Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
CHAPTER 46


__ADS_3

***HALLO AKAK SEMUA


SEBENARNYA AKU BINGUNG MAU LANJUT ATAU GAK, KARENA YANG AKU LIHAT PEMBACA SAMPAI 11 RIBU TAPI LIKE MINIM SEKALI TIDAK SAMPAI SEPEREMPAT PEMBACA.


TAPI SETELAH AKU PIKIR LAGI, AKU LANJUT AJA TOH NIAT AWAL AKU HANYA UNTUK MENYALURKAN HOBI MENULIS AKU.


TERIMA KASIH BUAT YANG MASIH SETIA BACA CERITA AKU YANG PAS PASAN INI.


SELAMAT READING


❤❤❤❤❤***


"Sweety"panggil Morens seraya duduk di ranjang memperhatikan sang istri di meja rias.


"Hmm" jawab Chintiya menatap Morens lewat pantulan cermin.


"Besok datang kan temenin aku ke acara launching produk"


"Kayanya gak deh" sambil memakai scincare.


"Kenapa?"


"Eh, aku malu. Lagian aku gak mau ganggu kamu disana"


"Malu kenapa?, lagian aku gak ngerasa keganggu kok yang ada aku malah senang"


"Maaf sayang, tapi aku bener gak bisa. Besok juga aku udah ada janji temu sama pemilik gedung yang mau aku sewa itu"


"Kenapa harus besok, kenapa gak hari lain. Kan kamu tau besok itu acara aku"


Chintya berjalan menghampiri Morens dan duduk di pangkuan Morens.


"Sekali lagi maaf sayang, aku bener-bener lupa kemarin kalau acaranya juga besok. Tapi aku bakal usahain cuma gak tau jam berapa"


"Ah, kalau begitu aku jadi males dateng ke acara itu" Morens menundukkan kepalanya di bahu Chintiya.


"Loh gak bisa gitu dong, kan kamu pimpinan disana masa kamu gak dateng. Kan gak lucu jadinya kaya acara bodong"


"Bodong?, setau aku bodong itu yang ini" Morens mengusap perut istrinya, namun usapannya lebih tepatnya bukan di perut melainkan lebih ke arah dada.


Chintya menepuk tangan Morens. "Tangan gak pernah disekolahin ya, kerjanya nyasar mulu"


Morens terkekeh "Gak tau nih, dia maunya muter-muter Mulu di situ"


sambil menunjuk ke tangannya dengan dagu.


"Macem" Chintiya mencebik.


"Tapi yang, sebenarnya ada sih caranya biar aku semangat besok" Morens tersenyum


"Apa, jangan aneh-aneh ya" Chintiya menyelidik sudah merasa curiga dengan gelagat Morens.


"Gak aneh kok, kan aku yang aneh"


"Ya terus apa?"

__ADS_1


"Kita main anaconda melilit yuk"


"Anaconda melilit?"


"Ya kaya gini" Morens langsung menyeruduk bibir Chintiya dan menerkamnya, akhirnya mereka pun bergulung dan berkeringat bersama.


Setelah tadi aksi bapaconda melilit sang mangsa hingga lemas tak berdaya, mereka pun tertidur pulas. Hingga sang Surya membangunkan mereka berdua.


Kini mereka sedang menikmati sarapan berdua.


"Sweety, bener nih gak ikut sama aku" Morens menyeka mulutnya dengan tissue setelah selesai sarapan.


"Iya sayang, nanti aku usahain dateng tapi gak janji ya"


Kini mereka sudah berada di teras depan, Chintiya mengantarkan Morens yang ingin berangkat, dia mencium punggung tangan Morens dan Morens mencium pipi Chintiya lembut.


"Ya udah aku berangkat ya, kalau ada apa-apa telpon aku atau Roby. Atau mungkin kamu bisa telpon Rena.


"Iya, kamu hati-hati"


Setelah 1 jam Morens pergi, Chintiya pun pergi dengan diantar oleh pak Diman. Tanpa diketahui mereka ada sebuah mobil sedan berwarna hitam mengikuti mereka. Jarak yang ditempuh untuk sampai ke gedung itu hanya 20 menit, sesampainya disana.


"Permisi" sapanya kepada pengelola gedung


"Selamat siang ibu, ada yang bisa dibantu?"


"Apa saya bisa bertemu dengan pak Ken"


"Apa sudah ada janji dengan beliau!"


"Sudah, saya Ibu Hadinata kemarin saya janji temu dengan pak Ken"


"Iya gak papa"


"Silahkan duduk ibu, Silahkan diminum" pegawai tadi mengantarkan Chintiya ke ruang tunggu"


Setelah 20 menit berlalu akhirnya pemilik gedung itu pun tiba, dia langsung menuju ke ruang tunggu karena tadi sang pegawai sudah mengabari kalau kliennya sudah menunggu. Dia melihat seorang wanita duduk sambil memainkan gadgetnya, dia langsung mendekat dan menyapa.


"Selamat siang nyonya Hadinata, maaf saya terlambat"


"Oh tidak.."


"Boy"


"Chintya"


mereka berucap bersamaan setelah Chintiya mengangkat kepalanya. Boy langsung duduk dihadapan Chintiya


"Oh jadi kamu yang mau sewa gedung ini"


"Iya, aku mau buka toko kue plus kafe. Aku lihat halamannya luas jadi pas sama konsep aku yang suka outdoor"


"Oh gitu, tapi ngomong-ngomong nama kamu Chintiya Hadinata begitu!. Karena setau aku Hadinata itu nama pemilik RENS CORP"tanya Boy antusias


"Oh iya Hadinata itu nama suami aku"

__ADS_1


"Jadi kamu istrinya anak pemilik perusahaan itu, lebih tepatnya CEO saat ini bener gak?"


"Iya, kok kamu tau"


"Jadi Chintiya itu istri Morens, hah kenapa dunia ini begitu sempit lagi-lagi w harus berebut cewek sama dia"batin Boy


"Kita sesama pengusaha pasti kenal lah, apalagi sekarang RENS CORP lagi naik, karena produk kecantikan yang dipasarkan banyak diminati"


"Oh gitu, terus kok nama pemilik gedung ini disebut pak Ken!"


"Kamu lupa, nama aku kan Boy Kendrik"


"Oh ya lupa"


"Ya udah, gimana kalau kita ngobrol sambil makan siang"


"Ok, tapi aku yang bayar. Hitung-Hitung balas budi yang kemarin dan gak boleh nolak"


"Terserah kamu deh"


"Tapi ntar aku dapet diskon ya"


"Tetep ujungnya ada juga"


Chintya terkekeh " Beginilah ibu-ibu"


Akhirnya mereka pergi ke sebuah restoran dengan mobil masing-masing.


Sementara di salah satu Hotel tempat acara launching diadakan, Morens terlihat sedang berbicara dengan para koleganya setelah menyampaikan sambutan. Dan tanpa Morens tau seseorang memperhatikan Morens dengan lekat.


Ya dia adalah sang sekretaris baru, yang sangat terobsesi dengan Morens. Dia tidak peduli kalau Morens sudah menikah, yang penting dia bisa dekat dengan Morens walaupun hanya menghabiskan malam dan menjadi penghangat ranjangnya saja.


" Oh boss malam ini kau terlihat sangat tampan dan sexy, aku bisa membayangkan bagaimana bila kita berada didalam satu selimut yang sama saling menghangatkan dan berkeringat bersama. Oh aku sudah tidak tahan bagaimana pun aku harus mendesah bersamamu malam ini boss" gumam Flo


Flo mendekati Morens bersama para koleganya dengan membawa nampan yang berisi gelas minuman.


"Maaf tuan-tuan silahkan diminum dulu"


Tawar Flo, merekapun mengambil gelas itu satu persatu. Namun ketika Morens hendak mengambil satu gelas, Flo langsung memberikan minuman kepada Morens. Morens yang sedang serius membahas tentang bisnis tidak begitu memperhatikan Flo.


15 menit kemudian Morens merasa tubuhnya mulai tidak nyaman, dia merasa tubuhnya panas. Akhirnya dia pamit kepada para koleganya, dia langsung berjalan menuju tempat parkir hendak pulang dan beristirahat.


Flo yang sedari tadi memperhatikan Morens menyusul ke tempat parkir, dia melihat Morens yang seperti orang bingung sontak saja dia langsung menghampiri


"Mau kemana boss?"


"I... Itu aku mau pulang, aku tidak enak badan"


"Kalau begitu biar aku antar, aku khawatir boss kenapa-kenapa dalam kondisi boss kaya gini"


"Tapi kunci mobilku kayanya ketinggalan di aula setelah gladi resik tadi" Morens mulai mandi keringat.


"Keliatannya boss sudah tidak kuat ya, gimana kalau istirahat disini saja saya pesankan kamar trus saya panggilin dokter kesini buat periksa boss"


Morens hanya mengangguk, kemudian Morens dibawa oleh Flo dengan dibantu satpam masuk kembali kedalam hotel melewati pintu belakang, untuk menghindari para koleganya tau keadaan Morens saat ini.

__ADS_1


Begitu sampai di kamar hotel, Morens langsung direbahkan di ranjang dan sang satpam keluar dari kamar itu, sedangkan Flo mengunci pintu kamar itu dari dalam dengan dia dan Morens didalam berdua.


TBC


__ADS_2