
Seminggu berlalu
"Apa wanita itu sudah pergi dari negara ini?" tanya Morens pada Roby
"Sudah boss"
"Lalu bagaimana dengan sekretaris sialan itu?"
"Dia juga sudah kembali ke kota asalnya dan dari informasi yang saya dapat, ayahnya akan segera dioperasi"
"Kalau begitu kasih perawatan terbaik buat ayahnya, karena itu permintaan dari Chintiya dan anggap saja itu sebagai uang pesangon selama dia bekerja dengan ku"
"Siap boss"
"Oh ya Roby, mulai hari ini Rena akan menjadi sekretaris ku."
"Hah?, kenapa harus Rena?" Roby seakan tidak terima
"Aku gak mau nanggung resiko seperti kemarin dengan menerima sekertaris baru yang belum aku kenal."
"Lalu, bagaimana dengan divisi keuangan?" Roby mulai gelisah
"Bukannya sebelum Rena datang, kau yang meng-handle bagian keuangan. Jadi untuk sementara waktu kau yang harus turun tangan sampai kau mendapatkan pegawai baru."
"Ta... Tapi apa boss juga akan memperlakukan Rena Seperti Chintiya?"
Roby menyelidik
Morens menaikkan alisnya sebelah, kini dia tau apa maksud dari Roby itu.
"Ah kau benar, sepertinya iya. Karena Rena itu seperti Chintiya bukan tipe wanita genit yang suka tebar pesona, dan aku suka dengan wanita yang kaya gitu" ucap Morens sambil menahan tawanya
"Tapi, nanti Chintiya bisa salah paham boss"
"Aku rasa enggak, Chintiya pasti mau ngerti kok, secara mereka bersahabat dan aku pikir kalau aku cocok mungkin aku,,,, mau nikahin Rena juga."
"APA?" Roby membelalakkan matanya, dia sangat syok mendengar ucapan Morens. Sedangkan Morens bersusah payah menahan tawanya
"Dasar uler kadut, baru 2 minggu enggak masuk sarang udah mau nyari sarang baru aja. Wah gawat nih, w harus awasin kalau gak w bakal kecolongan" batin Roby mengumpat
"Jangan mengumpat di dalam hati Roby" ejek Morens yang tau apa yang dipikirkan Roby
"Aih" Roby terkejut
"Rupanya boss ada bakat jadi parabola ya, eh paranormal ya" batin Roby lagi
"Stop mencibirku Roby, dan sekarang sudah gak ada rapat lagi kan"
"Enggak ada boss"
"Ya udah, aku pulang dulu ya"
"Loh, ada apa boss?"
"Aku mau melakukan sesuatu yang sangat penting, dan ini untuk masa depan dan taraf hidup orang banyak"
__ADS_1
"Segitu pentingkah, memangnya boss mau melakukan apa?"
"Emmm, aku mau mengeluarkan semua ilmu yang aku punya untuk membujuk Chintiya supaya waktu hukuman untuk ku bisa berkurang" Morens bicara dengan serius
"CK, aku pikir apa!, gak berfaedah sekali"
"Loh jangan salah, kalau Chintiya gak bebasin aku dari hukuman semedi maka itu bisa membuat aku tidak bersemangat bekerja dan bila aku tidak semangat bekerja itu mengakibatkan aku hilang fokus dan bisa merugikan perusahaan, jika perusahaan merugi bisa-bisa bangkrut dan itu bisa mempengaruhi hajat hidup orang banyak yaitu para pegawai ku. Makanya kau menikah, agar tau silsilah suatu peristiwa sebab akibat" Morens menyeringai
Roby mencebik "Mendadak drama"
"Percuma bicara dengan jomblo akut"
"Sombong, kalau gitu saya balik ke ruangan saya"
"Gih sana, hus hus hus" ucap Morens sambil mengibaskan tangannya
Setelah kepergian Roby, Morens tertawa terbahak-bahak dan langsung beranjak menuju ke tempat parkir guna mengambil mobilnya untuk pulang.
Dia tidak sabar untuk menerapkan jurus andalan merayu wanita, sebelum sampai di rumah Morens mampir terlebih dahulu untuk membeli makanan kesukaan istrinya yaitu martabak keju, kemudian dia mampir ke butik langganan keluarga Hadinata. Morens mengambil satu set pakaian lengkap dengan sepatu, dompet, dan jam tangan yang dirasa pasti sangat cocok dipakai oleh Chintiya.
Setelah di rasa cukup Morens kembali melanjutkan perjalanan menuju ke rumahnya, tapi di jalan dia melihat toko bunga dan diapun menghentikan laju mobilnya dan berhenti untuk membeli sebucket bunga mawar merah untuk istrinya.
Morens akhirnya tiba di rumahnya, dengan tidak sabar dia turun dari mobil, sampai memarkir mobilnya dengan Sembarangan dan meminta pak Diman yang memasukan ke dalam bagasi.
Morens dengan semangat 45 kemerdekaan tetap melaju pantang mundur mencari keberadaan Chintiya.
"BI Nal, dimana istriku?" tanya Morens pada Bi Nalti
"Eh den, anu mbak Chintiya di kamar" ucap bi Nal gugup karena terkejut dengan kedatangan Morens yang tiba-tiba tidak seperti biasanya
Morens langsung menaiki tangga menuju lantai 2 dimana kamar tidur mereka berada, dia membuka pintu dengan semangat.
"Sweety, im coming baby" Panggil Morens, namun ternyata Chintiya tidak terlihat dan Morens mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Itu pertanda Chintiya sedang berada di sana.
Akhirnya sambil menunggu sang istri, Morens meletakkan dan menyusun barang-barang yang dia beli diatas meja sofa dengan cantik, akhirnya yang ditunggu-tunggu keluar Juga dari tempat semedinya.
"Sweety, Kamu abis mandi?"
"Iya" Chintiya mulai mengerikan rambutnya
"Kenapa gak tunggu aku?"
"Mana aku tau, kamu mau pulang jam segini. Biasa juga kamu pulang jam 6 atau jam 7 malam"
"Aku kangen banget sama kamu" Morens menghampiri Chintiya ke meja rias dan berdiri di belakang Chintiya sambil menatap Chintiya lewat pantulan cermin
"Kangen?, bukannya baru tadi pagi kita ketemu"
"Emang gak boleh kangen sama istri, dari pada aku kangen istri orang"
"Oh silahkan" jawab Chintiya enteng
"Jadi boleh nih"
"No problemo, asal siap-siap setelah itu kamu tidur sendiri lagi"
__ADS_1
"Tuh kan kamu mah kaya mafia, ngancem aku mulu, bikin pengen gigit tau gak"
"Alesan aja"
Morens terkekeh "Yang, aku bawa itu buat kamu. Kamu suka gak?" tunjuk Morens ke arah meja
Chintya mengernyitkan keningnya "Tumben, tiba-tiba bawa hadiah. Pasti ada udang di balik capcai, ayo ngaku kamu pasti habis buat salah kan jadi mau nyogok aku. Hoh gak mempan"
"Kamu mah suudzon aja sama aku, aku gak ada niat apapun kok" kilah Morens kikuk
" Masa!, tapi aku nyium aroma-aroma penggombalan di balik ini"
"Ih, serba salah deh aku mah sama kamu yang"
"Ya udah aku percaya"
"Nah gitu dong, kan enak dengernya"
"Tapi aku lebih percaya lagi, kalau kamu kasih hadiah aku berbentuk kertas kecil yang ada tulisan nominal dengan nol yang banyak"
"Apa itu?"
"Ah payah nih, suami tua. Gak tau kode, itu maksudnya cek honey"
"Boleh, asal selama sebulan full gak libur main kuda-kudaan"
"Huh kamu cabul"
"Kamu matre"
Mereka berdua tertawa terbahak-bahak, setelah itu Morens membersihkan tubuhnya. Setelah selesai mandi Morens menghampiri Chintiya yang sedang melihat apa yang dibeli oleh Morens.
"Kamu suka gak?" tanya Morens
"Lumayan lah, dari pada lumanyun"
"Tuh kan mancing-mancing aku"
"Canda, ih sensi kaya lagi PMS, padahal aku yang lagi PMS aja gak segitunya"
"PMS?"
"Datang bulan"
"Berarti sekarang kamu lagi datang bulan?" Morens bertanya sambil membelalakkan matanya
Chintya tersenyum dan mengangguk.
"Hah nasibmu dek, gak bisa main ke gua lagi" ucap Morens sambil menunduk melihat ke arah celananya
❤️❤️❤️❤️❤️
**JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN.
TERIMA KASIH LOVE U ALL ❤️❤️❤️ MMMUUAAACHHH
__ADS_1
TBC**