpa menunggu jawaban dari Sandi.


"Selamat siang tuan Sandi. " sapa Morens dengan tersenyum sinis.


"Ah tuan Morens, silahkan duduk. Ada apa hingga membuat anda datang langsung kesini?" jawab Sandi bersikap sopan.


"Tidak perlu basa basi, aku tidak punya waktu. Aku akan langsung ke intinya. "


"Ada apa ini?" jawab Sandi bersikap santai, dia sudah tau pasti ini tentang Serena.


"Apa hubungannmu dengan Serena? "


"Saya berteman baik dengan Serena."


"Baguslah. Ternyata kau tau diri, hanya berteman dengan Serena. "

__ADS_1


"Tapi saya menganggapnya teman yang spesial di hati." jawab Sandi enteng.


"Cih, kau pikir Serena senang berteman denganmu? "


"Kami berteman baik, bahkan sangat dekat, dan saya berniat untuk menjadikan Serena lebih dari teman."


"Jangan mimpi, sampai kapanpun kau tidak akan mendapatkan Serena tanpa seijinku."


"Kenapa tidak bisa?, kami saling mencintai. "


"Persetan dengan kata cintamu, kalau kau masih menyimpan wanita di rumahmu."


"Apa Serena yang memberi taukan pada anda?"


"Apa kau pikir Serena itu wanita manja yang selalu mengadu perihal masalahnya. Dia itu wanita dewasa yang bijak, bukan seperti simpananmu itu."


"Jangan bicara sesuatu yang tidak anda ketahui tuan Morens. "sarkas Sandi.


"Aku tau siapa wanita itu, aku tau apa hubungannya denganmu. Aku tau semuanya. Tidak ada alasan apapun menyimpan wanita yang bukan siapa-siapa di dalam rumahnya."


"Saya akan segera menyelesaikan masalah dengan wanita itu."


"Aku tidak peduli. Yang pasti jauhi Serena, aku tidak akan mengijinkan kau mendekati Serena lagi." bentak Morens.


"Mohon maaf tuan Morens, kalau untuk itu saya tidak bisa. Dulu saya mengaku kalah dan berbesar hati menjauhi Chintiya, karena saya sadar Chintiya hanya menganggap saya sebagai kakaknya. Tapi untuk Serena, saya tidak bisa. Saya pasti akan mendapatkan Serena bagaimana pun caranya, karena kami saling mencintai. " ucap Sandi tetap sopan, karena dia memang serius terhadap Serena. Sandi tau jika ingin mendapatkan Serena, terlebih dahulu dia harus mendapatkan restu dari Morens.


"Aku adalah calon adik ipar mu." jawab Sandi enteng.


Morens yang menahan emosi dari tadi, sudah tidak bisa menahan lagi saat Morens mendengar Sandi mendeklarasikan dirinya sebagai adik ipar Morens.


Morens langsung memberi bogem mentah pada wajah Sandi sebanyak 3 kali dan dia juga meninju perut Sandi hingga Sandi tersungkur ke lantai dan bibir juga hidungnya yang mengeluarkan darah karena mendapat salam perkenalan dari Morens.


"Ini hanya permulaan, jika kau berani macam-macam dengan Serena, aku akan menghancurkan mu."


"Tenang saja kakak ipar, aku tidak akan mengecewakan adikmu yang sangat cantik itu. Aku juga berterima kasih atas ungkapan restu darimu ini." Sandi tersenyum sambil menunjuk bibir dan hidungnya yang terluka.


Morens keluar dari ruangan Sandi sesaat sebelumnya dia menendang meja sofa hingga terpental dan membanting pintu dengan sekuat tenaga.


Selepas kepergian Morens, Sandi mencoba untuk bersandar di sofa dan dirinya duduk di lantai sambil meringis menahan rasa sakit di tubuhnya.


Sandi memang sengaja tidak membalas, karena dia tidak mau Morens semakin benci padanya.


"Aww, kakak ipar tenagamu benar-benar kau luapkan semua. Tapi terima kasih untuk tanda restu ini. " ucap Sandi bermonolog.


Sandi berpikir sekarang yang utama adalah, dia harus bisa menaklukkan singa gila tadi terlebih dahulu. Setelah itu baru dia akan terus mencoba membuat Serena jatuh ke dalam selimut hangatnya dan menemani Hari-hari nya.


"Baby, kau liat saja. Setelah kau sudah menjadi nyonya Abraham, maka aku akan memberikan mu hukuman, karena kau, aku harus menaklukkan kakakmu yang gila itu.' Sandi bermonolog sambil tersenyum.


Tak lama kemudian Mike sekretarisnya Sandi masuk ke dalam ruangan, untuk memberi tau hasil rapat tadi.

__ADS_1


Begitu dia masuk, dia sangat kaget melihat kondisi ruangan dan wajah bossnya itu.


"Bos, bagaimana keadaanmu?" tanya Mike menghampiri Sandi dan membantunya untuk duduk di sofa.


"Aku baik Mike, jangan khawatir. " Sandi tersenyum tipis.


"Kita ke rumah sakit ya?"


"Aku bilang aku gak apa-apa. Jangan terlalu membesarkan suatu masalah. "


Sandi bangun dari duduknya dan baru 2 langkah dia berjalan, dia terjatuh. Sandi merasa sangat pusing karena pukulan Morens tepat mengenai kepalanya.


Mike yang melihat itu langsung berlari dan menghampiri bossnya. Lalu dia menghubungi pos keamanan untuk membantu membawa Sandi ke rumah sakit.


Setelah tiba disana, Sandi langsung dibawa masuk oleh Mike. Sedangkan supir kantor tengah mencari tempat parkir.


Mike menghubungi tante Ayu dan memberitahukan bahwa Sandi sedang berada di rumah sakit.


40 menit kemudian, tante Ayu datang bersama Nita ke rumah sakit dengan diantarkan supirnya. Setelah mereka datang Mike langsung pergi kembali ke kantor, karena dia untuk sementara waktu harus menghandle pekerjaan Sandi di kantor.


Kini Sandi telah di pindahkan di ruang inap, dan masih dalam keadaan terpejam karna dalam pengaruh obat bius.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Jangan lupa gesek-gesek jempolnya di tombol like, komen dan VOTE.


Setelah di gesek kan nanti dia keluar


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Keluar update terbaru 😅😅😅


TBC


LOVE U ALL MMUUAACCHH


💖💖💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2