
Balik egen. Terus semangat untuk tunggu ap akyu. lop yu pul dah pokoknya.
Ok capcus
❤️❤️❤️❤️❤️
2 minggu sudah Chintiya dan Morens masih dengan egonya masing-masing.
Sedangkan hari pernikahan yang disepakati oleh mereka tinggal 2 minggu lagi, Chintiya nampak gusar dan bimbang. Pasalnya belum pernah sekalipun Morens mengajak Chintiya untuk mempersiapkan pernikahan mereka, hanya sekali saja mereka pergi ke butik itupun bukan untuk fitting baju pengantin, melainkan hanya mencoba beberapa gaun yang akhirnya tidak jadi dibeli karena Morens beralasan tidak ada yang cocok untuk Chintiya menurut Morens.
Chintya jadi ragu, apakah benar mereka akan menikah. Apalagi sekarang Morens mulai susah di ajak bicara, jika di kantor Morens hanya menanyakan jadwal untuknya hari itu kemudian langsung ke luar untuk meeting ataupun bertemu kliennya diluar. Telpon hanya sekali sehari jika jam makan siang terkadang tidak sama sekali. Mengirim pesanpun hanya di balas nanti ku telpon atau hanya dibaca saja bahkan terkadang tidak dibaca sama sekali. Pulang kerjapun kini Chintiya lebih sering dengan angkutan umum, bila mengantar Morens tidak masuk ke rumah seperti biasanya dengan alasan ada sesuatu yang harus dikerjakan.
Chintya ingin sekali bertanya tentang kelangsungan hubungan mereka, tapi nampaknya kini Morens sangat sulit membagi waktu untuknya. Akhirnya dia mencoba bertanya lagi untuk yang terakhir kali, dia mengirim pesan singkat pada Morens.
ME : Morens jika kau ada waktu tolong hubungi aku, aku ingin bicara soal pernikahan kita.
Pesan sudah dibaca, tapi 5 menit, 10 menit, 30 menit belum juga ada balasan, setelah 1 jam ada pesan masuk yang bertuliskan.
BOSS GILA KU : Nanti ku telpon, aku masih sibuk
__ADS_1
Setelah membaca pesan itu, Chintiya kini memantapkan hati akan keputusan yang akan dia ambil. Setelah ±2 minggu dia merasa terabaikan, terasing dan digantung atas nasib pernikahannya dan hatinya. Dengan segenap keberanian dan keikhlasan yang ada pada dirinya, Chintiya kembali menulis sebuah pesan singkat untuk Morens.
ME : Jika kau masih sibuk, tidak perlu menghubungiku karena aku sudah mendapatkan jawabannya
Setelah mengirim pesan itu, Chintiya langsung menon aktifkan ponselnya. Kemudian dia pergi ke kamar mandi untuk merilekskan tubuh dan pikirannya yang saat ini sedang kalut dan berkecamuk, dia sangat merasa kecewa bukan karena pernikahannya yang gagal tapi dia kecewa karena Morens tidak kunjung memberi kepastian atas semuanya. Chintya sangat tidak suka digantung dengan ketidak jelasan dalam hal apapun, apalagi itu menyangkut hidup dan hatinya.
Selama 1 jam di kamar mandi, Chintiya terus berpikir langkah apa yang harus dia ambil sekarang, karena sangat tidak mungkin jika Chintiya tetap menjadi sekretaris Morens itu bisa membuatnya terus mengingat tentang pernikahan yang gagal, karena dia harus bertemu dengan Morens setiap hari walaupun itu hanya sebentar, tapi bila dia berhenti bekerja itu artinya dia harus mencari pekerjaan baru lagi dan itu sangat melelahkan.
Tapi mau tidak mau, suatu keputusan tetap harus diambil, dan Chintiya sudah menetapkan hatinya untuk suatu keputusan dan besok pagi-pagi dia akan mengatakan kepada Morens sebelum dia keluar kantor lagi.
Setelah itu Chintiya mengakhiri sesi mandinya yang kali ini memakan waktu sangat lama, kemudian dia menuju ke dapur untuk membuat susu hangat dan seporsi roti panggang untuk dibawanya ke dalam kamar, karena dia berniat ingin makan dikamar dan langsung istirahat. Selesai menghabiskan makanannya Chintiya langsung tertidur, karena dia merasa sangat lelah tubuh, hati dan pikiran.
Chintya berniat berangkat lebih pagi dari biasanya, karena dia harus melakukan sesuatu untuk hidupnya sekarang. Dia tiba di gedung itu pada pukul 07.45, dia tau Morens pasti belum datang jadi saat tiba di ruangannya, dia langsung meletakkan tasnya di meja kemudian dia keluar menaiki lift dan menuju ke lantai 4 dimana ruangan HRD berada.
Untung saja kepala HRD saat itu sudah datang dan dia dapat berbicara langsung dengan kepala HRD tersebut. Setelah 15 menit disana, akhirnya Chintiya mendapatkan surat pengunduran dirinya dan untuk kemudian di berikan kepada bossnya yaitu Morens. Begitu tiba di ruangannya Morens belum juga tiba, kemudian Chintiya meletakkan surat itu di meja Morens. Lalu Chintiya ingin menemui Rena, dia ingin menghabiskan waktunya bersama sahabatnya Rena yang 3 hari lagi di pisahkan karena Chintiya sudah tidak bekerja lagi disana. Ya karena surat persetujuan pengunduran diri itu berlaku mulai 3 hari dari hari pengajuannya.
Setelah Chintiya keluar ruangan, Roby masuk ke ruangan itu untuk menyerahkan dokumen yang akan dipakai untuk meeting nanti, karena Morens belum datang jadi Roby meletakkan dokumen itu di meja Morens tepat diatas surat pengunduran diri dari Chintiya. Pukul 09.30 Morens baru datang, dia nampak berjalan dengan terburu-buru, karena tadi dia memang bangun kesiangan dan membuat dia agak sedikit terlambat dan dia juga gugup karena dia belum sempat membaca proposal tentang meeting hari ini.
Begitu sampai di ruangan, dia langsung duduk di mejanya dan melihat dokumen yang disiapkan untuk presentasi meeting nanti. Dia menarik dokumen itu dan tanpa sengaja membuat surat dari Chintiya ikut tertarik dan terjatuh di kolong meja. Morens melihat jam di tangannya waktu sudah menunjukkan pukul 09.50, kemudian Morens bangkit berdiri dan memakai jasnya yang tadi dia buka lalu beranjak ke ruang meeting dengan Roby yang sudah menunggu di depan pintu.
__ADS_1
Tak lama kemudian setelah puas berbincang dengan Rena, Chintiya kembali ke ruangannya dan dia melihat suratnya yang ada di atas meja sudah tidak ada, berarti Morens sudah melihatnya. Dia ingin tau bagaimana reaksi Morens nanti, begitu tau bahwa Chintiya akan berhenti bekerja dari situ.
Setelah 2 jam meetingpun selesai dan itu bertepatan dengan jam makan siang. Sesaat sebelum Chintiya pergi ke kantin Morens masuk ke dalam, Chintiya ingin bertanya pada Morens namun dia urungkan. Chintya ingin Morens yang bertanya kenapa dia mengundurkan diri, tapi diluar dugaan Morens hanya menatapnya sekilas dan berkata.
"Apa kau sudah makan?"
"Belum"
"Makanlah, jangan sampai kau sakit"
Kemudian Morens mulai beranjak pergi, namun dia berbalik wajah dan berkata dengan datar pada Chintiya.
"Aku tidak bisa menemani, aku harus bertemu dengan klien" lalu dia kembali melangkah pergi.
Chintya sangat terpukul dengan sikap Morens, yang semakin lama semakin menjauh. Ada perasaan sedih dalam hatinya karena kebahagiaan akan hubungannya dengan Morens hanya bertahan selama 7 bulan saja.
"Dia bahkan tidak membahas sedikitpun tentang pengunduran diriku, apa dia begitu senang karena aku tidak akan dekat dengannya lagi. Semudah itukah kau melupakan aku, ya semoga keputusan yang aku ambil ini sudah tepat. Dengan begini kita tidak akan saling bertemu dan dapat melupakan satu sama lain dengan seiring waktu"
Chintya sudah tidak bisa menahan air matanya lagi, yang sedari sudah dia larang untuk keluar. Tapi dia memaksa untuk bisa keluar dan dengan jumlah yang banyak. Chintya sudah tidak berselera untuk makan dan akhirnya dia kembali duduk di kursinya dan merenungi nasibnya yang tidak pernah bahagia dalam 10 tahun ini.
__ADS_1