Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S3 - Chapter 9


__ADS_3

Kontes pacuan kuda yang dinanti Mora akhirnya tiba, dia sangat antusias dan sangat tidak sabar untuk mengikuti kontes tersebut.


Mora tengah bersiap-siap di sekitar arena pacu, saat dia mendengar suara seseorang memanggil namanya.


"Princess Mora." teriak Marlon yang terkejut bahwa sepupunya itu mengikuti ajang ini.


Mora melihat ke arah suara, dan tampaklah Marlon dan Mariene yang berjalan menghampiri dirinya.


"Princess ikut kontes ini ya ternyata!" ucap Marlon.


"Jangan panggil gue princess." hardik Mora menatap tajam Marlon.


"Iya iya sorry."


"Hm, kalian sedang apa disini? tanya Mora mengabaikan pertanyaan Marlon sambil mengecek kesiapan dan juga kondisi kuda yang akan dia tunggangi.


"Nonton pacuan kuda lah, masa mau berenang." jawab Marlon asal.


"Mariene, kamu juga datang!" Mora menatap Mariene yang berada di samping Marlon.


"Iya kak, aku lagi gak ada kegiatan. Jadi aku ikut Marlon kesini."


"Kalau gitu kalian cepat masuk, disana ada mommy, daddy dan Zemi."


"Zemi juga datang kak!, kapan dia kembali?" tanya Meriene antusias.


"Beberapa hari yang lalu."


"Kalau begitu, kami kesana dulu ya." pamit Mariene menarik tangan Marlon.


Waktu pertandingan segera dimulai, para jocky mulai memasuki arena pacuan bersama kudanya masing-masing.


Mora begitu serius dan tengah mengamati para kompetitornya, saat menengok ke sebelah kiri, dia terkejut saat melihat seorang pria tengah tersenyum manis padanya.


Mora menarik nafas panjang, kenapa dia harus selalu bertemu dengan orang ini.


"Boss, kamu ikut kontes ini juga!" tanya si pria yang tak lain adalah Mr X.


"Disini aku bukan bossmu, disini aku adalah sainganmu. Jadi jangan sok akrab." ketus Mora, dia sedang malas menanggapi Mr X itu.


"Wuhu, very interesting." Mr X mengedipkan matanya sebelah pada Mora.


Mora hanya menatap datar ke arahnya, bagi Mora kedipan seperti itu tak berarti apa-apa. Dia sudah bosan menanggapi tingkah seperti itu dari para pria genit yang mencoba mendekatinya.


Perlombaan segera dimulai, dalam hitungan ke 3 para jocky tengah memasang ancang-ancang. Begitu bel dibunyikan, semua jocky mulai memacu kudanya untuk berlari secara optimal.


Saat ini posisi Mora tengah berada diurutan ke 3, dan Mr X diurutan ke 2. Mereka saling kejar mengejar agar dapat berada di urutan pertama, saat ini mereka melupakan bahwa mereka adalah atasan dan bawahan saat berada di kantor.

__ADS_1


Mora menyusul Mr X, hingga kini posisi mereka seimbang. Mereka saling mendahului untuk merebut posisi pertama, dan mereka bisa menyalip satu pesaing lain yang tadi berada di posisi pertama.


Kini tinggal mereka berdua di urutan teratas, mereka terus saling berkejaran hingga tersisa satu lap terakhir. Mora kini tertinggal di belakang Mr X, garis finish tinggal 300 meter lagi. Mora sekuat tenaga berusaha menyusul Mr X, namun sepertinya dia harus berpuas diri berada di posisi ke 2, melihat jarak tempuh tersisa 100 meter lagi dan Mora cukup jauh tertinggal.


Namun di saat-saat terakhir, kuda milik Mr X terlihat melaju lebih lambat, dan itu membuat Mora bisa Mendahului Mr X dan akhirnya muncul sebagai pemenang.


Sorak Sorai terdengar dari seluruh pendukung Mora yang tampak bahagia menyambut kemenangan Mora, tapi tidak dengan dirinya. Setelah penyerahan piala dan hadiah oleh panitia, Mora segera mencari keberadaan Mr X.


Saat sudah menemukan dimana keberadaan Mr X, Mora segera meraih tangannya dan dibawanya menuju ke tempat yang lebih sepi. Setelah tiba disana, Mora melepaskan tangan Mr X dan menatapnya tajam.


"Apa maksudmu?" tanya Mora dengan emosi yang tertahan.


"Aku gak ngerti."


"jangan pura-pura bodoh, kamu sengaja mengalah dariku kan tadi." hardik Mora dengan nafas yang naik turun.


"Enggak, buat apa?" elak Mr X.


"Kamu pikir aku bodoh hah!, aku tau kamu sengaja mengalah. Katakan apa maksudmu sebenarnya?"


"Aku benar-benar gak ngerti, kamu memang menang nona Mora dan aku gak melakukan apa yang barusan kamu bilang."


"Cih, omong kosong. Aku jadi curiga, kamu sengaja mendekatiku karena ada maksud tertentu kan. Gak mungkin kita selalu bertemu secara kebetulan. Kamu pasti sudah merencanakan ini bukan!" tuding Mora sambil berkacak pinggang.


"Aku emang punya maksud tertentu." jawab Mr X enteng.


"Sudah ku duga, sekarang cepet ngomong. Apa yang kamu mau, kamu mau uang atau jabatan hah?." tantang Mora to the point, dia sudah jengah dengan tingkah sok baik Mr X.


"Bulshit." Mora membuang muka, malas rasanya melihat wajah sok polos Mr X.


"Aku punya maksud tertentu untuk mendapatkan sesuatu darimu."


"Apa itu?"


"Hatimu untukku, dan dirimu milikku."


"Hahahaha, kau pikir aku percaya. Semua pria itu sama saja, termasuk kau."


"Kamu belum tau siapa aku nona Mora." Mr X menyeringai dan mendekatkan dirinya pada Mora.


Mora memundurkan tubuhnya seraya menjaga jarak dari Mr X.


"Aku gak perlu tahu sia...."


Ucapan Mora terhenti, karena Mr X menarik pinggangnya dan tiba-tiba mencium bibirnya lembut. Mora berusaha untuk melepaskan dari dekapan Mr X, namun ucapan Mr X membuat dirinya mematung seketika.


"Kamu gak akan bisa menghindar dariku, kemanapun kamu pergi aku pasti menemukanmu. Karena kamu cuma milikku." ucap Mr X lembut namun penuh penekanan.

__ADS_1


Mr X kembali ******* bibir Mora dengan sangat lembut, saat mereka sedang terbuai dengan ciuman mereka. Sebuah suara mengagetkan mereka dan membuat pagutan bibir itu terlepas.


"Oh, rupanya ada yang sedang merayakan kemenangan disini." ucap seorang pria.


"Eh, kamu salah paham. Ini bukan seperti yang kamu lihat." Mora mengklarifikasi.


"Bukannya dia pria yang bersama Mora waktu itu ya." batin Mr X sambil mengamati pria itu.


"Ternyata kamu udah berani ya."pria itu tersenyum smirk.


"Enggak, jangan salah paham." Mora terlihat panik.


Mr X hanya terus mengamati interaksi keduanya sambil berdiri dibelakang Mora dan menghirup wangi tubuh Mora.


"Pembohong." pria itu langsung berlalu pergi.


"Tunggu, Zemi." teriak Mora.


Mora ingin mengejar Zemi, tapi Mr X menahan tubuhnya dengan merangkul pundaknya.


"Lepas!!, jangan kurang ajar kamu." bentak Mora.


"Aku sudah bilang kamu cuma milik aku."


"Jangan sembarangan ngomong kamu." hardik Mora.


"Kamu cuma buat aku, dan itu tidak bisa di ganggu gugat." ucap Mr X lantang.


Mora menampar Mr X dengan sekuat tenaga "Brengsek, siapa kamu berani mengklaim diriku sebagai milikmu hah!"


"Katakan, siapa cowok tadi?" tanya Mr X dengan nada serius.


"Bukan urusanmu, kamu gak punya hak untuk tau tentang diriku. Ingat!, kamu cuma asisten pribadiku bukan suamiku, jadi ingat batasanmu." Mora menunjuk wajah Mr X.


"Kalau begitu kamu harus bersiap-siap, karena aku akan menjadi suamimu." Mr X mencium jari telunjuk yang dipakai Mora menunjuk wajahnya.


"In your dreams DAMN!!"


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Like, vote, komen dan hadiah ditunggu ya kak.


TBC

__ADS_1


LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH


💜💜💜


__ADS_2