Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
CHAPTER 52


__ADS_3

Hati yang kuat dan teguh adalah hati yang tidak akan pernah melihat sesuatu dari sisi buruknya.


Akan tetapi hati yang mampu menerima positif dan negatif secara bersamaan, terlepas dari baik dan buruknya hati itu sendiri.


(VHE)


❤❤❤❤❤


"Selamat siang, saya ingin bertemu dengan ibu Rancy" ucap pria itu datar


"Apa anda sudah ada janji?" tanya si receptionis


"Tidak"


"Mohon maaf tuan, anda harus membuat janji dulu" ucap receptionis dengan ramah


"Omong kosong" sautnya kesal


"Begini cantik, katakan pada atasanmu Boy ingin bertemu" Boy menyela sambil mengedipkan matanya dan tersenyum pada receptionis itu


"Tunggu sebentar ya tuan" ucap si receptionis malu-malu


Setelah menunggu beberapa saat, mereka berdua dipersilahkan masuk.


"Lambat" celetuk salah satu pria itu, kemudian mereka melangkah menuju ke ruangan yang dimaksud.


"Duh horor gila. Untung gantengnya gak ketulungan. Kalau gak, bisa gatel-gatel w liatnya". gumam si receptionis sambil mengelus dadanya.


Kini mereka sudah berada di depan ruangan yang di tempati oleh Rancy, setelah mendapatkan izin mereka pun masuk ke dalam.


"Hai Rancy" ucap Boy ramah


"Ka... Kalian" jawab Rancy gugup.


"Iya ini kami, kenapa kau kaget begitu?"


Rancy sangat terkejut dengan kedatangan kedua pria itu, untuk apa mereka datang. Rancy dengan segala pemikirannya nampak terlihat gelisah, raut wajahnya terlihat sangat panik. Namun berbeda dengan Boy yang terlihat santai saat bertemu dengan Rancy. Tapi tidak dengan pria yang satunya, pria itu terlihat datar, terdiam tanpa ekspresi yang bisa dibaca oleh orang lain.


"Kenapa kalian datang kemari?"


"Kami... Kami cuma mau bertemu dengan mu saja, apa kamu tidak merindukan kami para mantan bodohmu ini" Boy tersenyum smirk


"Jangan basa-basi, cepet bilang apa mau kalian?" bentak Rancy


"Munafik" sarkas pria yang satu lagi


"Tenang Morens, u udah bikin dia takut" ujar Boy santai


"Cepet ngomong, w gak punya banyak waktu" Rancy menggebrak meja


"Wow relaxs baby , ku lihat sekarang kamu sudah sukses. Apa kamu gak mau bersenang-senang dengan kami" ejek Boy


Rancy menahan amarahnya, dia mengepalkan tangannya dan menggeram mendengar perkataan Boy, sedangkan Morens melihat jijik kepada Rancy.

__ADS_1


"Apa maksud lo, w bukan wanita jalang!"


"Masa sih!, bukannya dulu kamu mendekati kami itu karena uang bukan. Lalu setelah kamu mendapatkan yang lebih dari kami, kamu menendang kami satu persatu." ejek Boy lagi


"Tutup mulut lu" bentak Rancy "W mau panggil security untuk mengusir kalian"


Rancy hendak meraih ponselnya berencana memanggil security, namun belum sempat bicara Morens menyela lebih dulu.


"Kalau lu berani lakuin itu,.w pastiin lu gak bakal bisa hidup dengan tenang."


sarkas Morens


"Kenapa?, apa salah w Morens?" Rancy berpura-pura"


"Cih, gak usah pake masang muka polos lu, w jijik"


"Kamu tega sekali Morens, kamu boleh nolak cinta aku tapi kamu gak berhak hina aku" Rancy berpura-pura sedih


"Itu karena w gak suka sama perempuan ular macam lu"


"Sebenarnya ada apa sih Morens?" Rancy masih kekeh


"Lu tanya ada apa!, ok w kasih tau satu hal yang pasti sebenarnya lu udah tau juga"


"Ngomong apa sih kamu?" hardik Rancy


"Lu kerja sama dengan sekretaris sialan itu buat jebak w kan!"


"Cih, u masih juga akting. Harusnya lu tuh jadi aktris porno aja, karena akting lu tuh jelek banget"


"Hahahaha, lu bener banget Morens" sela Boy


"Sekertaris w Flo, lu nyuruh dia ngasih obat perangsang ke w trus akhirnya w bercinta sama dia. Lalu Chintiya marah try cerain w gitu"


"Wih, asik tuh. Kenapa gak w aja yang lu kasih obat" ejek Boy ke Rancy


"Tapi sayangnya dia gak berhasil, karena w gak tertarik sama perempuan murahan macam dia"


"A... Aku gak lakuin itu" Rancy menjawab dengan gugup disertai keringat dingin diwajahnya


"Satu lagi, lu juga udah bayar orang buat nyulik istri w, ya kan"


"Jangan asal nuduh ya, aku bisa laporin kamu ke polisi atas dasar pencemaran nama baik"


"Mau laporin w, silahkan. Tapi setelah itu w jamin lu gak akan bisa berkeliaran lagi dengan sesuka hati" ancam Morens


"Apa maksudmu?"


Morens melempar sebuah amplop putih, dengan perasaan cemas Rancy mengambil amplop itu.


"Buka" titah Morens


Dengan tangan yang gemetar dan peluh yang membasahi wajah Rancy memberanikan diri untuk membuka amplop putih tersebut. Dia terbelalak saat membaca isi amplop itu, bagaimana bisa Morens mengetahui hal ini, rahasia yang ditutupnya rapat-rapat kini terkuak sudah.

__ADS_1


"Kenapa?, kaget!" sarkas Morens


"Bagaimana kamu bisa tau tentang hal ini Morens?" Rancy bertanya dengan gemetaran


"Lu inget sama pak Diman, mantan supir lu?" tanya Morens


"Pak Diman!, ya kenapa dia?"


"Sekarang dia kerja sama w, dan dia jadi supir pribadi istri w"


"Lalu" Boy mulai penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya


"Apa lu tau alasan dia berhenti bekerja dari tempat lu?"


Rancy menggelengkan kepalanya perlahan.


"Itu karena dia gak mau kerja sama cewek jahat macam lu, dia dengar waktu lu ngomong sama salah satu pegawai dari pihak rumah sakit tempat suami lu dirawat, lu ngasih sejumlah uang ke orang itu buat memalsukan hasil pemeriksaan penyebab kematian suami lu kan. Karena sebenarnya suami lu itu mati karena ketergantungan obat tidur yang lu kasih ke suami lu setiap hari, bukan karena penyakit jantung"


"Ta... Tapi bagaimana dia bisa tau, seinget w waktu itu w dirumah sendirian gak ada siapa-siapa"


"Ya waktu itu suruh dia keluar beli sesuatu, dia lupa bawa dompet dan kembali ke rumah, pada saat itu dia dengar percakapan kalian. Oh ya w juga mau bilang, w udah amanin orang suruhan lu itu, buat bukti siapa tau lu niat kabur"


Boy yang mendengar cerita itu sangat kaget, dia tidak pernah menyangka bahwa wanita cantik seperti Rancy bisa melakukan hal gila macam itu hanya demi harta.


"Wow, you are amazing Rancy. Ternyata lu itu gak cuma cantik, tapi juga licik.


Untung aja bukan w yang jadi suami lu, kalau gak w pasti ngerasain nasib yang sama kaya mantan suami lu" Boy bergidik ngilu


"Sekarang pilihan lu cuma 2, lu pergi dari negara ini dan jangan pernah ganggu w serta istri w, atau lu mau bermalam dengan waktu yang lama dikamar spesial yang berjeruji besi"


Seketika Rancy langsung terduduk lemas, dia sudah tidak memiliki tenaga dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Kini dia hanya pasrah dengan keputusan yang ditentukan Morens atau dia akan dipenjara. Namun bagaimana dengan nasib ibunya yang janda dan tinggal sendiri, ya dia harus menentukan pilihan sekarang.


"Baiklah Morens, aku akan pergi dari negara ini. Tapi tolong jangan laporkan aku ke polisi, kasihan ibuku dia sendirian tidak punya siapa-siapa lagi selain aku"


"Ok, tapi awas kalau w sampai tau u berniat macam-macam lagi"


"Iya aku janji" ucap Rancy lemah


Mereka berdua pun meninggalkan perusahaan itu dengan meninggalkan Rancy dalam keadaan yang linglung dan melamun.


"Morens, selanjutnya apa yang kita lakukan" tanya Boy saat mereka berjalan menuju tempat parkir


"Lu tenang aja, kita masih akan bersenang-senang"


"Really?"


"Yes"


"Kalau begitu let's go"


Maaf baru sempat update


TBC

__ADS_1


__ADS_2