Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
Chapter 17


__ADS_3

Telp di meja Chintiya berbunyi.


"Hallo"ucap Chintiya.


"Mbak, ini ada ibu Rancy dari MENTARI GROUP apa bisa langsung ke ruangan?"tanya Amel si receptionis.


"Sebentar ya" ucap Chintiya sambil menutup speaker telponnya.


"Morens,,, dibawah ada ibu Rancy. apa bisa kau temui?" tanya Chintiya.


"Suruh masuk" jawab Morens dengan malas.


"Hallo mel, suruh langsung kesini ya" ucap Chintiya kepada Amel kembali.


"Iya mbak"


Tak berapa lama terdengar ketukan pintu. Rancy masuk setelah mendapat izin masuk.


"Selamat siang Morens" ucap Rancy.


"Hmmm, ada perlu apa kau kesini?" jawab Morens sambil tetap menatap layar laptopnya.


"Apa bisa kita bicara berdua" ucap Rancy sambil melirik ke arah Chintiya.


"Kalau begitu saya permisi keluar pak" ucap Chintiya kepada Morens.


"Siapa yang menyuruhmu keluar?"


"Em tapi bapakkan ada pembicaraan penting dengan ibu Rancy"


"Penting atau tidak, sebelum aku menyuruhmu keluar berarti kau tidak boleh keluar"


"Tapi Morens aku ingin bicara yang privasi" ucap Rancy.


"Kalau kau ingin bicara, bicara sekarang. Kalau tidak, kau bisa pergi sekarang" jawab Morens ketus dengan tatapan matanya yang tajam.


"Baiklah, begini Morens. Aku ingin minta maaf padamu tentang sikapku dulu, mungkin aku belum berfikir dewasa waktu itu"


Morens diam saja tanpa berkomentar apapun. Rancy melanjutkan ucapannya tapi sebelum itu dia melirik ke arah chintiya "Sebagai permintaan maaf bagaimana bila kita makan malam berdua"


Chintya yang sedari tadi hanya terus mengerjakan tugas nya, tetapi memasang telinga nya dengan seksama mendengarkan semua yang diucapkan Rancy.


"Sebenarnya apa hubungan mereka berdua, tapi kenapa Morens sepertinya sangat membenci wanita ini"batin Chintya.


"Bagaimana Morens, apa kau mau?" tanya Rancy.


Morens bangun dari kursinya dan berjalan menuju meja Chintiya


"Aku ingin bicara 2 hal padamu. pertama aku sudah melupakan semua yang kau lakukan, dan aku juga sudah mengubur dalam-dalam semua tentang mu, dan yang kedua untuk malam ini dan malam-malam seterusnya aku akan makan malam dengan".. Morens menarik Chintiya dari duduknya dan merangkul pinggang Chintiya, "calon istriku ini Chyntia" sambung Morens lagi.


Sontak Cynthia dan Rancy melotot mendengar ucapan Morens.


"Jadi jawaban sudah jelas bukan, dan kalau sudah tidak ada yang ingin dibicarakan kau boleh pergi" ucap Morens lagi.


"Kau tidak bisa bersikap seperti ini padaku Morens, kau lihat saja nanti"


Rancy langsung beranjak pergi dari ruangan Morens, tapi dia melirik sinis Chintiya sesaat sebelum keluar.


Setelah Rancy pergi, Chintiya langsung menepis tangan Morens yang ada di pinggang nya.

__ADS_1


"Tuan Morens yang terhormat, jika bapak memiliki urusan pribadi dengan ibu Rancy. Tolong jangan sangkut pautkan saya, saya tidak ada hubungannya dengan kalian"


"Siapa bilang tidak ada hubungannya!!"


"Ya hubungan kita adalah boss dan sekretaris, dan itu hubungannya dengan pekerjaan. tidak lebih dari itu"


"Tapi saya menganggapmu lebih dari sekertaris saya"


"Apa maksudnya?"


Morens menarik pinggang Chintiya lagi dan langsung memeluk Chintiya, Chintiya mencoba berontak tapi dekapan Morens sangat erat.


"Dengarkan aku Chintiya, sejak pertama kali aku melihat mu aku merasa ada sesuatu yang berbeda pada mu. Itu sebabnya aku menjadikanmu sekretaris ku, bukan hanya karena aku rasa kau cocok dengan tugas ini, tapi juga karena aku ingin lebih dekat dengan mu. Lalu kenapa aku meletakkan mu satu ruangan dengan ku, karena aku ingin leluasa melihat wajah mu. Sebelum nya aku tidak pernah melakukan itu"


"Berarti itu sejak aku melakukan interview denganmu!!" tanya Chintiya


"Bukan,,, tapi sejak kau menabrakku"


"Jadi kau ingat"


"Iya... dan aku juga sebenarnya terkejut kau melamar pekerjaan disini"


Chintya melepaskan diri dari pelukan Morens, dia hendak menjauh dari Morens tapi Morens tetap menggenggam tangan Chintiya.


"Jadi apa kau juga memiliki perasaan yang sama padaku"


"Aku tidak tahu Morens" Chintiya perlahan mencoba melepaskan genggaman tangannya dari Morens.


"Aku mau ke toilet" ucap Chintiya.


Morens hanya terdiam terpaku tanpa bicara apa-apa.. Setelah Chintiya sampai di toilet dia langsung membasuh mukanya dan menatap dirinya di cermin, dia juga bicara pada dirinya sendiri.


"Sebenarnya aku juga merasakan getaran yang sama, tapi aku tidak tahu perasaan apa ini. Aku takut memiliki perasaan itu lagi karena aku tidak ingin itu terjadi lagi padaku. Aku juga merasa nyaman dengan mu" gumam Chintiya.


"Apa kau sudah selesai, ayo aku antar pulang" ucap Morens.


Sepanjang perjalanan hening tanpa ada yang membuka suara hingga akhirnya sampai di depan rumah Chintiya, ketika Chintiya ingin keluar dari mobil, Morens menarik tangan Chintya.


"Maafkan aku, jangan pikirkan soal yang tadi. Yang terpenting aku masih bisa tetap dekat dengan mu"ucap Morens.


"Aku juga minta maaf, aku cuma enggak mau terluka lagi. jadi aku belum sepenuhnya membuka hatiku lagi"


"Sudahlah, jangan dipikirkan"


"Kalau begitu aku masuk ya, terima kasih"


"Hei ini tidak gratis"


"Hah, dasar kau boss perhitungan"


"Aku akan minta bayaranmu nanti ok"


ucap Morens sambil mengedipkan matanya dan berlalu pergi.


"Dasar pria aneh"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Seperti biasa setiap pagi Sandi menjemput Chintiya, tapi hari ini dia sengaja datang lebih awal. Dia mengirim pesan ke Chintya.

__ADS_1


"Aku sudah didepan" SEND


"Apa tidak salah, aku belum siap" SEND


"Tidak apa aku tunggu"SEND


"OK .. 5 menit lagi" SEND


Tepat 5 menit Chintiya keluar dari rumahnya dengan terburu-buru.


"Hai tumben sudah datang, kamu gak lagi mabok kan!!"


"Maksudnya?"


"Aku takut kamu kemarin minum alkohol tapi maboknya sekarang"


"Haha bisa aja, aku mau ajak kamu sarapan bareng"


"Oh,, ok"


Setelah sampai di tempat makan, mereka langsung memesan sarapan. 10 menit kemudian pesanan mereka datang.


"Apa kau senang bekerja disana?"tanya Sandi.


"Senang"jawab Chintiya singkat.


"Apa kau tidak ada keinginan pindah kerja?"


"Tidak, aku sudah nyaman bekerja disana. Memang nya ada apa Sandi?"


"Sebenarnya aku ingin kau bekerja di tempat ku"


"Bukannya kau sudah ada sekertaris dan asisten!!"


"Aku ingin dekat dengan mu Chintiya"


"Bukankah kita sudah dekat!!"


"Ya,, tapi aku ingin lebih dekat dengan mu, ingin mengenalmu lebih dalam dan ingin terus sama kamu"


Chintya hanya menatapnya sambil mengerutkan keningnya.


"Aku menyukai mu Chintiya, aku ingin kita lebih dari teman"ucapnya sambil menggenggam tangan Chintya.


"Maaf Sandi aku tidak bisa, aku menganggapmu seperti kakakku sendiri. Jangan rusak hubungan ini dengan perasaan yang lebih yang membuat kita berdua tidak nyaman"


Chintya melirik jam di tangannya.


"Emm Sandi aku sudah harus sampai kantor sebelum terlambat"


"Baiklah ayo"


Sesampainya di kantor


"Terima kasih Sandi, aku ingin kita tetap bisa berteman baik"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


**MAAF BARU UP, BABY LAGI REWEL

__ADS_1


TAPI JANGAN LUPA JEMPOLNYA YA KAK... BIAR AKU TAMBAH SEMANGAT


LOVE U ALL ❤️❤️❤️❤️❤️**


__ADS_2