Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
CHAPTER 42


__ADS_3

"Roby ke ruangan saya" panggilan telepon dari Morens


"Siap boss"


Roby masuk setelah mendapat izin


"Ada apa boss?"


Morens menghela nafas panjang sebelum bicara.


"Roby, apa kau sudah bosan bekerja disini?"


"Tidak boss"


"Lalu sudah berapa lama kamu kerja denganku?"


"Sekitar 5 tahun, memangnya kenapa boss?"


"Selama 5 tahun ini, kamu pasti tahu bukan apa yang tidak aku suka"


Roby mengernyitkan keningnya


"Maksud boss"


"Kamu tau kan, aku paling gak suka dengan tipe ulat keket macam dia"


"Sorry boss"


"Aku risih dengan tampilan dan sikap mereka macam ulat bulu itu"


"Ulat bulu?"


"Ya nempel terus kegatelan"


"Kemarin dia yang suruh w milih sekertaris, dilakuin salah gak dilakuin apalagi. Ini yang w gak demen jadi kaya buah simalakampret, ah nasib jadi bawahan" batin Roby


"Maaf boss kalau pilihan saya kurang pas, tapi dari sekian banyak pelamar penampilan mereka semua hampir sama, dan menurut saya dia yang paling pas karena pengalaman bekerjanya"


"Memang cuma Chintiya yang berbeda, dia itu sangat istimewa, she is so special" Morens tersenyum mengingat wajah sang istri


"Huh dasar bucin akut, boss labil" gerutu Roby pelan


Morens membuang nafas kasar


"Huff, baiklah aku liat dulu cara kerjanya dan satu lagi..."


"Kamu awasi dia, karena kamu yang milih jadi kamu yang harus tanggung jawab"


"Hah, kena lagi dasar apes apes" batin Roby


"Ok boss" kemudian dia langsung beranjak pergi, namun langkahnya kembali terhenti

__ADS_1


"Tunggu"


"Apa lagi boss?"


"Pindahin meja itu keluar, cuma Chintiya yang boleh satu ruangan sama aku"


"Siap boss"


❤️❤️❤️❤️❤️


1 bulan berlalu


Chintya kini tengah bersiap untuk pergi ke supermarket guna membeli kebutuhan sehari-hari. Walaupun dirumah ada pelayan tapi dia lebih memilih pergi belanja sendiri, bukan karena dia tidak percaya dengan pelayanannya, hanya saja dia ingin melakukan sebuah kegiatan untuk menghilangkan rasa bosannya.


Chintya yang notabene seorang pekerja keras, kerap merasa jenuh bola hanya dirumah terus menerus, Dia sedang berencana membuka usaha sebuah toko 🍞 yang akan dia kelola untuk mengisi hari-harinya, dengan sedikit perdebatan dengan sang suami akhirnya Chintiya mendapat izin namun dengan syarat satu minggu hanya 3 kali dia mengunjungi toko, selebihnya dia pantau dari rumah.


Saat ini Chintiya sudah tiba di sebuah supermarket, dia berjalan sendiri karena dia meminta supirnya menunggu di lobby saja, kebetulan saat itu tempat itu dalam keadaan ramai karena sedang adanya sebuah acara konser musik.


Chintya berbelok arah ketika melihat sebuah stand pakaian pria, dia berniat ingin membeli dasi untuk Morens. Chintya terlihat focus memilih banyaknya motif dan warna dasi, tiba-tiba ada seseorang yang menarik tasnya dan berlari ke arah pintu keluar bagian belakang yang biasanya hanya digunakan untuk keluar masuk barang. Chintya mengejar orang itu, hingga sampai di pintu keluar Chintiya melepaskan sepatunya dan melemparnya, sepatu itu tepat sasaran mengenai kepala belakang orang itu dan membuat orang itu tersungkur karena kaget.


"Yes, kena kau. belum tau dia siapa w, biasa w lemparin batu ke pohon mangga di belakang sekolah SMA w dulu" ucap Chintiya bangga, ya karena Chintiya memang agak tomboi dulu


Beruntung hari ini Chintiya memakai celana jeans, kaos oblong+outer, dengan sepatu kets. Memudahkan dia berlari tadi.


Setelah orang tersebut jatuh, perlahan dia mencoba mendekat. Setelah dirasa aman dia menunduk hendak mengambil tasnya namun alangkah terkejutnya dia ketika kakinya ditarik paksa oleh orang tadi, ternyata orang itu tidak benar-benar pingsan. Chintya tersungkur kemudian orang tersebut bangkit dan menarik rambut Chintiya dengan kasar.


"Aww, lepasin brengsek" umpat Chintiya


"Cih,, cowok gak guna. Kalau berani lepasin w sekarang"


Orang itu melepaskan tangannya dengan kasar, karena jalui pintu belakang ini jarang digunakan jadi tidak ada yang mengetahui apa yang dialami oleh Chintiya.


Orang itu menarik paksa Chintiya ke sudut dan menghempaskannya ke tembok.


"Sialan, apa mau lu?"


"Lu udah tau apa maksud w cantik!" sambil mengelus pipi Chintiya


"Singkirin tangan lu, kalau lu mau duit nih w kasih, w cuma mau ambil tas w doang" Ya karena didalamnya banyak benda penting, Chintiya tidak peduli dengan uangnya


"Sekarang w berubah pikiran"


Seketika orang itu langsung memeluk Chintiya erat dan hendak mencium bibir Chintiya, namun dia tidak tinggal diam. Chintya membenturkan kepalanya dengan kepala orang itu, tapi sayangnya orang itu cuma meringis sesaat dan melanjutkan kembali niatnya untuk mencium Chintiya, Chintiya terus saja menghindar dengan menggelengkan kepalanya kekiri dan kekanan.


"Brengsek lepasin w" bentak Chintiya


Ditengah kegaduhan mereka, tiba-tiba saja orang itu tersungkur karena mendapatkan pukulan sebanyak 3 kali dari seorang pria yang entah dari mana datangnya.


Kemudian pria itu berbalik arah dan menatap Chintiya.


"Hei, are you okey?" tanya pria itu

__ADS_1


"Its okey, aku gak papa. Makasih ya"


"Apa kamu datang sendiri?"


"Enggak, supirku nunggu di lobby"


"Kamu kenal dengan orang tadi?"


"Dia merampas tasku tadi, aku kejar terus aku lempar sepatuku tepat kena palanya dia marah dan ingin melecehkan ku"


"Kalau begitu kamu harus lebih hati-hati. Oh ya kenalin aku Boy kendrik" mengulurkan tangannya mengajak bersalaman


Chintya menyambut salaman itu dan tersenyum "Aku Chintiya"


"uw, manisnya" batin Boy


Ketika mereka bersalaman orang tadi tersadar dan memukul Boy yang posisinya sedang membelakangi orang tadi hingga Boy terhuyung dan akhirnya terjatuh ke pelukan Chintiya.. Orang tadi ingin memukul Boy kembali, tapi dia urungkan dan langsung berlari karena 2 orang security yang sedang berkeliling melihat kejadian itu dan mendekati mereka.


Setelah orang tadi pergi, Boy langsung menjauhkan badannya dari Chintiya yang tidak sengaja memeluknya.


"Apa kepalamu sakit?" Chintya cemas


"Enggak, cuma pusing dikit"


"Kalau gitu aku antar pulang ya, sebentar aku telpon supir aku dulu"


"Enggak usah, aku bawa mobil sendiri kok"


"Tapi kepalamu...?"


"Don't worry, i am strong men" mengedipkan matanya


"Narsis"Chintiya terkekeh


"Yuk pulang"berjalan menuju lobby


"Aku minta nomor telepon kamu"


"Buat apa?, takut kangen ya"


"Idih GR banget, aku cuma mau mastiin kamu sampe rumah dengan selamat, aku gak mau ya nanti disalahin kalau kamu tiba-tiba"


"Kamu nyumpahin aku mati ya"


"Aku gak bilang gitu ya"


Setelah saling bertukar nomor telepon, mereka akhirnya berpisah ke rumah masing-masing. Hingga tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengabadikan momen mereka dari awal kejadian


"I got you girl" ucapnya menyeringai


TBC

__ADS_1


LOVE U ALL ❤️❤️❤️❤️ MMMUUAAACHHH


__ADS_2