
3 hari kemudian Sandi sudah di perbolehkan untuk pulang, rencananya siang ini dia akan menemui Morens dan memulai melakukan pendekatan untuk mendapatkan restu dari Morens.
Kini Sandi telah berada di rumah dan sudah bersiap untuk pergi ke RENS CORP.
"Mah aku pergi dulu ya."
"Mau kemana sih?, baru juga pulang. Udah mau kelayapan lagi, bisa gak sih diem dirumah dulu." omel tante Ayu.
"Mah aku gak kelayapan, aku sedang memperjuangkan kelangsungan masa depan aku mah."Sandi duduk di sofa sebelah tante Ayu.
"Idih lebay banget kamu, sejak kapan kamu jadi alay gini?"
"Sejak hatiku dibawa pergi oleh Serena."
"Aduh aduh mamah kok jadi mendadak mual gini ya, dengerin kamu ngomong. "
"Wah mamah mual-mual, ulah siapa itu mah?. Harusnya aku yang kasih cucu, kok malah mamah yang masih adik."
"Heh semprul, bocah edan. Mamah bukan janda gatel ya, sembarangan aja kalau ngomong. " semprot mamah.
"Ya kali mamah khilaf. "
"Oh bocah edan, anake sopo toh iki?"
"I don't know." Sandi mengedikkan bahunya.
"Nak, mamah minta bawa Serena ke rumah ini sebagai menantu. Mamah gak mau yang lain."
"Itu pasti mah, aku juga gak mau sama yang lain. Hatiku udah terkunci sama dia mah, makanya mamah bantu aku ya."
"Tentu, apa yang mesti mamah lakuin?" tanya mamah antusias.
"Enggak sekarang mah, ntar kalau udah saatnya pasti Sandi ngomong. Sekarang yang paling utama, Sandi harus meluluhkan singa gilanya yang jaga adik semata wayangnya itu."
"Maksud kamu kakaknya Serena yang kemarin mukulin kamu?"
"Iya mah."
"Sebenarnya ada apa sih?, kok dia sampe segitunya benci sama kamu. "
Sandi mau tidak mau menceritakan permasalahan yang pernah terjadi dengan Morens, dari pada mamah akan bertanya terus menerus.
__ADS_1
"Oalah!!!, kamu tuh ya bener-bener sableng. Dulu mau sama calon istrinya sekarang sama adiknya, pantesan dia benci sama kamu. Tapi kamu sama Serena bukan karena mau balas dendam sama kakaknya itu kan?"
"Enggak mah, aku gak ada niat buat itu. Aku udah ikhlas dan terima kekalahan aku bahwa Chintiya lebih memilih Morens waktu itu. Kalau untuk Serena, aku kenal dia sebelum aku tau di itu adik Morens. Justru aku juga kaget pas tau Serena itu adik Morens, waktu aku hadirin undangan dari RENS CORP dan mamah memintaku pergi dengan Nita."
"Oh yang itu, abis mamah pusing denger dia merengek kaya bocah mau ikut kamu. Dia itu beda banget sama Serena. " jawab Mamah.
"Nah karena itu, Serena salah paham sama aku mah. Dia pikir Nita itu calon istri aku."
"Kamu gak jelasin ke dia."
"Udah mah, tapi kesalahan pahaman itu memang sering terjadi, dan pemicunya adalah Nita. Udah gitu Serena itu agak keras kepala, mulai saat itu dia cuma mau berteman sama aku mah." Sandi menghembuskan nafas panjang.
"Sabar, untuk mendapatkan sesuatu yang sangat berharga untuk kita itu memang butuh perjuangan. Nah saat itulah kita diuji, seberapa besar keinginan kita untuk mendapatkan itu. Semakin sulit rintangannya maka semakin terasa bahagia saat kita telah berhasil mendapatkannya. Jadi sekarang kamu harus berusaha untuk itu." ucap mamah menasehati sambil mengelus bahu sang anak.
"Iya mah Sandi gak akan menyerah. Kalau gitu aku berangkat ya." Sandi mencium punggung tangan tante Ayu.
"Hati-hati. "
Sandi pergi sendiri ke gedung RENS CORP tanpa ditemani oleh supir.
Setelah menempuh waktu 60 menit perjalanan, Sandi tiba disana.
Ada perasaan cemas dan khawatir bahwa kedatangannya akan ditolak. Tapi rasa rindu pada Serena mengalahkan itu semua. Dengan langkah yang tegap Sandi melangkah ke ruangan Morens setelah mendapat izin lewat resepsionis.
"Selamat siang tuan Sandi." sapa Roby dengan sedikit membungkuk.
"Siang pak Roby." jawab Sandi sambil tersenyum.
Setelah itu Roby langsung meninggalkan ruangan itu, dan kini tinggallah para pria tampan yang auranya sangat mendominasi.
Satu dengan aura permusuhan yang sangat kental dan yang satu dengan aura kebahagiaan yang melimpah.
"Selamat siang kakak ipar. " Sandi menyapa dengan tersenyum manis.
"Ck, gak usah basa-basi. Sebenarnya buat apa kau kesini?"
"Begini, aku datang kesini untuk mengucapkan terima kasih. "
"Terima kasih? "
"Ya terima kasih, karena kakak ipar memukuli ku kemarin akhirnya aku bisa bertemu dengan Serena setelah berhari-hari aku sulit menemuinya. "
__ADS_1
"Jangan sebut aku kakak ipar, karena sampai kapanpun itu gak akan terjadi. Dan untuk yang kemarin, harusnya aku melenyapkannu saja, supaya kau gak bisa ketemu Serena lagi."
"Kalau itu bisa buat Serena bahagia, aku ikhlas kalau aku harus mati. Tapi kalau hal itu membuat Serena bersedih dan terpuruk maka aku gak akan biarin itu terjadi." ucap Sandi dengan menatap Morens.
"Aku tau kau itu cuma memanfaatkan Serena untuk membalas apa yang terjadi dulu bukan!"
"Aku gak pernah berniat kaya gitu, aku benar-benar tulus sama Serena. Bahkan perasaanku untuk Serena ini lebih besar dari yang pernah kurasakan untuk wanita lain." ucap Sandi dengan yakin.
"Termasuk Chintiya. "
"Ya, aku menyadari hal itu saat Serena tiba-tiba menjauh dariku dan menghilang tanpa kabar selama satu tahun lebih. Aku benar-benar frustasi saat itu, aku sudah coba mencari dimana Serena, tapi waktu itu yang aku tau darinya hanyalah nama dan nomor telepon.
Aku sangat senang saat bertemu dengan dia lagi saat acaramu malam itu, dan aku juga kaget saat tau dia itu adalah adikmu."terang Sandi panjang lebar.
"Kau pikir aku percaya gitu aja sama kata-katamu barusan. Kalau memang kau mencintainya, kenapa kau buat dia menangis? " Morens berkata dengan tersenyum sinis.
"Itulah kebodohan yang aku lakukan, aku gak bisa mengambil suatu keputusan dengan cepat dan membiarkan kesalahan pahaman antara kami terus berlanjut.
Aku kesini ingin meyakinkanmu bahwa aku tidak main-main dengan Serena, dan aku juga ingin minta maaf atas permasalahan kita dulu."
"Sejujurnya aku masih ragu dengan niat aslimu mendekati Serena, tapi aku juga gak mau liat Serena sedih.
Aku mau liat kesungguhanmu untuk mendapatkan Serena, dan aku juga akan terus mengawasi segala tindakanmu. "
"Apa itu berarti kau sudah menyetujui hubungan antara aku dan Serena!"
"Tidak, aku cuma memberimu kesempatan untuk menunjukan keseriusanmu. Aku gak mau jadi orang yang egois untuk mereka yang aku sayangi. "
"Terima kasih Morens, itu saja sudah cukup bagiku saat ini. "
"Kalau begitu pergilah, udah gak ada urusan lain kan. Aku sibuk."
"Terima kasih kakak ipar. "
...----------------...
...----------------...
...----------------...
TBC
__ADS_1
LOVE U ALL MMUUAACCHH
💖💖💖💖💖