
Mohon maaf buat semuanya, aku menghilang sesaat kemarin. Apalah daya othor punya urusan lain di dunia nyata, jadi baru sempat mampir ke dunia perhaluan sekarang.
Makasih buat kalian yang masih setia sama cerita aku ini, semoga gak bosan dan bisa tamat ya.
Kalau begitu cekidot 👇👇👇
...****************...
Hari pernikahan Mora dan Xanderpun tiba, seperti yang dikatakan oleh Mora sebelumnya, pernikahan itu hanya dilangsungkan secara sederhana dan hanya dihadiri oleh kerabat dekat saja. Mereka juga hanya melaksanakan pernikahan di rumah kediaman yang ditinggali oleh Mora, meskipun pihak keluarga menolak tapi Mora yang terkenal dengan sifat keras kepala tetap bersikeras pada keinginannya, dan akhirnya pihak keluarga mau tidak mau menyetujui karena Xander menjamin keselamatan dan keamanan Mora.
Sepanjang jalannya acara ijab qobul digelar, tak ada raut wajah kegembiraan dari Mora. Hanya ekspresi datar yang ditunjukkan oleh pengantin wanita kali ini, dan itu diketahui oleh si pengantin pria yang tak lain adalah Xander.
Xander hanya bisa menghela nafas panjang melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh kekasihnya yang kini telah sah menjadi istrinya, dan dia tau apa penyebab utama sikap dingin sang istri.
Setelah selesai mengucapkan ikrar pernikahan, tak ada yang namanya temu sapa dan canda tawa seperti yang terjadi di acara pernikahan pada umumnya.
Xander memilih mengajak sang istri menuju kamar agar sang istri yang kondisinya belum pulih dapat segera beristirahat, dia juga ingin membicarakan sesuatu hal yang penting pada sang istri.
Para orang tua dan kerabat memaklumi apa yang terjadi diantara mereka berdua, dan memang sudah seharusnya Xander sebagai kepala keluarga memberikan solusi dan jalan terbaik agar semuanya berjalan dengan lancar.
Begitu tiba di kamar, Xander memindahkan tubuh Mora dari kursi roda ke atas ranjang pengantin mereka. Setelah itu, Xander duduk tepat dihadapan sang istri.
Xander menggenggam kedua tangan Mora lalu mencium punggung tangan keduanya secara bersamaan "Sayang." panggilnya pada Mora yang tanpa jawaban sedikitpun.
"Bu boss." panggilnya lagi.
"Nyonya Manson." kali ini panggilan yang disertai dengan sedikit tekanan.
Mendengar Xander sedikit membentak, Mora mengangkat wajahnya yang sedari tadi menunduk dan menatap tajam mata Xander.
Xander membuang nafas kasar Sebelum bicara "Sayang, ayo ngomong dong. Masa aku didiemin aja sih dari tadi." rayunya dengan nada melunak.
__ADS_1
"Aku harus ngomong apa?" tanya Mora ketus.
"Ya terserah kamu!!, kamu mau tanya apa?, atau kamu mau ngomel sama aku juga boleh. Biasanya kamu kan galak sama aku, aku udah lama loh gak liat kamu ngomel." Xander mengecup pipi Mora yang masih dipenuhi dengan riasan pengantin.
"Gak ada yang perlu aku omelin dan aku omongin." jawab Mora datar.
"Kamu gak senang nikah sama aku?" Xander menatap intens wajah Mora.
Mora tersenyum smirk "Apa aku harus senang!, ditinggal pergi setelah menjadi pengantin!!"
"Kita udah bahas tentang ini kan!!"
"Ya memang!!. Maka dari itu, sekarang gak ada yang perlu diomongin lagi kan."
Xander mengusap wajahnya kasar "Mora, aku juga gak mau kaya gini. Tapi mau bagaimana lagi?, ini udah jadi tugas aku sebagai prajurit. Kamu harus ngerti aku."
"Jadi aku harus ngerti kamu!!, Heh. Sedangkan kamu gak ngerti aku, kamu tau gak bagaimana perasaan aku?. Mana ada istri yang rela ditinggal pergi suami yang baru saja menikah menjalankan tugas berbahaya, dan juga aku cuma bisa harap-harap cemas sama keselamatan kamu disana." Mora menjeda ucapannya sesaat sambil mengatur nafas yang memburu menahan gejolak amarah dan takut yang dia rasakan "Aku tau itu konsekuensinya sebagai seorang istri prajurit, tapi kenapa aku harus jatuh cinta sama kamu dan nikah sama kamu?"
"Jadi kamu nyesel nikah sama aku dan jadi istri aku?" Xander menatap sendu wajah Mora, ada raut wajah kekecewaan yang ditunjukkan oleh Xander disana.
Xander segera meraih tubuh Mora kedalam dekapannya "Jangan ngomong kaya gitu sayang!!, aku sangat merasa bersyukur memiliki kamu dan mempunyai istri kaya kamu. Kamu itu selain cantik, tapi juga mandiri dan cerdas. Kamu juga tegas dan gak gampang ditindas, itu yang bikin aku penasaran sama kamu.
Apalagi sekarang ini, aku semakin bersyukur dengan keadaan kamu saat ini. Karena dengan begini, aku serasa dibutuhkan sama kamu, aku bisa selalu dekat kamu buat rawat kamu. Kalau biasanya kamu itu selalu berbuat semau kamu dan tanpa bantuan aku, tapi kalau sekarang kamu selalu butuh aku kan!.
Jadi, jangan pernah berpikir kalau kamu itu menyusahkan dan jadi beban buat aku. Itu sama sekali gak benar sayang." Xander mengecup pucuk kepala Mora lama.
"Tapi Xan, aku benar-benar mau ikut kamu kesana. Aku gak akan bisa tenang disini."
Xander berpikir sejenak mencoba mencari jalan keluar untuk semuanya "Ok, aku bakal coba bilang ke pusat buat mengundur waktu keberangkatan sebulan lagi. Selama sebulan kalau kamu bisa pulih, aku akan bawa kamu kesana. Bagaimana?, kamu bisa!"
"Ok, aku yakin pasti bisa. Asal kamu terus dampingin aku selama terapi."
__ADS_1
"Of course baby."
"Ok. Aku udah gak sabar nunggu kita beraksi disana, macam Mr & Mrs Manson yang kaya film action sejoli itu."
Xander mencubit hidung mancung Mora "Kamu, udah mikir kejauhan aja. Yang penting sembuh dulu."
"Ay ay capten." jawab Mora seraya mengangkat tangan memberi hormat.
"Nah!, kalau begitu sekarang bisa dong upacara." ucap Xander lirih setengah berbisik.
"Upacara!!" tanya Mora bingung.
"Iya, upacara pengantin baru." Xander menaik turunkan alisnya.
"Tapi aku kan masih kaya gini, mang kamu tega?"
"Aku bakal hati-hati kok."
"Ya udah, tapi pelan-pelan ya. Jangan kasar, kaya biasanya."
"Asiap Bu boss, nanti kalau aku salah. Aku siap ditambahin hukumannya."
"Ah preettt."
"Yes, upacara di mulai." Xander bersorak bak anak kecil mendapat permen.
......................
......................
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTENYA DAN JUGA LIKE.
MAKASIH...😘😘😘