Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
Chapter 12


__ADS_3

Jam kerja pun usai, semua sedang bersiap-siap untuk kembali ke rumah masing-masing. Tak terkecuali dengan 2 insan yang berada dalam 1 ruangan, ya siapa lagi kalau bukan chintiya dan Morens.


"Ayo" ajak Morens


"Mau ngapain?" jawab chintiya ketus.


"Kamu ga lupa kan , kalau pulang sama saya"


"Ih bodo amat"jawab chintiya sambil berlalu meninggalkan Morens.


"Kenapa kamu bicara begitu?" Morens berjalan dibelakang mengikuti chintiya.


"Terserah saya" jawab chintiya sambil masuk ke dalam lift.


"Kamu jangan seenaknya"Morens sudah nampak kesal, tapi dia tetap mengikuti langkah chintiya.


"Bapak aja bisa seenaknya sama saya"


"Kamu kenapa sih, kamu marah karena yang tadi!" mereka sudah keluar dari lift sambil terus berjalan, mereka tidak menghiraukan banyak pasang mata yang memperhatikan mereka.


"Menurut bapak!"


"Ok saya minta maaf, tapi ayo saya antar pulang"


"Saya ga mau" tanpa menatap wajah Morens.


"Kamu tidak bisa menolak, karena ini perintah dari boss kamu" ucap Morens sambil menarik tangan Chintya menuju ke tempat parkir.


"Oh, kalau begitu mulai besok saya resign."


Morens langsung melepaskan tangan Chintya tepat disamping mobilnya, beruntung tempat parkir khusus CEO berbeda dengan pegawai lain, jadi tidak ada yang mendengar perdebatan mereka.


"Kamu ga bisa resign sekarang, kamu ingat dengan kontrak kerja itu. Kalau kamu mengundurkan diri sebelum masa kontrak berakhir, kamu akan dikenakan pinalti sebanyak 5 kali lipat, kamu ingat!"


"Lebih baik saya bayar 5 kali lipat, dari pada saya diperlakukan semena-mena sama bapak"


"Saya tidak bermaksud begitu, saya minta maaf chintiya" Morens menurunkan nada bicaranya.


"Kalau begitu apa maksudnya tadi, jangan samakan saya dengan sekretaris bapak yang lain ya, yang dengan sukarela menyerahkan tubuhnya, saya ini perempuan baik-baik."


"Saya tahu dan percaya kamu perempuan baik-baik, sebab itu saya melakukan itu sama kamu karena saya juga tidak suka dan tidak pernah melakukan itu kepada sembarang wanita."


"Bapak pikir saya percaya, boss -boss seperti bapak itu pasti banyak berteman dengan wanita cantik dan seksi"


"Terserah kamu mau percaya atau tidak, yang pasti saya sudah bicara jujur."


Chintya diam saja sambil membuang muka tidak ingin menatap wajah Morens, kemudian Morens menggenggam kedua tangan Chintya.


"Saya juga tidak tahu kenapa saya bisa lepas kendali dan tiba-tiba mencium kamu, saya cuma merasa ga mau jauh dari kamu."Morens menarik nafas panjang.


"Sekali lagi saya minta maaf Chintiya, jadi please jangan resign ya. DON'T LEAVE ME"


Chintya masih tetap diam, kemudian Morens membukakan pintu mobil untuk Chintiya dan menyuruh Chintiya masuk. Setelah itu Morens langsung duduk di belakang kemudi dan menjalankan mobilnya, disepanjang perjalanan mereka masih tetap terdiam hingga akhirnya Morens menarik tangan kanan chintiya dan menciumnya dengan perlahan. Chintya masih tidak memberikan respon apapun.

__ADS_1


"Sekali lagi saya minta maaf, saya khilaf"ucap Morens.


Hingga sampai di depan rumah Chintiya, dia masih tetap diam dan langsung pergi meninggalkan Morens yang termenung. sebelum akhirnya Morens beranjak dari situ.


"Dia memang benar-benar berbeda, sangat istimewa. Ini pasti tidak akan mudah tapi aku pasti akan mendapatkan mu"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Mentari sudah menampakkan dirinya, semua orang sudah mulai menjalankan aktivitas masing-masing. Tapi tidak dengan chintiya dia masih betah membungkus tubuhnya dengan selimut tebalnya. Karena terlalu emosi semalam dia langsung merebahkan diri ke kasur tanpa mengganti pakaian hingga melewatkan jam makan malam, yang membuat penyakit maggnya kambuh dan dia memutuskan hari ini tidak berangkat ke kantor. Tapi sebelum itu pagi-pagi sekali dia sudah memberi kabar kepada Sandi untuk tidak menjemput hari ini, tapi Chintiya malah tidak memberi kabar kepada kantor perihal absennya dia hari ini.


Sementara itu di kantor, Morens uring-uringan karena tidak mendapat kabar pasti dari Chintya. Bahkan sudah berkali-kali Morens menghubungi ponsel Chintiya tapi tidak ada jawaban sama sekali dan hal itu berimbas kepada pegawai yang lain yang mendapatkan ceramah pagi darinya.


"Ada apa dengannya?, kenapa tak ada kabar!, apa dia benar-benar resign. Awas saja kalau dia benar-benar melakukan hal itu, kalau gitu siang aku akan kerumahnya"


Di saat hatinya yang sedang kesal terdengar suara telp kantor berdering.


"Ada apa?"tanyanya ketus.


"Maaf pak, ini ada ibu Rancy dari MENTARI GROUP ingin bertemu"ucap si receptionis.


"Untuk apa dia kemari, membuat ku tambah jengkel"batin Morens.


"Suruh masuk" telpon langsung ditutup.


Tak berapa lama terdengar pintu diketuk.


"Masuk" ucap Morens malas


"Ada urusan apa kau kemari?


"Aku hanya berkunjung ke tempat relasi kerjaku" jawab Rancy sambil meletakkan bokongnya di kursi yang berhadapan dengan Morens.


"Apa ada hal penting yang ingin kau tanyakan?"


"Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan"


"Kalau begitu cepatlah, waktuku tidak banyak"


"Kenapa kau terburu-buru sekali"


"Aku banyak pekerjaan, kalau tidak ada yang penting sebaiknya lekas pergi dari sini" ucap Morens sambil berjalan dan membuka pintu ruangan seraya menyuruh Rancy pergi


"Baiklah kalau kau sedang sibuk, aku akan datang kembali lain waktu" ucap Rancy berlalu pergi sambil menoel dagu Morens.


"Dasar wanita tidak tahu malu"gerutu Morens.


Jam makan siang pun tiba, Morens langsung beranjak pergi menuju ke tempat parkir dan menjalankan mobilnya melaju kerumah Chintiya. sementara chintiya yang sedang bermalas-malasan sambil menonton TV, terganggu dengan suara ketukan pintu.


"Aduh siapa sih, ga tau apa orang lagi santai." gerutunya.


"Kenapa lama sekali buka pintunya?"


"Sudah datang bertamu tanpa diundang, segala marah-marah lagi"

__ADS_1


"Saya tidak bertamu, saya boss yang mendatangi anak buahnya yang membolos kerja"


"Ih siapa yang bolos!, saya sedang tidak enak badan, jangan asal ngomong ya"


"Kamu tidak memberi kabar kepada saya atau ke kekantor, kalau bukan bolos apa namanya!!"


"Saya lupa"


"Ini bukan alasan kamu saja kan?, kamu tidak berniat untuk benar-benar resign kan!!"


"Perut saya sakit, maag saya kambuh pak"


"Ok saya percaya"


"WHATEVER" jawab Chintiya sambil memutar bola matanya jengah.


"Kamu sudah makan siang?"


Chintya menggelengkan kepalanya "Saya malas"


"Kamu berencana agar lebih lama membolos ya"


"Ih apaan sih"


Morens langsung menekan ponselnya


"Bawakan saya makan siang 2 porsi, juga obat untuk sakit maag serta vitamin juga, bawa ke jln Kartika no 10"


telp langsung ditutup.


tak lama kemudian


Tak lama terdengar suara ketukan pintu.


Morens langsung membuka pintu dan terlihat Roby membawa beberapa bungkusan.


"Siang boss, ini pesanan anda"ucap Roby, dia melihat chintiya yang sedang menyelimuti tubuhnya.


"Apa kamu sedang sakit chintiya?


"Seperti yang pak Roby lihat"


"Cepat sembuh chintiya"


Morens berdehem "ehhemm, Roby kau urus disana selama aku belum kembali."


"Baik boss, kalau begitu saya permisi"


Kemudian Morens langsung membuka bungkusan tersebut.


"Cepat makanlah dan minum obat ini, kau harus datang besok kekantor untuk menerima hukumanmu"


kemudian author lanjut lagi besok.

__ADS_1


__ADS_2