Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S3 - Chapter 38


__ADS_3

"Dominic!!" Mora memicingkan matanya.


"Ya Dominic alias Bernard Alfonso, orang yang selama ini kalian cari-cari"


"God Damn!" umpat Mora.


Pantas saja, selama ini Xander sudah melacak dan memerintahkan orang untuk mencari, namun mereka masih belum bisa menemukan.


Bahkan dengan data yang kemarin diberikan oleh Mark, baik Mora maupun Xander masih belum bisa melacak keberadaan pria dihadapannya ini. Ternyata wajahnya sudah berubah dengan wajah yang lain.


"Apa kau terkejut dengan perubahan wajahku yang baru?"


Mora mengerutkan keningnya seraya berpikir, pria dihadapannya ini ternyata sudah gila. Dia merubah wajahnya berkali-kali seperti mengganti pakaian.


"Aku tau, sejak kegagalan penyerangan ku terakhir kali di proyek, Mark pasti akan memberikan identitas ku padamu. Sebab itu, aku lebih dulu mengganti wajahku sebelum kalian menemukanku.


Namun aku heran, seorang Mark Lincoln yang terkenal acuh pada dunia luar bahkan rela mengorbankan dirinya sampai terluka. Tapi ya!, aku sekarang mengerti. Pantas saja Mark berlaku seperti itu, kalau ternyata kau ini bukan seperti kebanyakan wanita pada umumnya." cerocos Bernard panjang lebar.


Mora berdecih "Aku gak butuh ucapan absurdmu, yang mau aku tau adalah, kenapa kau melibatkan tanteku dalam masalah ini. Bukankah aku yang membuat kerugian besar padamu, tapi kenapa harus tanteku yang menjadi korban."


"Aku akan memberitahu satu hal, aku dan tantemu adalah sahabat baik dulu. Namun sahabat yang terlupakan oleh kedatangan kembali om mu yang brengsek itu."


"Hah!, kau sebut dia brengsek. Lalu!, apa bedanya dengan mu?" sindir Mora tanpa rasa takut.


"Ya, aku begini karena aku kecewa dengan sikap Serena yang sudah mempermainkanku. Selama satu tahun dia menghindar dari Sandi karena kecewa padanya, dan hanya akulah yang bisa menghiburnya dan mengembalikan dirinya seperti sedia kala.


Tapi karena dia harus kembali ke Indonesia untuk menggantikan mommymu saat melahirkanmu, akhirnya mereka berdua bertemu lagi dan bahkan menikah. Serena bahkan melupakan aku begitu saja setelah semua yang aku lakukan untuknya." jelas Bernard.


Mora terdiam sejenak, jadi ini alasannya dia mengubah targetnya pada Serena setelah dia tau bahwa Serena adalah tantenya. Sebenarnya, Mora merasa sedikit iba pada pria paruh baya ini, namun apapun alasannya Mora tetap tidak terima bila harus melukai Serena bahkan harus mengalami koma.


Tiba-tiba Mora teringat akan sesuatu, sepertinya dia pernah melihat wajah Bernard yang sekarang sebelum ini. Mendadak dia ingat kalau dia ini adalah....


"Kau, bukannya adalah tuan Dominic Hatcer dari Swift Inc." cecar Mora yang baru saja teringat dengan perusahaan yang baru saja menjalankan kerja sama dengan RENS CORP.

__ADS_1


Mora mengmpat dalam hati, kalau saja saat itu dia yang bertemu langsung waktu itu bukannya Oxen. Pasti dia akan tau kalau pria ini punya niat tersembunyi, dia juga mengumpat kesal karena saat itu tidak membaca laporan yang diberikan Oxen tentang Swift Inc dan hanya melihatnya sekilas.


"Kau baru ingat ya!, Sebenarnya saat pertemuan waktu itu. Aku sudah merencanakan ini semua, tapi kekasihmu si Manson menggagalkan rencanaku. Mau tak mau aku harus menyusun rencana baru dan harus menggunakan Serena lagi.


Karena aku tau, kau paling tidak bisa mendengar hal buruk tentang Tante kesayanganmu itu. Jadi kau pasti akan segera datang kesini, apalagi saat ini Manson sedang ada di Perancis mengikuti turnamen konyol itu.


Akhirnya aku berhasil menjebak dan menjauhkan kau dari bodyguardmu itu, dia pikir dia akan berhasil menangkapku disana. Aku tau dia sengaja mengikuti turnamen itu karena ingin menangkap ku disana."


"Xander, oh my god." Mora baru teringat dengan pria itu, karena terlalu khawatir dengan Serena dia sampai melupakan dan tidak memberi kabar padanya.


...****************...


Di tempat lain


Setelah menempuh perjalanan selama ±7 jam dengan kecepatan maksimum, Xander segera melesat menuju ke rumah sakit tempat Serena di rawat.


Saat membuka pintu ruang rawat Serena, Xander hanya melihat beberapa orang petugas kebersihan sedang membereskan sisa kekacauan yang ditimbulkan oleh anak buah Bernard.


"Kemana pasien yang di rawat di kamar ini?" tanya Xan pada salah seorang petugas kebersihan.


"Apa terjadi sesuatu disini?" tanyanya lagi.


"Kami tidak tau apa yang terjadi tuan, hanya saja kami mendengar kabar bahwa tadi pagi seorang suster menemukan beberapa orang pria terikat di kamar mandi."


"Lalu kemana mereka sekarang?"


"Mereka sudah ditangani dokter, untuk lebih jelasnya tuan bisa ke bagian administrasi."


"Ok makasih."


Xander langsung melesat ke bagian administrasi untuk mengetahui kebenarannya, setelah itu dia segera berlari ke kamar yang sudah di beri tau oleh bagian administrasi.


"Tuan." ucap seorang anak buah Xander dengan suara lirih saat dia membuka pintu kamar, dia baru saja tersadar dari efek obat yang diberikan dokter.

__ADS_1


"Andy kau baik-baik saja?" tanyanya seraya mendekat.


"Ya tuan, tapi maaf kami tidak bisa melindungi nyonya Serena dan keluarganya." ucap Andy menunduk.


"Sebenarnya apa yang terjadi?"


"Kemarin malam, nyonya Serena mendadak drop setelah siangnya seorang dokter pengganti memberikan obat padanya. Lalu saat itu salah satu dari kami pergi untuk memanggil dokter, namun setelah 30 menit dokter dan juga dia tidak datang. Akhirnya aku menyuruh salah satu dari kami menyusul mereka, hingga tinggal aku saja dan Charles yang ada disana.


Kemudian dari arah yang tidak terduga datang seorang dokter yang tiba-tiba menyuntikan sesuatu kepada kami berdua hingga membuat kami tak sadarkan diri, namun dalam keadaan setengah sadar aku masih bisa melihat beberapa orang datang dan mencoba membawa nyonya Serena.


Sebelum kami dibawa ke kamar mandi, aku sempat melihat tuan Sandi melakukan perlawanan. Namun karena jumlah mereka banyak, akhirnya mereka berhasil membawa nyonya Serena dan tuan Sandi pergi.


Kebetulan saat itu nona Mariene datang setelah mendapat kabar dari tuan Sandi tentang kondisi nyonya Serena, jadi mereka juga membawa nona Mariene." jelas Andy secara detail.


"Sial!!, aku tertipu kali ini. Ternyata musuh kita kali ini benar-benar licik." umpat Xander dengan rahang yang mengeras.


"Ya, Anda benar tuan."


"Lalu!, apa kau melihat Mora datang kesini?"


"Oh ya, hampir lupa. Nona Mora datang sore tadi, tapi saat itu aku belum sepenuhnya sadar, hanya saja aku sempat mendengar dia datang. Hanya saja..."


"Hanya saja apa Andy?"


"Nona Mora juga di tangkap oleh orang-orang suruhan mereka." jelas Andy pelan, dia tau setelah mendengar kabar tentang pujaan hatinya yang dibawa pergi. Xander pasti akan berubah jadi sangat menakutkan.


"Kurang ajar!!" Xander mengeraskan rahangnya sambil mengepal kuat tangannya, matanya menatap tajam sembarang arah menandakan dia sangat tidak suka ada yang mengganggu orang-orang terdekatnya. "Dia mau bermain-main denganku rupanya, baiklah aku akan menunjukan siapa Xander Cloud Manson sebenarnya."


......................


......................


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA vote dan hadiahnya ya. 😘😘


__ADS_2