Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
Chapter 63


__ADS_3

3 minggu setelah Chintiya pulang dari rumah sakit.


"Hallo my sweet heart" ucap Morens saat menjawab panggilan telepon dari Chintiya.


"Morens, apa kamu sudah mau pulang?"


"Sebentar lagi sayang, kenapa?, kangen ya!"


"Issh, kamu tuh. Aku mau titip sesuatu boleh?"


"Tentu dong, kamu mau titip apa hm?"


"Bawakan aku jus jeruk rasa mangga ya"


"Ok sayang" sedetik kemudian "Wait, jus jeruk rasa mangga!, kamu yakin?"


"Why?, any problem?"


"Tapi sweety!" ucap Morens bingung


"Kamu keberatan!" suara Chintiya sudah mulai melemah.


"Eh, enggak kok."


"Jadi!"


"Iya sayang, apapun untuk mu."


"Ok. Makasih cintaku mmmuuaaachhh"


Panggilan telepon itu langsung diputus oleh Chintiya, Morens tersenyum senang karena dipanggil cintaku. Namun senyumnya mendadak sirna saat teringat permintaan istrinya, jus jeruk rasa mangga. Permintaan macam apa itu!, Morens mulai memutar otak bagaimana pun dia harus mendapatkan keinginan istrinya.


Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya Morens mendapatkan sebuah ide untuk mendapatkan keinginan sang istri. Morens melihat sekarang waktu menunjukkan jam 4 sore, dia langsung menutup laptopnya dan memutuskan bersiap untuk segera pulang.


Morens menghentikan laju kendaraan miliknya di kedai yang khusus menyediakan berbagai jenis minuman dan dia memesan minuman sesuai dengan apa yang diinginkan Chintiya, setelah mendapatkan yang dia mau Morens langsung melanjutkan perjalanan menuju ke rumahnya, dia sudah tidak sabar menemui istrinya yang belakangan ini sikap dan permintaannya makin membuat Morens gemas dan geleng-geleng kepala.


20 menit kemudian Morens tiba di rumahnya, dia langsung mencari keberadaan Chintiya yang dia tau pasti sedang berada di dalam kamar. Morens hanya menjawab dengan anggukan kepala sapaan dari para pekerja di rumahnya.


Senyum Morens mengembang, tatkala melihat istrinya itu sedang duduk manis menonton serial Bollywood kesukaannya ditemani dengan beberapa camilan disampingnya.


Morens mengira Chintiya tidak menyadari kedatangan dirinya, dia hendak memeluk Chintiya namun baru beberapa langkah dia melangkah.


"Stop, jangan mendekat Morens" ucap Chintiya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar televisi.


"Kenapa sayang?"


"Kamu bau"


"Astaga, beneran!" Morens merasa bingung, benarkah dia bau!. Sampai-sampai istrinya itu mengatakan bahwa dia bau padahal jaraknya sekitar 3 meter dari tempat dia berdiri.


"Hmm"


"Ya udah aku mandi dulu deh" ucap Morens sendu.

__ADS_1


"Morens"


"Iya" dia tersenyum senang, akhirnya sang istri mengijinkan untuk memeluknya.


"Pesananku" ah ternyata dia hanya menanyakan pesanannya. Pupus sudah harapan untuk memeluk istrinya yang amat dia rindukan itu.


"Itu diatas nakas" jawab Morens sambil berjalan gontai ke arah kamar mandi.


"Morens"


"Apa lagi?" Morens berhenti dan menengok.


"Kenapa kok ketus gitu?, kamu gak seneng aku panggil!" Chintiya sudah mulai mendramatisir.


"Eh, enggak kok. Ada apa hm?" Morens harus punya stok sabar yang menggunung menghadapi saat ini.


"Sini dulu"


Mau tidak mau dia harus menghampiri Chintiya agar urusan cepat selesai dan dia segera mandi. Setelah tiba di dekat Chintiya, Morens berdiri di hadapan Chintiya namun Chintiya menariknya untuk duduk di sebelahnya dan tiba-tiba dia mencium bibir Morens sesaat.


"Sekarang cepet mandi" usir Chintiya.


Morens senang sekali karena dia tidak mendapat pelukan tapi malah mendapat ciuman. Lalu Morens bergegas mandi, setelah 15 menit Morens keluar dari kamar mandi dan dia mendengar suara tangisan. Sontak saja dia langsung berlari menghampiri Chintiya, bahkan dia tidak sadar bahwa dia hanya memakai handuk.


Morens langsung duduk di samping Chintiya dan memeluk Chintiya dengan erat.


"Sweety, ada apa?, kamu kenapa?, apa ada yang sakit hm?, bilang sama aku" Morens mencecar pertanyaan kepada Chintiya.


"Aaahhh" jerit Chintiya


"Sayang kenapa?" Morens bertambah panik.


"Morens!, kamu itu kenapa? bentak Chintiya.


"Aku?,,, aku gak papa. Harusnya aku yang tanya kamu kenapa nangis dan berteriak" tanya Morens semakin bingung.


"Aku menangisi itu" tunjuk Chintiya pada drama yang sedang dia tonton "Dan aku berteriak karena kamu"


"Aku!, memangnya kenapa aku?"


"Kamu liat aja sendiri, kamu kaya tuyul"


Seketika Morens langsung melihat tampilan dirinya, dia kaget sambil tersenyum geli. Saat ini dia tengah duduk di sofa tanpa sehelai benangpun, dengan tubuh yang masih sedikit basah dan handuk kecil yang melingkar di lehernya. Karena handuk yang dia pakai tadi terjatuh saat dia berlari menghampiri Chintiya yang sedang menangis.


"Kamu kenapa teriak?, bukannya kamu sudah biasa liat aku kaya gini" goda Morens untuk menutupi rasa malunya.


"Ya tapi gak tiba-tiba kaya gini, bikin aku syok aja. Aku kira kamu pedofil, secara aku kan masih imut"


Morens terkekeh "Iya sayang, kamu emang imut. Oh ya jusnya udah diminum belum?"


"Oh iya lupa"


"Nih" Morens menyodorkan jus kemudian dia menuju ke lemari pakaian.

__ADS_1


"Wah, kamu pinter ya. Pantes kamu bisa jadi CEO" Chintiya senang karena pesanannya sesuai dengan apa yang dia mau. Jus rasa mangga yang di gelas kemasannya tertulis jus jeruk. Permintaan yang aneh bukan.


Sementara di salah satu Mall, Serena yang merasa bosan di rumah, akhirnya memutuskan untuk berjalan-jalan sendiri.


Serena asyik melihat-lihat tumpukan koleksi tas yang tersusun rapi di rak toko, disana juga sedang ada beberapa pegawai yang tengah menyusun beberapa model tas yang baru datang dengan menggunakan tangga aluminium sebagai pijakan.


Saat tengah menyusun tas-tas itu, karena dia tidak dapat menggapai susunan rak yang tertinggi akhirnya dia tidak sengaja menarik beberapa tumpukan tas dan menjatuhkan tas-tas itu.


Serena yang melihat peristiwa itu langsung berlari menyelamatkan seorang wanita paruh baya yang hampir tertimpa tumpukan koleksi tas itu. Mereka pun terjatuh bersama namun tidak mengalami apapun, pegawai yang tidak sengaja menjatuhkan tas-tas itu pun segera menolong kedua wanita itu.


"Maafkan saya Bu, mbak. Saya tidak sengaja"ucap pegawai wanita itu.


"Lain kali kamu harus lebih berhati-hati, bagaimana bila ibu ini tertimpa tadi atau bisa saja kamu yang terjatuh. Bukankah itu bahaya!, kalau kamu tidak bisa, lebih baik minta bantuan yang lebih mampu. Jangan memaksakan diri" omel Serena namun dengan nada yang masih yang wajar.


"Iya mbak saya salah, sekali lagi saya minta maaf. Maafkan saya" pegawai itu menundukkan kepalanya.


"Iya sudah, saya juga tidak apa-apa kok. Sekarang kamu lanjutkan tugas kamu saja" sela wanita paruh baya itu.


Pegawai itu pun segera berlalu pergi, setelah pegawai itu pergi, Serena mengajak ibu itu menuju ke sebuah resto dan memberikan air agar si ibu tidak syok.


"Bagaimana keadaan tante? tanya Serena.


"Saya baik, terima kasih ya. Kalau kamu gak ada, mungkin saya,,,"


"Jangan ngomong kayak gitu tante"


"Siapa nama kamu?"


"Saya Serena"


"Oh nama yang cantik seperti kamu, cantik luar dalam" puji wanita itu.


"Tante bisa aja, oh ya kalau boleh tau nama tante siapa?"


"Panggil saja Tante Ayu"


"Oh ya tan, maaf aku gak bisa lama. Tante udah gak papa kan!"


"Saya gak papa, boleh saya minta no ponsel kamu"


"Buat apa tan?"


"Lain waktu saya mau ngundang kamu makan malam di rumah saya"


Mereka pun bertukar nomor telepon, setelah itu Serena langsung pergi karena waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Pasti mommy Lexi sudah menunggu dengan cemas di rumah. Serena langsung pergi meninggalkan tante Ayu.


"Gadis yang cantik dan baik, jaman sekarang jarang ada gadis yang seperti itu. Aku akan mencoba mendekatkannya dengan anakku satu-satunya." tante Ayu bermonolog.


👌👌👌👌👇👇👇


TBC


LOVE U ALL ❤️❤️❤️ MMMUUAAACHHH

__ADS_1


__ADS_2