
Sudah 3 hari ini Xander pergi ke Perancis, dia kesana untuk mengikuti kejuaraan Anggar yang diadakan setiap 2 tahun sekali.
Dia kesana bukan karena semata-mata untuk mengikuti lomba tersebut, dia kesana karena sebelumnya dia mendapatkan informasi bahwa Bernard selalu ikut berkontribusi dalam acara tersebut.
Disana Xander ingin mengetahui dan menangkap seorang Bernard Alfonso di hari perlombaan yang jatuh pada hari ini.
Di ruang persiapan, Nina lari dengan tergopoh-gopoh menghampiri Xander yang tengah bersiap-siap.
"Boss." ucap Nina terengah-engah begitu tiba di hadapan Xander.
"Ada apa?, kenapa terburu-buru?"
"Saya mau melaporkan sesuatu." memasang raut wajah panik.
"Ada apa?"
"Saya baru saja mencari data para peserta yang berlaga pada hari ini, dan disana tidak ada nama dari Bernard Alfonso. Begitu saya tanya pada pihak panitia, mereka bilang tuan Bernard mengundurkan diri sehari sebelumnya." jelas Nina dengan lancar.
"****!!, apa dia tau kita sengaja mencarinya."
"Sepertinya dia memang sengaja memancing kita untuk pergi kesini, agar tuan tidak berada dekat dengan nona Mora. Dan sayangnya, kita masuk dalam jebakannya."
"Brengsek!!, Bagaimana dengan Mora?"
"Nona Mora, berangkat ke Amerika kemarin sore."
"Apa?, berikan ponselku."
Nina menyerahkan ponsel milik Xander, dia segera mencari kontak nama My Love di ponselnya. Terdengar tanda panggilan memanggil, namun sudah beberapa kali masih tidak ada jawaban.
Xander mengumpat marah, dia merasa khawatir dan kesal. Kenapa Mora pergi ke Amerika tiba-tiba dan tanpa memberi taunya, apalagi kini panggilannya juga tidak di jawab.
Xander segera berdiri untuk kembali ke hotel. "Batalkan ke ikut sertaanku." ucap Xander pada Nina sambil melangkah pergi.
"Siap."
Xander kembali ke kamar hotelnya, di dalam perjalanan dia masih berusaha menghubungi Mora, namun masih tetap belum ada jawaban dari sana.
"****!!"
__ADS_1
Xander beralih menghubungi seseorang untuk menyiapkan tiket untuk keberangkatannya ke Amerika. Dia harus segera menyusul Mora kesana, entah kenapa firasatnya merasakan ada yang tidak beres.
Begitu tiba di hotel, Xander secepat kilat berganti pakaian dan mengambil keperluannya yang penting. Sisanya akan diurus oleh Nina nanti.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di belahan dunia yang lain.
Seorang wanita tengah terburu-buru berjalan memasuki area parkir bandara dimana jemputan untuk membawanya ke tempat tujuan sudah menunggu.
Wanita itu adalah Mora, begitu mendapat kabar dari Sandi bahwa kondisi Serena kembali memburuk bahkan hingga drop, Mora langsung bergegas terbang ke Amerika untuk melihat langsung kondisi Serena.
Mora bahkan lupa setelah turun dari pesawat, dia tidak mengaktifkan kembali ponselnya, dan tidak memberi kabar pada Xander. Hingga berkali-kali Xander menghubungi tapi tidak bisa.
Mora langsung masuk begitu melihat papan nama atas dirinya, di dalam perjalanan Mora sibuk menghubungi Sandi dan tidak memperdulikan arah kemana mobil melaju.
Setelah hampir 60 menit, Mora baru merasakan adanya keanehan dengan arah tujuannya. Seingatnya, jarak tempuh dari bandara internasional John F Kennedy ke rumah sakit tempat Serena dirawat, hanya memakan waktu ±40 menit. Namun ini sudah hampir 1 jam dan dia belum juga sampai, Mora juga memperhatikan bahwa jalan yang mereka lalui bukanlah jalan menuju ke rumah sakit.
"Sir, where we going?" tanya Mora pada si supir.
"Hospital of course."
"Yes madame."
Mora mengambil sesuatu dari dalam kantong blazernya lalu sepersekian detik dia menempelkan benda tersebut di leher si supir itu.
"Tell me, Who Are you?. I ask you again, where we going?"
Supir tersebut tidak berkata apa-apa, namun mobil mendadak terhenti karena si supir tiba-tiba menginjak pedal rem dengan kuat hingga membuat pisau kecil yang di pegang Mora terlepas dari tangannya.
Supir itu menarik tangan Mora yang tadi memegang pisau di leher si supir, terjadilah perkelahian di dalam mobil antara Mora dan supir itu.
Mora mengikat leher pria itu menggunakan tali tas miliknya, supir itu membalas Mora dengan menyikut perut Mora yang berada di sampingnya, dan membuat Mora tersungkur ke belakang dan membentur pintu mobil.
Pria itu menindih tubuh Mora dan mencekik kuat lehernya, Mora hampir kehabisan nafas. Biar bagaimanapun dia kalah tenaga dari pria ini, namun bukan Mora namanya bila tidak bisa melawan.
Dalam keadaan yang sudah tersudut, Mora mencoba meraih handle pintu. Setelah itu dia membuka pintu dan menendang buah simanalagi milik pria itu dan akhirnya melepaskan cengkraman tangannya yang berada di leher Mora.
Mora tidak menyia-nyiakan kesempatan dan mendorong tubuh pria itu hingga terjungkal ke tanah.
__ADS_1
Mora segera menutup pintu itu kembali dan menguncinya dari dalam, kemudian Mora segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan pria itu menuju ke rumah sakit.
20 menit kemudian, Mora tiba di rumah sakit. Dia segera menuju ke ruangan dimana Serena berada, namun alangkah terkejutnya dia begitu membuka pintu kamar inap. Mora melihat kamar yang ditempati Serena terlihat berantakan dan tidak nampak Serena, Sandi ataupun Mariene.
Mora mencari keseluruhan sudut kamar itu, dia mencoba mencari ke kamar mandi. Namun yang dia temukan hanyalah 4 orang suruhan Xander yang ditugaskan untuk menjaga Sandi dan keluarganya dalam keadaan terikat menjadi satu dan tidak sadarkan diri.
Mora hendak mendekati mereka guna membuka ikatan itu dan menyadarkan mereka. Namun sesaat sebelumnya, dia merasakan bagian belakang kepalanya seperti dihantam sesuatu dan kemudian pandangannya menggelap lalu tak sadarkan diri.
Mora menggeliatkan tubuhnya, namun dia merasa sangat sulit untuk digerakkan. Perlahan dia mencoba membuka mata, walau kepalanya masih terasa berat.
Mora mengerjapkan matanya, dan dia melihat bahwa dia tengah berada di salah satu ruangan yang sedikit gelap, lembap dan juga dingin. Dia yakin bahwa ini adalah ruang bawah tanah, tapi siapa yang melakukan ini padanya.
Saat masih di tengah kebingungan, tiba-tiba terdengar suara derap langkah kaki yang sedang berjalan menuju ke arahnya. Begitu tiba dihadapan Mora, cahaya yang gelap membuat Mora tidak dapat mengenali siapa pria yang tengah berada dihadapannya.
"Hallo nona Mora."
"Siapa kau?"
"Aku!!, kau pasti tidak mengenalku bukan?… Tapi aku yakin kau pasti sudah pernah mendengar namaku.”
ucap seorang pria yang baru saja datang itu.
" Memangnya siapa kau?, artis!!. Artis saja aku tidak kenal, karena itu tidak penting. Apa lagi kau!!" jawab Mora tanpa rasa takut.
Pria itu menyeringai "Ternyata rumor itu memang benar, seorang Mora Hadinata itu beda dengan wanita yang lain."
"Nah!!, itu tau. Sekarang cepat katakan siapa kau?"
Pria itu menyalakan lampu "Aku adalah Dominic."
...----------------...
...----------------...
Nah loh!! Saha eta Dominic.
Kalau banyak yang kasih vote sama hadiah, aku up dobel.
Haha maksa iyeu othor....
__ADS_1
TBC