
Makan malampun usai Chintiya dan Morens memutuskan untuk langsung pulang, Morens mengantar Chintiya terlebih dahulu. Setelah 30 menit mereka tiba di rumah Chintiya, Morens mengantar Chintiya hingga ke dalam rumah.
"Sweety" panggil Morens.
"Hm" jawab Chintiya sambil duduk di sofa diikuti oleh Morens,
"Terima kasih untuk hari ini"
"Untuk apa?"
"Hari ini aku sangat senang bisa terus dekat sama kamu, dan juga untuk makan malam tadi aku sangat berterima kasih padamu karena mommy terlihat sangat bahagia"
"Kalau orang tuamu senang, aku juga senang. Itu artinya aku diterima dengan baik oleh keluargamu"
"Oh ya aku punya sesuatu untukmu" ucap Morens sambil merogoh saku celananya untuk mengambil sesuatu.
Chintya membulatkan matanya menatap tidak percaya dengan apa yang diberikan oleh Morens. "Hah,,, kau memberiku ini. Apa aku harus mengganti semua ini?, dasar kau CEO pelit, pantas saja tidak ada wanita yang mau dekat denganmu" ucap Chintiya berpura-pura marah.
Morens terkekeh geli, ya karena yang diambil adalah bon tagihan makan di restoran "Maaf sayang aku salah ambil"
Kemudian Morens memberikan sebuah kotak kecil kepada Chintiya, lalu Chintiya membuka kotak itu dan isinya adalah sebuah kalung dengan liontin yang berasal dari kerang yang sangat cantik, dan sudah di design sedemikian rupa dengan tampilan polos ditengah liontin tersebut.
"Wah ini cantik sekali Morens, tapi aku tidak pernah melihat model kalung seperti ini sebelumnya"
"Ini aku design sendiri, setelah kamu mau menerima cintaku, aku mulai merakit kalung itu sendiri. Kerang itu aku temukan di pantai Bali sewaktu aku sedang berlibur dan aku menyimpannya, aku sudah berniat untuk memberikannya kepada pujaan hatiku dan itu adalah kamu" ucap Morens sambil menoel hidung Chintiya.
"Kau itu raja gombal, aku tidak percaya padamu" jawab Chintiya pura-pura acuh namun kenyataannya hatinya sangat senang mendengar ucapan Morens.
"Terserah kau percaya atau tidak, apa kau tahu kenapa ditengah itu kubiarkan polos!!" tanya Morens.
"Mana ku tahu" jawab Chintiya datar
"Hei nona, kau ini benar-benar tidak bisa di ajak romantis ya. Ah tapi sudahlah, aku ingin menaruh photo kita berdua di tengah kerang itu agar kau selalu ingat padaku dan tidak berbuat macam-macam"
"Hallo, kau pikir aku wanita apa heh!!" jawab Chintiya sambil memanyunkan bibirnya.
__ADS_1
"Hahaha, kau ini membuatku gemas nona. Kalau begitu ayo kita buat photo kita berdua untuk diletakkan disini" ucap Morens sambil menunjuk ke arah liontin tersebut.
Kemudian Morens mengeluarkan ponselnya dan mereka berdua siap-siap dengan tampang manisnya menghadap ke kamera, Morens menghitung sampai tiga, tapi sesaat sebelum mengucap angka tiga Morens mengecup pipi chintiya dan jadilah photo mereka dimana Morens sedang mencium pipi Chintiya.
"Ahhh maling, dasar OMES, otak cabul, tukang nyosor" omel Chintiya sambil memukul- mukul dada Morens pelan.
Morens terkekeh geli mendengar celotehan chintiya
"AWWW sakit sayang, kalau kau ingin memukul jangan pakai tangan"
"Trus pakai apa?"
"Pakai ini" jawab Morens sambil menunjuk bibir Chintiya.
"KAMU" ucap Chintiya sambil memelototkan matanya.
"Ya sudah sini aku pasangkan kalungnya, besok aku cetak photo ini ya, lalu kamu pasang di liontin ini ya"
Chintya mengangguk, kemudian Morens mengambil kalung itu dan memasangkan di leher putih Chintiya. Setelah selesai Morens membalik tubuh Chintiya agar menghadap kepadanya, Morens memperhatikan dengan seksama wajah Chintya, mereka saling bertatapan dengan intens untuk beberapa saat. Kemudian tangan kiri Morens memegang dagu Chintiya dan tangan kanannya meraih pinggang Chintiya dan menariknya agar lebih dekat. Perlahan wajah Morens mendekati wajah Chintya hingga akhirnya Morens mendapatkan ciuman lembut di bibir Chintiya, Chintiya memejamkan matanya dan mulai membalas perlakuan Morens, semakin lama ciuman itu semakin memanas. Morens perlahan mendorong Chintiya agar bersandar di sandaran sofa sambil tetap bibir mereka bertaut, kemudian Morens mengangkat kedua kaki Chintiya dan diletakkan di atas pahanya sambil tetap berciuman dan menghangatkan bibir, perlahan ciuman itu turun ke area leher. Morens semakin mengeratkan pelukannya, setelah puas menjelajahi leher, Morens ingin berpindah ke area dada. Disaat Morens mulai menurunkan sleting gaun Chintiya, disaat itu pula Chintiya tersadar dan menghentikan aksinya
"Oh maafkan aku Chintiya, aku benar-benar lepas kontrol. Sekali lagi aku minta maaf tolong jangan marah padaku ya" ucap Morens sambil menggenggam tangan Chintiya.
"Sudahlah, aku tidak marah. Sebaiknya sekarang kamu pulang" jawab Chintiya seraya merapikan rambutnya yang sedikit berantakan karena ulah Morens tadi.
"Baiklah aku pulang ya, sekali lagi aku minta maaf"
"Sudahlah"
Setelah kepulangan Morens, Chintiya terus saja teringat kejadian tadi sambil memegangi bibir dan lehernya itu.
"Ah kenapa aku sangat menikmatinya?, rasanya sungguh sangat berbeda sekali, Morens melakukannya dengan sangat lembut" batin Chintya.
Iya memang karena jujur itu bukan ciuman pertamanya, dulu dia pernah berciuman dengan mantan pacar penipunya. Akhirnya karena tidak ingin terus teringat akan hal itu, Chintiya memutuskan untuk segera mandi dan beristirahat.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
6 bulan sudah mereka menjalin hubungan, Chintiya sangat bahagia karena Morens memperlakukannya dengan sangat istimewa. Namun 3 Minggu belakangan Morens mulai jarang ditemui selain dikantor itupun jika Morens tidak ada meeting dan kunjungan ke luar kota. Seperti saat ini, seharian Chintiya tidak melihat Morens di kantor, padahal mereka satu ruangan. Hanya tadi pagi-pagi sekali Morens mengirim pesan tidak bisa menjemput karena dia harus langsung pergi kunjungan ke salah satu proyeknya, hingga waktu makan siang tiba Chintiya mencoba menghubungi Morens namun ponselnya tidak aktif, akhirnya dengan langkah gontai Chintiya makan siang bersama Rena. Hingga dia kembali ke kantor Morens masih belum terlihat, akhirnya Chintiya berinisiatif bertanya pada Roby, dengan langkah pasti Chintiya menuju ke ruangan Roby dan langsung mengetuk pintu. dia langsung masuk ketika Roby sudah mengijinkan masuk.
"Hai Chintiya, ada perlu apa kamu kemari?"
"Apa hari ini Morens tidak datang ke kantor?"
"Tadi jam makan siang dia datang sebentar lalu pergi lagi karena ada meeting di luar"
"Kenapa kamu gak ikut sama dia, biasanya kan kalian selalu berdua?"
"Aku disuruh mengawasi disini"
"Apa hari ini kamu sudah menghubunginya?"
"Belum,, memangnya kenapa?"
"Aku mencoba menghubungi tapi nomornya selalu tidak aktif"
"Mungkin boss sedang sibuk, jadi dia sengaja menonaktifkan ponsel atau mungkin ponselnya lowbat"
"MUNGKIN... Kalau begitu aku kembali ke ruanganku ya, thanks Roby"
"Chintya, jangan berfikir yang tidak-tidak"
Chintya tidak menjawab dia hanya tersenyum kecut lalu pergi dari ruangan Roby.. Setelah itu chintiya mengalihkan pikirannya kepada pekerjaannya, namun di tengah kesibukannya ponselnya berdering menandakan ada sebuah pesan masuk, dia sangat senang karena dia berpikir itu pasti Morens. Dia langsung membuka pesan tersebut dan dia langsung membulatkan matanya.
"APA INI?"
...****************...
...****************...
TBC
LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH
__ADS_1