Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S3 - Chapter 1


__ADS_3

Terdengar suara derap langkah kaki yang berjalan dengan cepat, bahkan hentakan yang berasal dari gesekan sepatu dan lantai sangat terdengar jelas.


Semua pegawai yang melihatnya sudah mulai merasa panic dan keringat dingin seketika mengucur begitu saja di wajah mereka.


"Cepat semua ke ruangan rapat sekarang." titah seseorang yang baru saja datang dengan aura yang memancar tajam.


Setelah semuanya masuk ke ruang rapat, mereka harap-harap cemas dengan apa yang akan terjadi.


Kepanikan mereka bertambah, saat sang macan masuk ke dalam ruang rapat.


Wanita yang sangat cantik namun sangat mempunyai aura yang tajam yang dapat membuat orang yang melihatnya merasa terintimidasi.


Dia duduk dengan sangat anggun dan menatap semua yang ada diruang rapat dengan tatapan dingin dan tajam. Sedetik kemudian, terdengar suara gebrakan meja yang membuat semua orang yang ada disana terlonjak kaget. Dia melemparkan sebuah map ke tengah meja rapat.


"Ada yang bisa jelaskan bagaimana ini bisa terjadi?" tanyanya pada semua peserta rapat.


Mereka tidak ada yang berani menatap kepadanya, mereka bahkan hanya terdiam dan tertunduk takut.


"Apa semua orang yang ada disini tuli?, atau kalian semua sudah bosan bekerja disini?" tanyanya lagi dengan nada sedikit meninggi.


"I...Itu." jawab salah satu orang yang bertanggung jawab disana.


"Itu,,, itu apa?. Bicara yang jelas, jangan seperti orang bisu. Karena aku memperkerjakan kalian bukan hanya untuk menjadi patung." ucapnya lagi dengan penekanan.


"Tidak boss."


"Lalu bisa kau jelaskan bagaimana ini semua bisa terjadi?, disini selalu mengutamakan kualitas dan selalu di cek terlebih dahulu di laboratorium bukan. Lalu bagaimana bisa ada laporan bahwa produk keluaran baru kita menggunakan bahan baku yang berbahaya!"


"Mungkin itu ada sebuah kesalahan penulisan atau kesalahan pengecekan. Kami akan segera menangani ini boss." ucap salah satu kepala produksi.

__ADS_1


"Apa kau bisa bertanggung jawab atas ucapanmu?"


"Saya." ucap orang itu ragu-ragu.


"Pokoknya saya tidak mau tau, saya beri kalian satu Minggu untuk menyelesaikan masalah ini. Rapat selesai." wanita itu langsung melenggang pergi dengan anggun diikuti dengan sekretarisnya.


"Oxen ikut ke ruanganku." Titahnya pada sang sekertaris.


Begitu masuk ke ruangan yang ditempati oleh seorang wanita bernama Zimora Rachael Hadinata, suasana horor melingkupi sekitarnya. Membuat siapa saja yang masuk kedalam sana bergidik ngilu, tanpa terkecuali dengan sekertaris yang sudah menemaninya selama 3 tahun ini.


Bagaimana tidak, ruang kerja yang biasanya didominasi oleh buku-buku, map, dan alat-alat kantor lainnya. Tidak berlaku di ruangan milik wanita yang akrab disapa Mora.


Disana terdapat beberapa stik golf lengkap dengan lapangan mininya, ada juga beberapa senapan yang memang dipajang yang memang sengaja di pajang di sudut ruangan itu sebagai koleksi pribadinya, dan yang lebih aneh lagi disana terdapat samsak yang biasa digunakan untuk berlatih tinju ataupun bela diri.


"Oxen, dimana sekertaris sialan itu?" tanya Mora sambil menatap berkas yang dia pegang.


"Dia mengundurkan diri tadi pagi, dan ini surat pengunduran dirinya." Oxen menyerahkan surat pengunduran diri dari asisten pribadi Mora yang ke 14 kali.


"Mohon maaf, kalau boleh tau. Apa yang boss lakukan sama dia kemarin malam?" tanya sang sekertaris dengan hati-hati karena takut membangunkan macan betina yang ada dihadapannya.


"Gak ada yang spesial, cuma ngajak dia balap motor si sirkuit Sentul bareng komunitas." jawab Mora enteng.


"Taruhannya apa?" Oxen curiga, karena bila hanya balapan motor, tidak mungkin langsung membuatnya mengundurkan diri.


"Enteng, Yang kalah cuma harus memandikan macan tutul milik temanku saja." jawab Mora masih menatap pada kertas yang ada di tangannya.


"Pantes, dia langsung mengundurkan diri. Ternyata eh ternyata,,,,,, minuman itu haram." batin Oxen.


Tiba-tiba Mora menutup laporan yang ada ditangan dan berdiri. Oxen sudah mulai merasakan firasat yang gak enak, dia langsung berinisiatif untuk pamit dan meninggalkan ruang kerja Mora. Namun hampir saja mencapai pintu, Mora sudah terlebih dulu memanggilnya.

__ADS_1


"Oxen, ikut aku."


Oxen berbalik dan melihat Mora yang sudah selesai merapihkan meja kerjanya. Seketika dia menelan salivanya kasar, bersiap mendengar ajakan konyol boss gilanya itu.


"Kemana boss?"tanyanya gugup.


" Temani aku main bowling."


Oxen membuang nafas lega, kalau hanya sekedar bermain bowling dia masih sanggup. Namun dia harus menelan salivanya lagi, hingga mungkin tidak tersisa lagi begitu dia mendengar ucapan Mora selanjutnya.


"Setelah itu kita, main walk climbing Ok."


"Ngurut lagi,,,, ngurut lagi. Kalau begini caranya, gue harus cari asisten baru lagi buat dia.Tapi kali ini harus benar-benar yang tahan banting, biar gue gak terus-menerus babak belur." umpat Oxen dalam hati.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Hai hai hai othor kecambah balik lagi nih, buat terusin cerita Boss Gila Ku season 3 tentang anak-anak Morens dan Chintiya.


Untuk pembukaan jangan banyak-banyak ya, takut othornya mabok. Kasihanilah othor tercinta kalian ini, karena aku masih nulis 3 cerita on going lainnya, belum lagi harus mulung dollar dan yang pasti ngurus buntut 2.


Jadi mohon mangap buat boss gila ku masih belum bisa update rutin, tapi setelah jadwalnya terkonsep, othor usahain update secara rutin. Tapi ya insya Allah kalau sempet. Hehehe.


Jangan lupa besok Senin, ditunggu jamunya buat othor. Biar othor semangat upnya.


TBC

__ADS_1


LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH


💜💜💜💜💜


__ADS_2