
Keesokan harinya
Baik Xander ataupun Mark, mereka berdua sama-sama mengutus orang kepercayaannya untuk menyelidiki siapa orang dibalik penyerangan terhadap Mora.
Kali ini mereka tidak boleh kecolongan lagi, dan mereka sama-sama menempatkan pengawal bayangan untuk melindungi Mora.
"Siang kak." sapa Dennis saat memasuki ruangan Mark.
"Duduklah."Mark menghentikan pekerjaannya dan bangkit berpindah ke sofa.
"Bagaimana keadaanmu?" Dennis menyusul Mark duduk dihadapannya.
"Baik."
Karena sudah 3 hari yang lalu Mark sudah kembali dari rumah sakit, dan baru hari ini dia datang ke kantor.
"Apa ada info yang kau dapat?"
"Menurut info yang di dapat dari orang suruhan ku, mereka adalah suruhan Bernard."
"Bernard!!" Mark mengerutkan keningnya.
"Ya, targetnya adalah melenyapkan Mora. Sepertinya yang kamu bilang itu benar, Mora bukan wanita sembarangan."
"Itu pasti, karena aku gak akan sembarangan menyukai seorang wanita." Mark tersenyum manis.
Dennis memutar bola matanya malas "Jangan mengeluarkan ekspresi kaya gitu, itu gak pantas dengan imejmu selama ini yang terkenal dingin."
"Hahahaha, ayolah Dennis. Aku begini cuma sama kamu, dan tentunya pada kesayanganku Mora."
"Cih!! menjijikkan." umpat Dennis yang kesal melihat Mark seperti bocah yang baru saja diajak bermain di taman.
"Kenapa Bernard sampai mau melenyapkan Mora?, aku menyesal memberikan informasi tentang RENS CORP. Lagi pula dia bilang, itu cuma persaingan bisnis. Tapi kenapa sampai harus menghilangkan nyawa." Mark memegang dagunya seraya berpikir.
"Kayanya ada sesuatu yang tidak kita ketahui, masalah ini lebih dari sekedar persaingan bisnis." Dennis menyampaikan pemikirannya.
"Sial!, kenapa aku bisa tertipu oleh Bernard."
Tiba-tiba pintu ruangan Mark yang memang tidak tertutup rapat itupun terbuka lebar dan menampilkan seseorang yang membuat Mark dan Dennis terperangah.
Terdengar suara orang bertepuk tangan "Oh, kalian mengagumkan."
"Nona Mora." ucap Mark dan Dennis bersamaan.
Hari ini Mora memutuskan untuk pergi ke kantor cabang Grid construction yang ada di Indonesia, rencananya dia akan kesana sore nanti, namun berhubung sore nanti dia ada janji temu dengan koleganya, jadi Mora memutuskan pergi siang ini saja.
Mora kesana seorang diri, dia menolak untuk diantarkan oleh Oxen apalagi Xander. Karena dia tau bagaimana posesifnya pria itu, dia tidak mau dibuat pusing dengan kecemburuan yang akan ditunjukan Xander nanti.
Mora kesana ingin mengetahui keadaan Mark, karena sedari peristiwa itu, Xander melarang Mora pergi kemana-mana sampai benar-benar pulih, padahal dia hanya terkilir saja. Oh benar-benar merepotkan pria satu itu.
Mora juga ingin mengucapkan terima kasih, biar bagaimanapun Mark sudah membantunya hari itu. Kalau bukan karena membantunya, Mark tidak akan sampai masuk ke rumah sakit.
Tapi siapa sangka, dengan kedatangannya kesana, dia malah mengetahui fakta sekaligus info yang mencengangkan tentang seseorang yang sedang dia cari.
"Eheem, nona Mora. Sejak kapan anda datang?” tanya Mark mencoba bersikap biasa.
" Sejak kalian membicarakan tentang Bernard dan juga RENS CORP." jawabnya santai.
__ADS_1
"Ah,,, tentang itu bisa kami jelaskan." Dennis menimpali.
"Ya, aku mau kalian jelaskan semuanya." Mora bicara dengan bersedekap dada.
Mark tersenyum "Duduklah dulu."
Dia tidak menyangka bahwa Mora memang sangat luar biasa, bahkan setelah mendengar semua itu, Mora masih tetap bisa mengendalikan emosi dan bersikap biasa.
Mora duduk di sofa single diantara Mark dan Dennis "Bisa kalian mulai!!"
"Biar saya saja yang bicara."Dennis menyela sebelum Mark sempat berbicara.
" Terserah." jawab Mora acuh seraya menyilangkan kakinya dan menampilkan kaki jenjang miliknya sambil bersedekap dada.
"Maaf sebelumnya nona Mora, kami memang memberi sedikit informasi tentang RENS CORP kepada Bernard. Tapi kami tidak menyangka bahwa dia akan bertindak sampai sejauh itu.
Dia bilang ini hanya sekedar persaingan bisnis, jadi kami bersedia membantunya. Tapi jika kami tau kalau itu semua akan berhubungan dengan nyawa seseorang, kami juga tidak akan mau bekerja sama. Karena sejatinya kami adalah pengusaha dan pebisnis, bukan seorang kriminal." jelas Dennis panjang lebar dengan tenang.
"Apa yang kau maksud itu Bernard Alfonso?" tanya Mora dengan santai.
"Apa nona Mora mengenalnya?" Dennis bertanya tak percaya kalau ternyata Mora mengenal seorang Bernard yang seorang pedagang gelap.
"Lalu, kenapa kalian mau bekerja sama dengan dia?. Apa sebelum ini kita ada masalah?" Mora menatap tajam Mark yang sedari tadi menatap Mora dengan intens.
"Tidak, ini murni tentang bisnis."
"Kenapa harus RENS CORP, perusahaan level 3 yang bahkan tidak sebanding dengan Grid Construction?"
"Itu karena..."
"Karena aku terobsesi dengan mu." sela Mark ucapan Dennis. Mora menautkan kedua alisnya.
"Tapi kak..."
"Aku mau bicara 4 mata dengan nona Mora." ucap Mark yang terus mengarahkan pandangannya pada Mora.
"Baiklah." Dennis pergi meninggalkan dua orang yang masih saling menatap.
Namun arti dari tatapan mereka berbeda, Mark menatap Mora dengan penuh pengharapan dan cinta. Sedangkan Mora menatap Mark dengan datar, dia sedang mengamati adanya kebohongan tentang apa yang diceritakan tentang masalah ini.
"Sudah puas menatapku?, apa bisa dilanjutkan!" Mora bicara sarkastik.
"Jujur, aku gak akan pernah bosan memandang wajah cantikmu Mora."
"Omong kosong!!"
Mark terkekeh "Kau benar-benar membuatku semakin penasaran."
"Aku tidak punya waktu mendengar ocehanmu, aku cuma mau tau apa maksudmu sebenarnya?"
Mark menghela nafas "Baiklah, sebelumnya aku minta maaf. Aku memang sedikit bekerja sama dengan Bernard untuk menjatuhkan perusahaannmu, tapi aku gak setuju kalau ternyata dia mau melenyapkanmu. Itu sudah melenceng jauh dari kesepakatan kami."
"Kenapa kau mau menjatuhkan perusahaan ku?, sementara kita saja belum pernah berinteraksi sebelumnya."
Mark berdecih "Cih, ternyata kamu memang gak pernah mengingatku."
"Mengingatmu!!, Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"
__ADS_1
"Kamu gak ingat aku, tapi aku selalu ingat wajahmu. Nona Mora Hadinata."
"Jangan bertele-tele."
"8 tahun yang lalu, saat di acara debat para kandidat calon nominasi 15 pengusaha muda berbakat. Diantara semuanya, hanya kamu seorang Mora yang berani dan mampu mengalahkan argumenku.
Saat itu aku masih memimpin usaha yang kubangun sendiri, dan akhirnya pada hari itu aku dikalahkan olehmu. Sejak saat itu, aku memutuskan untuk menerima tawaran kakekku memimpin Grid generasi ke 3. Awalnya aku mau menyerahkan kepemimpinan pada Dennis, tapi aku berubah pikiran dan menerima tawaran itu.
Aku bertekad untuk mengalahlan dan manaklukkanmu, aku mau suatu hari kau mengakui kehebatan seorang Mark Lincoln. Itu sebabnya aku mau bekerja sama dengan dia." Mark menjeda ucapannya sesaat. Dia bangun dan berpindah duduk disebelah Mora.
"Tapi itu dulu, sekarang aku menyesal membantunya." Mark berucap lirih.
"Kenapa?"
Mark menggenggam kedua tangan Mora. "Karena aku benar-benar tertarik padamu, dan aku mau kamu menjadi milikku." Mark mengecup tangan itu.
Mora menarik tangannya yang digenggam Mark "Kau pikir setelah ini, aku mau bertemu denganmu lagi tuan Mark. Aku bahkan menyesal datang kesini untuk berterima kasih padamu."
"Aku tau aku salah, maafkan aku. Aku berjanji akan menebus kesalahanku, asalkan kau memaafkanku."
Mora menyeringai "Dengan apa kamu menebus kesalahanmu?"
"Apapun yang kamu mau, aku bahkan bersedia untuk mengorbankan nyawaku. Aku akan selalu melindungimu."
Mora memutar bola matanya malas "Aku gak butuh perlindungan darimu, aku bisa menjaga diriku sendiri."
"Aku tau, itulah yang membuat aku bertambah tertarik padamu."
Mora terdiam sejenak seraya berpikir, apa yang bisa dimanfaatkan dari Mark saat ini.
"Ok, aku akan memaafkan mu. Tapi ada syaratnya."
"Apapun itu."
"Sebegitu yakinnya anda."
"Karena aku bersungguh-sungguh."
"Kalau begitu, berikan semua info yang kau tau tentang Bernard padaku. Lalu bersikap biasalah, anggap saja gak ada pembicaraan ini diantara kita."
"Ok." Mark mendekatkan wajahnya hendak mencium pipi Mora.
Mora menghindari Mark " Jaga sikap anda tuan Mark."
"Maaf."
...----------------...
...----------------...
Chapter ini aku panjagin sebagai ganti beberapa hari gak up.
Maafkan othor ya dengan segala keterbatasan dan kesibukan jadi gak bisa rutin up.
TBC
LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH
__ADS_1
💜💜💜