Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
Chapter 62


__ADS_3

Mohon maaf ekye baru sempet up, karena 2 hari kemarin aku dan baby ku kompak tepar bersama. Si kakak juga badannya minta di servis ke tukang urut, alhasil gak bisa update deh.


Nih aku usahain up sedapatnya deh.


Makasih


👇👇👇👌👌👌


Hari ini keadaan Chintiya sudah jauh lebih baik dan dia diperbolehkan untuk pulang, namun dia harus tetap melakukan cek secara rutin dan berkala juga harus selalu mengkonsumsi vitamin yang sudah diresepkan oleh dokter kandungan.


Saat ini Chintiya tengah sarapan pagi, Morens dengan sabar menyuapi istrinya sambil menunggu keluarganya datang dan bergantian menemani Chintiya.


Setiap hari selepas pulang dari kantor, Morens langsung menuju ke rumah sakit. Sedangkan untuk pakaian ganti sudah disiapkan oleh BI Nal dan diantar oleh pak Diman ke rumah sakit.


"Sudah Morens, aku kenyang"


"Tanggung sayang, dikit lagi nih"


"Gak mau, ntar aku malah muntah"


"Ya udah. Oh ya sayang, hari ini kamu sudah boleh pulang kok"


"Beneran!"


"Iya, tadi pagi aku udah tanya sama dokter jaga dan kamu sudah diizinkan pulang. Tapi tetep harus tunggu aku, baru kamu bisa pulang"


"Kenapa harus tunggu kamu?, kan nanti aku bisa pulang sama mommy. Lagian mang kamu gak sibuk?"


"Oh gak, hari ini aku cuma ada pertemuan dengan klien. Selebihnya Roby yang urus"


"Huh, ya udah deh" Chintiya berucap pasrah sambil menghembuskan nafas kasar.


Tak lama kemudian pintu kamar inap dibuka dan menampilkan duo girang yang super ceria.


"Assalamualaikum" ucap duo girang kompak.


"Walaikumsalam" jawab pasangan suami istri bersamaan.


"Im coming ladies and gentleman" ucap Serena.


"Im coming too kids" saut mommy Lexi, sambil merentangkan tangannya.


"Morning, wanita-wanita cantik" sapa Chintiya.


"Uh kakak ipar, my sister. You are the best, top markotop, semakin di depan yang lain jauh ketinggalan" Serena memuji Chintiya.


"Huh, biang rusuh datang" ejek Morens.


"Hei kakakku yang tua. Lebih baik dirimu cepet pergi deh, jangan ganggu kesenangan kami para kaum hawa" ucap Serena Sambil mengibaskan tangannya.


"Ceritanya ngusir nih, awas ya kamu kalau ngajarin aliran sesat sama Chintiya" ancam Morens.


"Uluh-uluh sensian ih, jangan marah-marah terus ntar muka kakak jadi banyak kerutan. Trus kakak ipar cari suami baru yang lebih muda dan tampan tentunya, iya kan kak?" tanya Serena pada Chintiya, yang hanya ditanggapi dengan senyuman.


"Sudah sayang, gak usah berdebat lagi. Biar kamu makin tambah tua, tambah keriput dan gak tampan lagi, aku pasti tetap" rayu Chintiya.

__ADS_1


"Tetap apa?" tanya Morens penasaran.


"Tetap cari yang baru lah" jawab Chintiya dan hal itu membuat Serena tertawa terbahak-bahak.


Morens merasa sangat kesal karena sudah ditertawakan oleh adiknya yang super nyebelin itu.


"Sayang.... Awas kamu ya, tunggu pembalasan aku" Morens menyeringai.


"Ih, kamu mah dendam. Ya udah kamu berangkat, ntar keburu siang lagi" Chintiya merapihkan dasi Morens.


"Ya udah aku berangkat sulu, da sayang" Morens mencium kening Chintiya dan Chintiya mencium punggung tangan Morens.


"Spirit sayang" Chintiya menyemangati


"Mom, aku pergi dulu. Sera jaga Chintiya, awas jangan ajari yang enggak-enggak" pamit Morens pada mommy Lexi dan Serena.


"Iya kakakku yang bewel"


Setelah Morens pergi, trio cabe rawit ini asik berbincang-bincang sampai tidak terasa memasuki jam makan siang.


"Oh ya kak. Aku ingin ke kantin, aku lapar. Apa kakak mau titip sesuatu?"


"Em gak usah, ntar aja aku titip Morens"


"Loh titip aku aja, gak papa kok!"


"Iya, tapi aku maunya Morens yang beli"


"Ulala, debay manja ih. Mau makan aja harus daddy yang beli, kenapa gak mau sama onty aja sih!" Serena mengajak bicara perut Chintiya dengan gaya bicara yang dibuat imut.


"Mom mau aku bawain sesuatu?"


"Mommy titip jus alpukat aja ya"


"Ok. Aku pergi dulu ya, jangan kangen dulu aku sebentar doang kok"


"Huh dasar narsis" mommy terkekeh.


Kini Serena tengah duduk menunggu pesanan yang sudah dia pesan tadi sambil memainkan ponselnya. Memang saat ini kondisi kantin sangat ramai, karena memang bertepatan dengan jam makan siang dan banyak para pegawai rumah sakit itu sedang memanfaatkan waktu istirahat mereka.


Tiba-tiba ada seseorang yang berbicara padanya.


"Permisi, boleh saya duduk disini?" tanya pria itu.


"Silahkan" jawab Serena tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya.


10 menit kemudian, pesanan Serena datang. Saat hendak mulai makan dia melihat seorang pria yang duduk berhadapan dengannya.


"Kamu!" ucap mereka bersama


"Kita bertemu lagi ya disini" sapa si pria itu.


"Iya kamu benar, dan kebetulan kalau begitu. Hari ini aku yang akan membayar pesananmu Sandi"


"Loh!, mana bisa begitu!"

__ADS_1


"Kamu ingat gak?, aku pernah bilang mau traktir kamu minum kopi. berhubung kita lagi ada dikantin, jadi sekalian aja deh"


"Tapi kan aku lagi gak minum kopi sekarang, justru aku lagi maka. sekarang."


"Tambah bagus itu, udah gak ada tawar menawar lagi ok"


"Ok baiklah" Sandi pasrah.


Akhirnya mereka makan siang bersama sambil bercerita satu sama lain, mereka tampak cocok dan serasi, sehingga siapapun y melihat mereka pasti mengira mereka itu adalah sepasang kekasih yang sedang makan siang bersama.


"Ser"


"Hm"


"Apa kamu menetap di Indonesia?" tanya Sandi


"Sebenarnya orang tuaku disini, aku sedang menyelesaikan studi di Jerman. Sekarang aku lagi cuti dan aku balik lagi untuk wisuda"


"Kapan itu?"


"Satu bulan lagi, jadi selama itu aku mau berkeliling dan berlibur. Em apa kamu bisa menemaniku berjalan-jalan disini?, tadinya aku mau mengajak kakak iparku, tapi sekarang dia sedang hamil muda jadi kakakku pasti tidak akan mengizinkan. Tapi kalau kamu sibuk, aku gak maksa kok!. Duh kok aku jadi ngerepotin kamu gini ya" ucap Serena merasa tidak enak hati, karena menggangu aktifitas Sandi.


"Em, tapi imbalannya apa buat aku?" tawar Sandi.


"Kamu bilang aja mau apa!, tapi jangan minta uang ya. Karena aku juga kan belum bekerja, hehehe" Serena nyengir kuda.


"Aku gak butuh uang"


"Jadi?,,, eh tunggu, jangan bilang kamu minta tidur bareng aku ya!, karena aku gak bakal mau lakuin itu. Biarpun aku tinggal lama di LN, tapi aku tetep menjunjung norma timur ya."


"Kamu ngomong apa sih?, siapa juga yang minta kaya gitu. Aku temenin kamu jalan-jalan, tapi ntar gantian kamu temenin aku jalan-jalan di Jerman"


"Memangnya kamu mau kesana?"


"Kebetulan aku lagi ada projects disana, dan bulan depan aku akan kesana selama 2 bulan"


"Wah kamu hebat ya, masih muda, tampan, baik dan sukses lagi. Pasti cewek cantik banyak yang ngejar-ngejar kamu tuh"


Sandi tersenyum getir


"Kamu salah, aku tertarik dengan seorang wanita. Tapi dia hanya menganggapku sebagai teman, bahkan aku pernah menawarkan padanya untuk bekerja menjadi sekretaris pribadiku secara langsung tapi dia menolak. Kini dia sudah menikah" ucap Sandi sendu mengingat Chintiya.


"Aish, wanita yang bodoh. Padahal yang lain dengan senang hati pasti akan menerima tawaranmu, tapi aku salut dengan wanita itu. Dia tidak terpengaruh dengan wajah, kebaikan dan jabatan yang kamu tawarkan padanya, jarang sekali wanita seperti itu sekarang ini"


"Itu sebabnya aku tertarik padanya, dia itu berbeda dengan wanita yang lain"


Serena baru teringat, bahwa dia sudah terlalu berada di kantin dan pasti mommy Lexi sangat mengkhawatirkannya.


"Sandi, aku permisi dulu ya. Mommy pasti sudah menungguku karena sudah terlalu lama. Untuk pembicaraan kita tadi, aku akan menghubungi kamu lagi" Serena bangkit dari duduknya.


"Ok. Terima kasih atas traktirannya ya" Sandi sedikit berteriak karena Serena sudah berlalu pergi meninggalkan dia disana.


❤️❤️❤️❤️👌👌👌✌️✌️


TBC

__ADS_1


LOVE U ALL ❤️❤️❤️ MMMUUAAACHHH


__ADS_2