
Hari ini entah mengapa Morens ingin berangkat lebih awal, tidak seperti biasanya. Entahlah dia merasa harus melakukan hal itu. Saat Morens tiba di perusahaannya dia tidak langsung masuk, dia mengeluarkan ponselnya hendak menghubungi Roby, tapi matanya teralihkan kepada sebuah mobil yang tidak asing baginya, dia memperhatikan dengan seksama mobil itu dan dia melihat Chintiya turun dari mobil itu diikuti oleh Sandi. Morens seketika mengeratkan giginya menahan kekesalannya.
"Oh ****, apa mereka ada hubungan?, sepertinya mereka sangat dekat"
Morens langsung beranjak menuju ke ruangan sambil terus berfikir. Para pegawai yang melihat Morens datang pun terkejut. Karena tidak seperti biasanya Morens datang di awal waktu seperti hari ini.
Chintya langsung masuk ke dalam kantor setelah berpamitan kepada Sandi, dia pun terkejut ketika melihat Morens sudah ada di ruangan sepagi ini.
"Oh pak selamat pagi" sapa Chintiya
Morens tidak menjawab sapaan Chintiya, dia hanya melemparkan tatapan tajam kepada Chintya.
"duh si boss kenapa ya?, kok wajahnya horror banget sih tidak seperti biasanya"batin Chintya
"Kamu pesankan makanan untuk sarapanku"
"Ah iya pak, bapak mau saya pesankan apa?" jawab Chintiya gugup karena dia tidak siap menerima tugas dari Morens.
"Pesankan nasi goreng seafood plus kripik ebi jangan pedas, minumannya jus jeruk tanpa es tanpa gula."
"Baik pak"
Chintya hendak beranjak pergi ke kantin, tapi ditahan oleh Morens.
"Mau kemana?"
"Ke kantin memesan sarapan untuk bapak"
"Enggak perlu kesana, pakai saja telp kantor tekan no 11, itu langsung terhubung ke kantin. Katakan antar ke sini dan pesan 2 porsi"
"Hah 2 porsi, bapak serius?"
"Kenapa, ada masalah?"
"E... Enggak ada pak" jawab Chintiya gugup
Chintya langsung menghubungi kantin, dan tak berapa lama pesanan datang, Morens langsung beranjak ke sofa dimana makanan tadi di letakkan.
"Chintya kemari" ucap Morens
"Iya pak" chintiya melangkah ke arah sofa
"Temani aku sarapan"
"Ehhmm tapi pak.."
__ADS_1
"Ini perintah"ucap Morens tegas
"Baik pak"
Sebenarnya Chintya enggan memakannya, karena Chintiya tidak terbiasa dengan sarapan pagi yang seperti ini. Biasanya dia hanya membuat kopi atau teh hangat ditemani dengan 3 lembar roti tawar untuk sarapan di pagi hari. Tapi dia tidak bisa menolak perintah dari Morens.
"Dia kenapa sih hari ini, tingkah absurd nya kumat lagi. Tiba-tiba nyuruh makan tanpa tanya dulu apa yang ingin aku makan. Untung saja perutku mau menerima makanan ini di pagi hari kaya gini"batin Chintya
Sambil menyantap makanan, Morens menghubungi Roby.
"Aku sudah dikantor, jika butuh sesuatu langsung ke ruanganku"
Roby pun tersentak kaget, karena tidak biasanya bossnya itu datang pagi-pagi ke kantor.
Dari luar ruang CEO terdengar ketukan pintu, dan itu adalah ulah dari Roby.
"Masuk" ucap Morens
Didalam ruangan, Roby melihat Morens dan Chintiya sedang makan, Chintiya yang ditatap tajam oleh Roby pun jadi salah tingkah.
"Maaf boss, tadi pihak dari MENTARI GROUP menelpon, mereka minta jadwal meeting nya dilakukan di jam makan siang."
"Ok, kamu atur saja, dan juga buat di sore hari ini buat aku tidak ada jadwal"
"Siap boss, kalau begitu saya kembali ke tempat saya"ucap Roby
"Chintya"panggil Morens
"Iya pak"
"Apa tuan sandi masih menghubungimu untuk bertanya soal projects kerja sama?"
"Enggak pak"
"Apa kamu yakin?"
"Yakin pak, Memang ada apa ya?"
Morens tidak menjawab pertanyaan chintiya.
"Nanti kamu yang menemaniku meeting dengan MENTARI GROUP, jadi siapkan berkas-berkas nya"
"Siap pak, kalau begitu saya permisi ke divisi pemasaran dan keuangan untuk menyerahkan dokumen"
"Hhmm" jawab Morens malas
__ADS_1
Saat berada di divisi keuangan, Chintiya langsung menuju ke ruangan Rena untuk menyerahkan dokumen yang dia bawa, sambil sejenak berbincang dengan Rena. Karena selama bekerja disini mereka sulit sekali untuk bertemu.
"Hai Ren, sibuk ga? tanya Chintya sambil duduk di kursi depan Rena
"Oh chintiya, gue gak terlalu sibuk kok. Ada apa sih?"
"Enggak ada apa-apa, cuma mau ngobrol aja sebentar, gue bosan diruangan gue"
"Kirain ada apa, eh ya Chin gimana rasanya jadi sekretaris boss dan satu ruangan lagi. Emang lu gak deg degan apa?
"Enggak tuh, yang ada gue malah bingung"
"Bingung kenapa?"
"Itu orang ya kadang ngomongnya lembut, tapi kalo lagi kumat anehnya aduh ada aja yang dia minta gue lakuin"
"Lah bukannya emang udah tugas lu kan kaya gitu"
"Iya sih, tapi kalau permintaan absurdnya udah keluar aduh bikin gue erosi tingkat raja"
"Sabar ya neng" ucap Rena sambil terkekeh.
"Sabar sih sabar, tapi kan lama-lama hayati lelah juga"
Rena hanya tersenyum mendengar ocehan chintiya sambil terus mengerjakan tugasnya.
"Ren Minggu kita keluar yuk, bosen di rumah terus"
"Boleh, kemana?
"Nanti deh gue kabarin lagi, kalau gitu gue balik ke ruangan gue dulu takut dicariin sama orang aneh"
"Ok dh bye"
Kembali ke ruangan Chintiya.
"Ayo siapkan berkas meeting"ucap Morens sambil melihat jam di dinding kantornya
Kemudian mereka langsung pergi menuju ke tempat meeting.
❤️❤️❤️❤️❤️
SEGINI DULU AKAK, MATAKU UDAH TINGGAL 3 WATT.
DIRIKU TAK SANGGUP LAGI MELEBARKAN MATAKU.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN JUGA. KALAU KALIAN BERKENAN BERI RATING YANG BAGUS DAN TIPS UNTUK DIRIKU.
I LOVE U ALL ❤️❤️❤️❤️❤️ MMMUUAAACHHH