Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S2 - Chapter 92


__ADS_3

"Nak, apa yang terjadi sama kamu? tanya tante Ayu saat Sandi telah sadar.


"Aku gak papa mah. Cuma dapet sedikit kado dari calon keluarga baru kita."


"Maksud kamu? "tante Ayu menatap Sandi bingung


"Gak maksud apa-apa mah." ucap Sandi sambil tersenyum menatap mamah nya.


Lalu pandangan Sandi beralih tertuju pada Nita yang sedari tadi berdiri di belakang tante Ayu.


"Nita, duduklah. Ada yang mau aku sampaikan. " ucap Sandi datar.


Nita langsung menghampiri dan duduk di kursi di sebelah ranjang yang ditempati oleh Sandi.


"Dengarkan aku, aku sudah mengambil keputusan. Mungkin ini terkesan tidak adil untukmu, tapi menurutku keputusan ini adalah yang paling tepat untukmu. Mengingat jasa yang pernah kamu lakukan pada mamah, aku pikir ini tidak berlebihan.


Mulai besok kamu harus pergi dari rumah mamah." ucap Sandi tegas.


"Apa?" tanya Nita serasa tidak percaya.


"Kenapa nak?, kalau dia pergi dari rumah bagaimana hidupnya? " tanya tante Ayu.


"Mamah tenang dulu, aku belum selesai bicara. " jawab Sandi.


"Ok, lanjutkan kalau begitu. " ucap mamah.


"Nita harus pergi dari rumah, tapi aku sudah membelikan sebuah rumah untuknya, dan kalau dia mau dia bisa kerja di perusahaan ku. Aku akan minta Mike untuk mencarikan posisi yang pas untuknya." ucap Sandi dengan menatap Nita, lalu pandangannya beralih pada mamah. "Bagaimana menurut mamah?, aku rasa itu juga sudah lebih dari cukup kan mah."


"Iya, mamah juga setuju. Karena memang tidak baik, kalau ada seorang wanita yang tinggal bersama kita tanpa status yang jelas."


"Gak bisa gitu dong. Kalian kan udah janji mau tanggung jawab dan membahagiakan aku." tolak Nita.


"Ya, Itu emang bener. Tapi bukankah dulu kamu menolak waktu aku mau bertanggung jawab atas dirimu dengan menikah sama kamu. " jawab Sandi enteng.


"Iya itu dulu, kini aku menyesal dan sekarang aku mau nikah sama kamu."


"Maaf, tapi sekarang aku sudah memiliki gadis yang akan aku nikahi."


"Maksud kamu, kamu udah ada calon. Siapa dia?, kenapa kamu gak memberi tau mamah." sela mamah.


"Maaf mah, Sandi belum sempet kasih tau. Lagi pula sekarang ini kami lagi ada sedikit masalah, dan salah satunya itu karena Nita."


"Oh jadi karena wanita itu kamu ngusir aku!, tante gimana ini?, tante kan udah setuju kalau Sandi nikah sama aku kan."


"Saya setuju, karena saya pikir Sandi memang mau nikah sama kamu. Karena Sandi meminta kamu tinggal di rumah dan menolak usulan mamah waktu itu untuk membelikan mu sebuah rumah. " jawab tante Ayu.


"Maafin Sandi mah, harusnya memang dari kemarin-kemarin Sandi mengambil keputusan itu. Sandi cuma masih takut Nita akan berbuat hal gila lagi, tapi Sandi pikir lagi yang penting kita sudah menanggung biaya hidupnya, untuk yang lain itu urusan Nita sendiri. Karena dia sudah dewasa dan tentunya bisa berpikir mana yang harus dia lakukan dan mana yang tidak. "


"Aku gak mau pergi dari rumah itu."tolak Nita.

__ADS_1


"Mau gak mau, kamu harus pergi. Karena aku gak mau terus menerus tersiksa harus jauh dari calon istriku. Untuk segala perlengkapanmu, semua udah di kemas oleh bibi jadi kamu gak perlu repot lagi. Dan bawa kartu ini untuk biaya hidupmu sampai kamu memutuskan akan bekerja dimana nantinya. " ucap Sandi sambil mengeluarkan sebuah kartu ATM.


"Aku gak terima ini, aku benci sama kalian." Nita pergi dari situ dengan emosi.


"Nita, nak." panggil tante Ayu.


"Biar mah, biar dia belajar bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan dulu, dan supaya dia lebih bijak mengambil keputusan apapun nantinya. Sebenarnya aku juga gak tega mah, tapi ini demi kebaikan kita semua. Dan Sandi juga gak bisa tahan kalau harus menanggung rasa rindu karena masalah ini."ucap Sandi sambil mengingat senyum manis Serena.


"Iya kamu bener nak, lagi pula mamah juga sering mendengar aduan dari pelayan tentang sikap Nita yang semakin lama semakin tidak karuan. Baik di rumah ataupun di luar rumah. "


"Ya udah jangan dipikirin ya mah."


"Iya, eh tapi ngomong - ngomong mamah mau liat cewek idaman kamu itu kaya apa?, padahal mamah punya calon buat kamu. Dia cantik, baik, sopan dan tutur katanya juga lembut. Dia juga pernah nolongin mamah waktu itu, tapi kalau kamu udah punya calon yang mamah gak akan maksa kamu lagi."


"Sabar ya mah, ntar pasti Sandi akan bawa dia ke hadapan mamah dan aku yakin mamah pasti gak akan nyesel sama pilihan aku ini." Sandi berkata dengan yakin.


"Uh mamah jadi penasaran, kaya apa sih wanita itu sampai kamu jadi segininya."


"Liat aja ntar."


"Ok, mamah tunggu. Trus sekarang gimana keadaan kamu?, apa udah mendingan? "


"Udah enakan kok mah."


"Trus kenapa sih kok bisa kaya gini? "


"Biasa mah, ini adalah salam perkenalan dan tanda restu dari calon kakak ipar." jawab Sandi sambil tersenyum.


"Jangan mah, aku ngerti kenapa dia pukulin Sandi. Itu karena dia gak terima aku udah bikin adiknya nangis dan kecewa. " jawab Sandi dengan sorot mata sendu dan rasa bersalah mengingat apa yang sudah dia lakukan pada Serena.


"Kamu tuh, katanya cinta tapi kok dibikin nangis. "


"Sandi khilaf mah. Oh ya mah aku laper."


"Ya udah mamah suapin ya."Mamah mengambil makanan yang disediakan rumah sakit.


"Gak mau makanan rumah sakit, gak enak."


"Trus kamu mau apa?"


"Aku mau sup iga mah."


"Ya udah mamah ke kafe depan dulu yah. Kalau ada apa-apa kamu telpon mamah ya."


Tante Ayu pun pergi menuju ke salah satu kafe yang berada dekat dengan rumah sakit itu. Saat menunggu pesanannya selesai, dia melihat Serena berjalan dengan seorang pria ke arah pintu keluar.


"Serena. " panggil tante Ayu.


Serena pun menoleh ke asal suara. "Tante Ayu. " dia berjalan menghampiri Ayu.

__ADS_1


"Kamu lagi apa disini nak?" tanya Ayu.


"Saya abis ketemu klien tante. Tante sendiri aja? "


"Iya."


"Ya udah saya pamit dulu ya tante, saya harus kembali ke kantor. "


"Em tunggu. "


"Kenapa?"


"Kamu sibuk gak?"


"Gak terlalu sih, mang kenapa? "


"Tante mau minta kamu temenin tante ke rumah sakit. Soalnya tante bosen sendirian. "


"Siapa yang sakit?" tanya Serena mulai panik.


"Apa Sandi yang sakit?" batin Serena.


"Anak tante. Dia habis dipukuli sama calon kakak iparnya. "


"Maksudnya, kakak dari cewek yang kemarin itu."


"Bukan. Dia punya pacar lain."


"Wanita mana lagi kamu San?" batin Serena.


"Oh pacar yang lain."jawab Serena lirih.


"Yuk, mau ya sebentar aja."


Serena menyetujui permintaan tante Ayu dengan perasaan kesal karena mendengar Sandi punya wanita lain, cemas karena tau Sandi habis dipukuli dan rasa enggan karena harus melihat wajah Sandi.


Serena datang dengan tante Ayu, sedang orang yang tadi bersamanya sudah kembali ke hotelnya.


Begitu tiba di depan ruang rawat Sandi, dia menarik nafas terlebih dahulu sebelum masuk. Saat mendengar suara pintu dibuka, Sandi melihat siapa yang datang. Sandi langsung tersenyum senang tapi juga penasaran bagaimana Serena bisa ada disana?"


"Serena."


...----------------...


...----------------...


TBC


LOVE U ALL MMUUAACCHH

__ADS_1


💖💖💖💖💖


__ADS_2