
Pesta dimulai 1 jam lagi, tapi kedua manusia yang mendapatkan skors dari para pawangnya belum juga memperlihatkan batang hidungnya.
Chintiya mencari keberadaan Morens yang semalam tidak diketahui tidur dimana. Setelah bertanya dengan beberapa pegawai yang bertugas, Chintiya mengetahui bahwa Morens tidur di ruang peristirahatan para karyawan.
Chintiya berjalan menuju kesana, dan disana dia melihat Morens tengah tertidur dengan setengah meringkuk akibat luas sofa yang digunakan tidak cukup dengan ukuran tubuhnya.
"Bangun." ucap Chintiya.
Tak ada jawaban dari Morens, dia masih tampak tertidur pulas. Karena memang dia baru bisa tertidur sekitar pukul 3 pagi, setelah berkali-kali mencoba membujuk Chintiya.
"Ayo bangun."
Namun masih belum ada jawaban Morens.
"Dad." Chintiya menggoyangkan bahu Morens.
"Hmm." Morens menarik Chintiya dan mendekapnya.
Karena sofa yang ditiduri berukuran kecil, membuat Morens dan Chintiya jatuh bersamaan saat Chintiya berontak untuk dilepaskan.
"Awww, dad." bentak Chintiya.
"Sayang sakit." ringis Morens yang sudah jatuh tertimpa Chintiya pula.
"Kalau mau main guling-guling jangan disini dong, sakit tau." Chintiya mengomel.
"Abis semalem aku gak bisa main gulang-guling sama kamu." Morens masih mendekap Chintiya.
"Udah diem ah, sekarang cepat mandi. Aku gak mau ketinggalan acara ya gara-gara kamu, Mora sama Zemi udah nunggu di tempat acara." Chintiya mencoba bangun, namun Morens masih erat memeluk Chintiya.
"Ntar dulu ah, aku masih ngantuk. Kelonin aku dulu, lagian ini juga masih pagi. Acaranya kan ntar jam 11, jadi kita masih punya waktu buat main guling-guling." manja Morens yang menempatkan kepalanya di dada Chintiya.
"Kalau ngigau tuh jangan kelewatan, udah bangun juga tapi masih ngigau. Tuh liat sekarang jam berapa?" Chintiya menghadapkan wajah Morens pada jam dinding yang ada disana.
__ADS_1
"APA!!!, jam 10." Morens langsung melepas pelukannya, dan membantu Chintiya untuk bangun.
"Sayang, kamu kok....." ucapan Morens terhenti melihat Chintiya mengangkat tangannya tanda berhenti.
"Gak usah pake drama dan protes, aku lagi malas dengerin ocehan kamu sekarang. Mending cepetan kamu mandi, atau seterusnya kamu bakal tidur disini." ancam Chintiya.
"Ok madame." Morens berlari menuju kamarnya dan meninggalkan Chintiya disana.
"Dasar, tambah tua bukannya tambah bener malah tambah gilanya. Tapi aku suka sama tingkah gila kamu yang kadang bikin aku kesel. Kamu memang mantan BOSS GILA KU." ucap Chintiya saat melihat Morens berlari meninggalkannya.
Sementara di kamar hotel lainnya.
Terdengar suara kebisingan karena adanya pertukaran tugas rumah tangga.
Sandi yang semalam tidak bisa tidur nyenyak karena baby twins M, menangis bergantian dan dia harus mendiamkannya juga secara bergantian.
Sedangkan sang baby sister, benar-benar hanya ditugaskan untuk memberikan jadwal minum ASI yang sudah dimasukkan kedalam botol. Itupun Sandi yang harus menyuapinya.
Kini di pagi hari, Sandi dibangunkan oleh Serena untuk mengurus dan menyiapkan baby twins M agar terlihat sempurna saat acara. Sedangkan Serena hanya menyaksikan dan mempersiapkan untuk dirinya sendiri.
"Begini sayang."
"Iya. Trus itu bajunya belum dikancing, jangan kelamaan dong!, ntar Marrien masuk angin lagi."
"Iya sebentar."
"Trus itu kok Marlon gak kamu kasih minyak telon sih?"
Sandi yang merasa sangat mengantuk dan kelelahan, akhirnya menyerah dengan meminta tolong pada Serena.
"Sayang, tolongin dong. Aku kualahan nih." Sandi merengek pada Serena.
"Baru gitu aja ngeluh." cibir Serena.
__ADS_1
"Aku kan gak terbiasa sayang."
"Udah tau kan rasanya ngurus 2 orang anak sekaligus, jadi jangan kamu pikir tugas aku itu ringan." sindir Serena.
"Iya sayang, aku minta maaf. Aku tau sekarang, kalau ternyata jadi ibu rumah tangga itu melelahkan. Aku janji mu...." ucapan Sandi terhenti karena Serena menyela terlebih dulu.
"Udah gak usah panjang lebar, sekarang cepet mandi. Aku gak mau kamu bikin aku tambah repot, dan bikin kita telat." Serena berkata dengan ketus.
"Iya maaf." Sandi menunduk.
"Gak usah minta maaf terus, belum lebaran." sinis Serena.
Sandi mencelos mendengar ucapan Serena yang datar dan ketus.
Setelah menyelesaikan drama pagi kedua pasangan itu, akhirnya mereka berkumpul di tempat acara berlangsung.
Terlihat 2 wajah yang nampak mengantuk dan kelelahan. Dialah Sandi dan Morens.
"Aahhh, ada zombie disini." ejek Lexi melihat anak dan menantunya seperti itu.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Maaf sedikit, sekedar untuk menghilangkan rasa rindu ku pada sosok Morens dan Chintiya.
Selamat beraktifitas.
TBC
LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH
__ADS_1
💜💜💜💜💜