
Sekarang Morens sudah berada di kantornya, dengan wajah yang kusut dan tidak bersahabat.
Roby dibuat kesal dengan tingkah bossnya itu. Dasar boss gila, bagaimana tidak rapat yang akan diadakan pada jam 1 siang tiba-tiba minta di majukan ke jam 11, tapi 15 menit sebelum rapat dimulai tiba-tiba dia minta dibatalkan dengan alasan yang tidak jelas. Lalu pertemuan penting yang harusnya diadakan jam 3 sore dia minta dimajukan jam 1 siang, sebenarnya apa maunya.
"Boss" Roby memanggil, karena sedari tadi tidak ada yang dikerjakan oleh bosnya itu. Dia hanya berputar-putar di kursi kebesarannya sambil mengadahkan kepalanya.
"Apa?"
"Ini tuan Morens kan?"
"Kau pikir siapa?, aku masih bossmu Morens Hadinata yang tampan, berwibawa dan mempesona"
"Huh, ternyata benar" Roby menarik nafas panjang
"Kau itu kenapa Roby?, dasar aneh"
"Harusnya saya yang tanya boss kenapa?, saya pikir boss kesurupan"
"Sudah bosan kerja kamu, apa maksudnya?"
"Aneh aja, biasanya boss itu gila kerja, gak suka nunda kerjaan. Tapi hari ini seharian boss cuma main komedi putar di kantor"
"Lagi males, gak ada mood booster" jawab Morens sambil menelungkupkan kepalanya
"Chintya kemana?, dia kabur ya karena boss ketahuan berduaan di kamar hotel ya kan. Ngomong-ngomong boss ngapain aja di kamar hotel, sampai tampilannya gak jelas banget berantakan. Sekasar apa sih mainnya kalian!" goda Roby
Seketika Morens langsung melempar Roby dengan beberapa tumpukan buku, dan salah satunya tepat mengenai keningnya.
"Aww, sakit boss. Biarin ntar aku bilang sama Chintiya kalau suaminya yang katanya tampan mempesona itu, bukan hanya tukang selingkuh tapi juga suka nyiksa orang"
"1. 2. 3. 4. 5. waktunya menghindar" batin Roby
Dan ternyata benar Morens kembali melemparkan sesuatu padanya.
"Eit gak kena"
"Jangan ngelak kamu, diam di tempat. kalau gak besok surat PHK ada di meja kamu"
"Ampun baginda, makanya cerita dong boss"
Akhirnya Morens menceritakan apa yang terjadi di hotel tersebut.
"Wih boss, menang banyak dong, secara kan Flo sexy banget boss" ejek Roby
"Ngomong sembarangan, saya lempar kamu dari sini. Ini semua kan gara-gara kamu. Kamu tau gak hukuman apa yang dikasih Chintiya?"
"Loh kok saya sih!, tapi emang boss dihukum apa?"
"Saya gak dapet jatah selama 2 minggu, dia bilang takut saya terkontaminasi virus dan suruh isolasi mandiri karena udah cium-cium Flo, padahal kan saya terpaksa itu"
"Hahahaha, itu namanya kenikmatan membawa sengsara. Enak boss!" ejek Roby
"Wah pengen jadi pengangguran kamu, kan saya udah bilang, jangan cari sekertaris yang model gitu, pasti bikin ulah dan bener kan"
"Abisnya gak ada lagi"
__ADS_1
"Alasan kamu, trus mana tugas yang saya suruh. Kamu sudah tau rumah itu milik siapa?"
"Emm, rumah itu properti atas nama SURYA ATMAJA"
"SURYA ATMAJA, MENTARI GROUP?"tanya Morens
"Iya boss"
"Apa itu ulah Rancy?"
"Sepertinya iya, dan saya rasa Ibu Rancy Juga terlibat dalam kasus yang dilakukan Flo kemarin"
"Dari mana kau tahu" Jawab Morens datar
"Rena yang mengatakan pada saya kemarin, dia melihat Flo berbicara dengan seorang wanita tapi Rena tidak mengenal siapa wanita itu. Untung saja dia sempat memfoto wajah perempuan itu dan sedikit mendengar percakapan mereka, dan Rena juga yang sudah memberi tahu keadaan anda waktu di hotel kemarin, kalau tidak saya tidak tau apa yang akan terjadi. Ini dia fotonya boss"
Roby memperlihatkan foto itu kepada Morens.
"Rupanya peringatan yang kemarin belum cukup buat dia, kau selidiki lebih dalam tentang Rancy"
"Saya tau boss pasti minta itu, jadi saya sudah menyelidiki lebih dulu"
Roby memberikan sebuah amplop coklat besar, dimana didalamnya terdapat informasi yang dicari oleh Morens.
Morens membaca informasi yang diberikan oleh Roby, kemudian dia tersenyum sinis.
"Aku sudah mengira ini, karena aku curiga dengan dia dari awal aku bertemu lagi dengan dia"
"Oh ya boss, soal Flo bagaimana?"
"Kau awasi dia dulu, malam aku akan kesana. Kau boleh lakukan apapun tapi jangan sampai dia koit duluan"
"Roby" Roby berhenti dan berbalik
"Iya, apa butuh sesuatu lagi?"
"panggil Rena kemari"
"Ok"
Setelah Roby keluar, Morens menghubungi Boy memintanya datang ke kantor. 1 jam kemudian Boy datang dan langsung masuk setelah seorang receptionis mengantarkan Boy ke ruangan Morens.
"kenapa u nyuruh w kesini, w sibuk awas aja kalau gak penting" sarkas Boy
"Damn, w gak bakal nyuruh kesini kalau gak penting. Oh ya w mau kasih tau siapa orang yang nyuruh nyulik bini w"
"Siapa?" tanya Boy menyelidik
"dia Rancy, u pasti kenal kan!"
"Rancy, pacar matre u dulu kan" Boy tersenyum mengejek
"U pacar bloonnya kan" ejek Morens balik
"Shit" umpat Boy
__ADS_1
"Kita berdua.." ucapan Morens menggantung dan tersenyum pada Boy
"Sama-sama bloon" ucap mereka bersamaan kemudian tertawa bersama-sama
"Kok dia bisa sampai begitu sama bini u?"
"Dia mau balik sama w, setelah tau sekarang w CEO disini dan dia juga gak terima kalau ternyata w nikah sama sekertaris w sendiri. Dia anggep Chintiya remeh dan sempat ngancem Chintiya, itu kenapa alasannya w batalin kerja sama dengan perusahaan dia, disamping karena jalur usahanya berbeda"
"Dia mau balik sama u?,,,,, bukannya dia udah nikah ya"
"Laki nya udah meninggal, dan u juga pasti bakal kaget kalau w kasih tau karena apa suaminya meninggal"
"Kalau begitu ayo cerita"
"Sabar, besok ikut w kasih kejutan buat Rancy"
"Ok deh"
kemudian Chintya masuk kedalam ruangan Morens bersamaan dengan Rena dan Roby karena bertemu saat hendak naik lift"
"Haloo sayang" Morens berdiri menyambut Chintiya dan langsung mencium bibir Chintiya dihadapan Rena, Roby dan Boy
Boy nampak biasa aja melihat hal itu, karena di LA hal seperti itu sudah biasa, sedangkan Roby menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan Rena menunduk lesu melihat itu.
Chintya memukul lengan Morens kencang "Aww, you hurt me sweety" ucap Morens manja
"Kamu gila ya, ini banyak orang" Chintiya marah
"Kamu lupa ya, kalau aku ini boss gila mu"
"Ah iya bener"
"Relaks Chintiya, aku sudah biasa melihat itu. Suamimu itu memang mesum sejati" sela Boy
"Jangan dengarkan dia sayang, kenapa tidak telpon dulu kalau mau kesini. Kamu kangen ya Sama aku".
"Pede, aku cuma mastiin takut kamu gak makan dengan benar karena tangan kamu sakit" Chintiya beralih menatap Boy
"Kamu sudah lama Boy?" tanya Chintiya
"Lumayan, dan kau tau Chintiya, suamimu itu sangat pelit sedari tadi aku tidak diberi minum sama sekali padahal tenggorokan ku rasanya seperti gurun pasir yang merindukan oase. Pantas saja sekarang dia kaya"
Morens melempar Boy dengan bantal sofa. "Banyak cincong, karena kalian datang bersamaan lebih baik kita makan siang di kafe favoritku"
"Tapi boss, kenapa saya dipanggil kesini ya?" sela Rena yang sedari tadi diam
"Nanti kita bicarakan sambil makan siang" Morens menatap Rena kemudian beralih pada Roby. "Roby, reservasi satu private room di kafe Marina" ucap Morens
Boy memperhatikan Rena. Sungguh manis, tidak membosankan dilihat dan suaranya lembut sekali.
"Aku sudah tidak mungkin bersaing untuk mendapatkan Chintiya dari Morens, jadi mulai sekarang aku akan mencoba mendekati Rena" batin Boy
❤️❤️❤️*❤️❤️
TBC
__ADS_1
LANJUT BESOK, MATA UDAH NGELANTUR KEMANA-MANA
LOVE U ALL ❤️❤️❤️❤️❤️ MMMUUAAACHHH