Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S3 - Chapter 10


__ADS_3



Mora tiba di rumahnya, dengan raut wajah yang tidak bersahabat. Hari ini dia memilih untuk pulang ke rumah orang tuanya, karena dia ingin menjelaskan sesuatu hal yang pasti mereka sudah tau dari Zemi.


Mora tiba dirumah saat jam menunjukkan waktu makan malam, Begitu tiba Mora melihat seluruh keluarganya sedang menikmati makan malam.


Disana sudah berkumpul Morens, Chintiya, Zemi dan tak ketinggalan Marlon juga Mariene. Saat tiba di ruang makan Mora disambut dengan senyuman yang seolah sedang mengintimidasi dirinya.


"Oh anak mommy datang." sambut Chintiya berdiri menghampiri Mora.


"Apa aku mengganggu?" tanya Mora yang aneh dengan tatapan mereka.


"Of course not honey, come join us." Chintiya mengajak Mora duduk di meja makan.


"Hai dad." sapa Mora sambil mencium pipi Morens.


"Congratulation my princess."


"Thanks dad." Mora duduk disebelah Chintiya.


"Kayanya lagi ada acara nih." ucap Mora sambil meminum jus yang sudah tersedia di meja makan.


"Of course, kami merayakan kemenanganmu."jawab Morens dengan tersenyum smirk.


"Tapi gak ada yang kasih tau aku."


"Gimana mau kasih tau, kamu kan lagi asik rayain sama pujaan hati kan." jawab Zemi menimpali.


"Oh realy!" Marlon antusias dengan pembahasan ini.


"Ini gak kaya yang kamu pikir Zemi." Mora melotot menatap Zemi.


"Eleh, bilangnya fokus sama kerjaan. Gak taunya sibuk mesra-mesraan, di tempat umum lagi." ejek Zemi.


"WHAT!!" Morens membelalakkan matanya.


"Oh my god."Chintiya terperangah.


" Shut up Zemi." Mora menatap tajam Zemi.


"Oh akhirnya, ada juga cowok yang bisa menaklukkan singa betina ini."


goda Chintiya.


"Mom." protes Mora.


"Apa dia tampan Zemi?" tanya Mariene.


"Of course, kalau gak tampan mana mungkin dia mau." cibir Zemi.

__ADS_1


"Realy?" tanya Mariene, dan Zemi mengangguk.


"Siapa cowok itu sayang?" Morens menimpali.


"Dad, come on." jawab Mora frustasi.


"Oh aku jadi penasaran, bagaimana tampang calon kakak ipar." goda Marlon.


"DAMN!!, kalian menyebalkan." Mora beranjak meninggalkan meja makan dan menuju ke kamarnya yang dulu.


Setelah tiba di kamar, Mora merebahkan dirinya di ranjang. Hari ini dia merasa sangat lelah, lelah badan dan lelah pikiran karena ulah Mr X, belum lagi keluarganya yang terus menerus menggodanya.


"SIAL!!, semua gara-gara si X-men gadungan itu." umpat Mora.


Mora memutuskan untuk menenangkan diri dengan berenang, dia menuju ke kolam renang melalui pintu samping.


Sedangkan yang lain, terkejut karena mendengar suara air yang berasal dari arah kolam. Mereka menuju kesana dan melihat siapa yang berenang malam-malam begini.


Begitu tau siapa yang ada di kolam, Mariene mengambil ponselnya dari tas dan segera mengabadikan momen tersebut. Lalu dia unggah di laman sosial miliknya dengan caption (My sister's so sexy).


Mora tidak sadar bahwa banyak pasang mata yang menyaksikan dirinya, karena dia terlalu asik bermain-main di air.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Oxen, kamu sudah cek laporan dari departemen keuangan?" tanya Mora sambil menatap layar laptopnya.


"Hm, saya udah kasih ke Mr X." jawab Oxen sambil menatap layar ponselnya.


"Iya udah." jawab Oxen masih serius dengan ponselnya.


"Kamu gak makan siang Oxen?"


Tak ada jawaban dari Oxen, dan hanya terdengar suara. "Wow so sexy."


Karena penasaran dengan apa yang di lihat oleh Oxen, Mora menghampiri sekertarisnya yang masih asik menatap layar ponselnya.


Entah apa yang di lihat oleh Oxen, hingga dia begitu antusias bahkan sampai tidak menyadari akan keberadaan Mora disampingnya.


Mora membelalakkan matanya seraya menahan amarah akan apa yang dilihat oleh Oxen, bagaimana gambar dirinya yang sedang berenang tadi malam tersebar di media sosial.


"Oxen!!"bentak Mora tepat di samping telinganya.


Oxen terperanjat kaget mendengar suara Mora yang begitu menggelegar mengalahkan suara petasan tahun baru, Oxen sampai melompat dari duduknya hingga menyebabkan ponselnya terlempar.


Namun di saat yang bersamaan, Mr X masuk karena mendengar suara Mora yang begitu nyaring. Begitu dia masuk, dia disambut dengan sebuah ponsel yang terbang ke arah wajahnya. Untung saja Mr X sigap dan menangkap ponsel itu, kalau tidak mungkin wajah tampannya akan menjadi korban insiden ponsel terbang.


" Oxen, berani-beraninya kamu menatap tubuhku." Mora berkacak pinggang dengan dada yang naik turun.


"Boss, i....itu."


"Dari mana kamu dapat gambar itu?" geram Mora menatap tajam Oxen."

__ADS_1


"Sa.. Saya liat dari laman sosial milik no,,,nona Mariene." jawab Oxen terbata-bata melihat tatapan mata Mora yang seakan ingin menelannya bulat-bulat.


"Jangan bohong kamu, apa kamu menguntit kegiatanku?. Mana ponselmu?, aku curiga jangan-jangan kau menyimpan banyak gambar yang lain."


Mendengar itu, Mr X melihat ke arah ponsel yang dia tangkap. Mr X menatap kagum pada gambar yang ada di ponsel Oxen.


Dimana di foto itu, nampak Mora tengah berenang dengan menggunakan swim suite berwarna merah yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih bersih. Gambar itu juga menampilkan kaki jenjang dan punggung Mora yang terekspos sempurna.


"Oh God, you are so beautiful. So perfect body." gumam Mr X yang masih bisa didengar oleh Mora dan Oxen.


Mora melihat bahwa Mr X tengah mengamati ponsel milik Oxen yang dia yakini masih menampilkan gambar dirinya tadi.


"X-men kembalikan ponsel itu." hardik Mora.


"Apa ini milikmu?, aku rasa bukan." jawab Mr X enteng.


"Itu milikku Mr." timpal Oxen.


"Nah udah tau kan itu punya siapa?, jadi cepet balikin." Mora mengadahkan tangannya meminta ponsel yang Mr X pegang.


"Oxen gak minta ponsel ini!, tapi kenapa kamu yang repot nona." cibir Mr X.


Mora menarik nafas dalam-dalam, menghadapi Mr X membuat darahnya serasa mendidih. Mora harus menggunakan cara lain, dia tidak bisa mengahadapi pria ini dengan sama-sama keras.


"Jadi kamu gak mau balikin ponsel itu!" Mora berkata dengan lembut dan berjalan menghampiri Mr X.


"Ya, kalau aku gak mau, apa yang mau kamu lakukan?" tantang Mr X.


"Kamu yakin mau tau." Mora memainkan jarinya di dada bidang Mr X.


Mr X menahan nafas saat merasakan gerakan jemari tangan Mora yang bermain di dadanya dengan begitu lembut.


"Kamu mau aku bermain halus atau kasar, atau kamu mau keduanya." ucap Mora tepat di telinga Mr X dan meniup telinga itu.


Mr X menegang merasakan sapuan nafas Mora yang bermain di telinganya. Tanpa sadar Mr X menarik pinggang Mora hingga tubuh mereka kian menempel.


"Aku mau merasakan keduanya." Mr X menatap penuh damba pada Mora.


"Kamu yakin." Mora mengalungkan tangannya.


Mereka berdua lupa bahwa di dalam ruangan itu bukan hanya ada mereka, tapi disana juga terdapat sesosok makhluk jomblo yang sedang menikmati live performance antara boss dan asistennya.


"Pertunjukan yang menarik."


...----------------...


...----------------...


TBC


LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH

__ADS_1


💜💜💜


__ADS_2