
"Makasih cinta"
Sontak Morens langsung melirik tajam kearah Chintiya. Chintya sadar mendapat tatapan tajam seperti itu.
"Kenapa" galak Chintiya
"Sayang kamu panggil Rena mesra banget, sama aku galak banget" protes Morens
"Oh kamu mau di panggil mesra juga, gak janji ya" ejek Chintiya
"Sadis kamu mah"
Setelah itu Morens terlihat merajuk, dia mengeluarkan mode on fix ngambek tingkat akut. Chintya tetap acuh tidak terpengaruh, dia tetap asyik menikmati pesta tersebut. Ya walaupun dia sedikit kesal dengan pesta kejutan ini tapi tak bisa dipungkiri dia juga merasa senang dan takjub dengan semua yang sudah disiapkan oleh Morens. Tapi Chintiya tetap memberikan sedikit pelajaran Morens hari ini.
Tak lama terlihat seorang tamu wanita yang datang menghampiri mereka dengan senyum yang menawan, Chintiya mendadak berubah mood. Sesaat sebelum wanita itu mendekat Chintiya berucap kepada Morens dengan lembut.
"Sayang"
Morens mendengar sapaan manja Chintiya langsung berbinar dan tersenyum lebar. "Yes sweety"
"Emm, itu cintamu sudah datang"
Morens mengerti yang dimaksud Chintiya dan dia langsung mendengus kesal.
"Hai tuan Morens selamat ya untuk kalian berdua"
"Terima kasih Devia" jawabnya lesu
"Kenapa dengan anda tuan?, apa kejutannya tidak sukses?"
"CK, kau tau Devia. Aku yang ingin memberi kejutan tapi justru aku yang terkejut"
"Hahahaha kasian sekali, oh ya selamat untukmu nona Chintiya. Kau cantik sekali"
"Terima kasih" Ucapnya malas
Saat itu pula terdengar suara seorang pria. "Sayang kau disini rupanya!" sambil merangkul pinggang Devia
"Oh ya perkenalkan ini suamiku James" ucap Devia dan mereka pun bersalaman
"Apa suami" batin Chintya
Devia mengerti akan pandangan mengejutkan dari Chintiya, lalu dia langsung menjelaskan kepada Chintiya.
"Begini nona Chintiya, sebenarnya aku ini adalah pemilik dari weeding organizer yang tuan Morens sewa. Selama beberapa minggu kami sedang menyiapkan semuanya untuk pesta pernikahan kejutan kalian, itu sebabnya kami sering bertemu. Dan orang-orang yang menculikku itu juga orang suruhanku" ucap Devia sambil menahan tawanya
__ADS_1
"Jadi kalian?.."
"Benar nona, kami tidak ada hubungan apa-apa"
Chintya tersenyum kikuk mendengar perkataan Devia, kemudian Devia pada pergi meninggalkan mereka.
Akhirnya pesta pernikahan yang melelahkan dan penuh drama itu berakhir.
Keluarga Hadinata memilih menyewa kamar di hotel tersebut, Sedangkan Rena sudah pulang beberapa saat yang lalu dengan di antar oleh Roby.
Sedangkan sang pengantin baru masuk ke kamar yang sudah disiapkan khusus untuk mereka, mereka berjalan dengan raut wajah yang berbeda. Morens melangkah dengan semangat dan terus tersenyum karena dia sudah tidak sabar untuk mencoblos di TPS (Tempat Pencoblosan Sementara) hotel, sedangkan Chintiya berjalan dengan lunglai karena merasa lelah tubuh dan pikiran. Sesampainya di kamar Chintiya ingin segera membersihkan tubuhnya dan beristirahat guna merilekskan semua, dia langsung menuju ke kamar mandi tanpa mengabaikan Morens yang sedang mengunci kamar mereka agar tidak ada gangguan.
Kemudian dia langsung menyusul Chintiya ke kamar mandi, tapi naas pintu ternyata di kunci. Chintya yang tengah berendam mendengar panggilan dan juga suara ketukan pintu namun tak dihiraukan, dia sedang merasakan kenyamanan untuk menghilangkan kepenatan setelah apa yang terjadi.
"Sweety buka pintunya" Hening
"Sayang kenapa dikunci" masih tetap hening
"Yang buka dong mandi bareng yuk, aku udah gerah banget nih" terus hening
"Honey biarin aku masuk dong, udah gak tahan nih pengen PUP udah diujung" modus Morens
Lalu terdengar suara handle pintu dibuka.
"Yes, akhirnya di buka juga" batinnya
"Loh kamu udah selesai mandinya?"
"Hmm" jawab Chintiya malas
"Tapi yang" ucap Morens tertahan karena Chintiya mendorong tubuh Morens cepat masuk ke dalam kamar mandi.
"Udah sana masuk, katanya kebelet PUP aku gak mau ya suruh bersihin itu"
Mau tidak mau Morens masuk ke kamar mandi dengan lesu, niat hati ingin melakukan penyuluhan sebelum mencoblos tapi naas TPS sudah keburu di tutup.
Disaat Morens sedang mandi, mommy Lexi datang ke kamar dan mengajak Chintiya berkumpul di balkon untuk makan malam bersama. Chintya pasrah walaupun sebenarnya dia sangat lelah tapi dia juga setuju karena dia ingin mengerjai suaminya yang super aneh dan absurd itu.
Mommy Lexi hanya mengirim pesan ke Morens.
MOM JAHIL : "Hei pengantin tua, kami pinjam pengantinmu ya. Sebaiknya kau lekas istirahat ingat umur 😝😝👌"
Setelah keluar dari kamar mandi, Morens tidak mendapati istrinya di kamar, dia segera mengambil ponselnya yang berada di atas nakas berniat ingin menelpon sang istri, namun dia malah mendapati sebuah pesan, dan seketika itu dia langsung melemas pasrah.
"*Nasibmu adik kecil, kau masih belum bisa memasuki rumah impianmu" ucapnya menenangkan kepada adik kecilnya yang sudah meronta tertahan sedari tadi
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Flashback on*
Setelah diputuskan oleh keluarga hari pernikahan mereka, Chintiya mengatakan dia hanya ingin pesta yang sederhana mengingat dia sudah tidak punya siapa-siapa. Namun Morens berpikiran lain, dia ingin memberikan sebuah pernikahan yang tidak akan dilupakan oleh Chintiya.
Karena tidak ingin berdebat dengan Chintiya, akhirnya Morens memutuskan untuk membuat sebuah kejutan pesta pernikahan. Maka dari itu dia sibuk menyiapkan itu seorang diri.
Pada saat Chintiya melihat Morens dengan seorang wanita di kafe.
"Selamat siang tuan Morens, perkenalkan saya Devia pemilik WO ini"
"Senang berkenalan dengan anda nona, begini saya berencana ingin membuat pesta pernikahan itu sebagai kejutan" ucap Morens to the point
"Apa anda ingin pesta yang romantis?"
"Tidak, karena wanitaku ini sangat spesial. Dia tidak mudah tersentuh oleh hal- hal romantis"
"Wah dia benar-benar langka"
"Hahaha anda benar, sulit sekali mencari yang seperti dia tapi sebenarnya dia itu sangat perhatian, mandiri, dan apa adanya"
"Dia pasti istimewa ya, kalau boleh tau siapa namanya?"
"Namanya Chintiya, maaf mulut mu blepotan" Morens memberikan tisue pada Devia
"Oh terima kasih tuan, aku begitu terkesiap mendengar ceritamu hingga tidak sadar dengan cara makanku"Devia terkekeh
Setelah bicara panjang lebar
"Baiklah tuan Morens untuk konsepnya akan aku siapkan dulu dan bila ada sesuatu yang harus kutanyakan, aku e menghubungi anda" ucap Devia
"Baiklah, tapi bisakah kita mencari gaun pengantin hari ini. Sekalian aku sedang free, karena aku tidak tau untuk hari selanjutnya aku sibuk atau tidak"
"Silahkan, bagaimana kita ke mall itu. Kita akan mencari di sebuah butik langgananku sekalian menemui suamiku. Dia sedang bertemu klien disana"
"Baiklah ayo"
Didalam mall sesaat setelah menentukan gaun yang akan digunakan, mereka berdua jalan keluar butik hendak menemui suami Devia namun di tengah jalan Morens melihat Chintiya yang berjalan menuju ke arah Chintiya.
"Ahh kenapa harus bertemu disini, dia pasti akan salah paham. Tapi aku juga tidak bisa memberi taunya kan, karena ini adalah kejutan untuknya" batin Morens menggeram
**STILL BACA YA KAKAK READER DAN JUGA JANGAN LUPA TANAMKAN KEBIASAAN "SEDIA JEMPOL SETELAH MEMBACA"
AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT UP
__ADS_1
LOVE U ALL ❤️❤️❤️❤️ MMMUUAAACHHH**