Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S2 - Chapter 96


__ADS_3

Terima kasih, atur nuhun, Tara reng kyu buat akak semua yang udah sudi kasih hadiah pada cerita ini.


Semoga cerita ini gak membosankan buat kalian.


Jangan lupa baca cerita aku yang lain dan juga ajak yang lainnya baca cerita ini. Encang encing enyak babe kakak adik kakek nenek cewek cowok juga bisa baca cerita ini.


Pokoknya makasih banyak - banyak, lope lope mentok deh buat kalian.


...----------------...


...----------------...


Pagi ini Morens tengah disibukkan dengan banyaknya pengajuan proposal kerjasama dengan RENS CORP.


Namun Morens harus memilah milah terlebih dahulu, perusahaan mana yang kira-kira cocok bekerjasama dengan perusahaannya.


Morens menghubungi asistennya yang tak lain adalah Roby.


"Roby. " panggil Morens saat Roby sudah berada di ruangannya.


"Ya boss."


"Jam makan siang nanti aku harus bertemu dengan klien baruku di restoran xxx."


"Apa perlu saya ikut?"tanya Roby.


"Gak usah, kamu handle saja pekerjaan ku dulu. Karena proposalnya masih sangat banyak dan akan memakan waktu kalau kita datang berdua. Jadi biar efisien waktu, kamu handle ini dulu, aku percaya sama kamu Roby. "


"Baiklah, kalau begitu. "


"Ya sudah kamu boleh pergi sekarang. "


"Ya."


Jam makan siang pun tiba, kini Morens tengah mengemudikan mobilnya sendiri menuju restoran yang akan menjadi tempat pertemuannya dengan calon klien barunya itu.


30 menit kemudian dia tiba di restoran yang dimaksud, setelah memarkirkan mobilnya Morens langsung masuk dan disambut oleh pelayan restoran.


"Selamat siang tuan, apa anda sudah reservasi? " tanya si pelayan.


"Atas nama Morens Hadinata. "


"Oh ya silahkan ikut saya." ucap si pelayan dengan ramah.


Tibalah mereka di depan pintu salah satu ruang VIP, setelah pelayan tadi pergi Morens masuk kedalam ruangan itu. Begitu masuk Morens disambut oleh 2 orang pria yang sudah menanti kedatangannya.


"Selamat siang tuan Morens, terima kasih sudah menyempatkan waktu anda."


"Sama-sama, terima kasih."


"Silahkan duduk."


"Ehm, apa bisa langsung saja kita mulai meeting ini?" tanya Morens yang buru-buru, Karena dia resah meninggalkan pekerjaannya yang masih banyak.


"Kenapa terburu-buru, kami sudah memesan makan siang, apa tidak sebaiknya kita makan siang terlebih dahulu? " tanya salah satu pria itu, pria yang memakai kacamata tebal, berkumis dan memiliki tompel di bagian pelipis kanannya.


Morens mendesah pasrah "Baiklah. "


Mereka pun makan siang dengan suasana tenang, hanya terdengar suara denting sendok dan garpu yang beradu dengan piring. Setelah selesai makan, Morens meminta mereka langsung memulai meeting tersebut.


"Bisa kita mulai sekarang? "tanya Morens.


"Silahkan tuan."


meeting pun di mulai, pembicaraan nampak serius selama 15 menit awal. Namun tiba-tiba konsentrasi Morens mulai hilang karena kepalanya mendadak sakit, dan pandangannya mulai kabur.

__ADS_1


Melihat Morens seperti menahan sakit, salah satu pria itu bertanya.


"Apa anda baik-baik saja tuan Morens? "


"Saya tidak apa-apa, hanya sedikit pusing."


"Apa perlu kami panggilkan dokter? "


"Tidak usah, tapi saya mohon maaf sepertinya meeting ini harus ditunda, karena saya tidak bisa berkonsentrasi. "


"Tidak apa-apa tuan."


"Kalau begitu saya pamit dulu. "pamit Morens sambil menggelengkan kepalanya yang terasa semakin pening.


"Tuan Morens, apa anda akan menyetir sendiri?"


"Iya."


"Apa anda yakin?, apa sebaiknya asistenku saja yang akan mengantarkan anda!"


"Tidak perlu, a... aku masih bi" ucapan Morens terhenti karena dia tiba-tiba tak sadarkan diri.


"Tuan... tuan Morens, apa anda baik-baik saja? " tanya salah satu pria itu sambil menepuk-nepuk pipi Morens.


Setelah beberapa saat tidak ada pergerakan dari Morens, salah satu pria itu memerintahkan kepada rekannya untuk membawa Morens kedalam mobil mereka sambil menyeringai.


Sementara pria satunya mengendarai mobil milik Morens dan mengikuti mobil yang membawa Morens.


Mereka membawa Morens ke daerah yang sepi akan penduduk dan mereka menuju ke sebuah rumah gubuk yang terletak di tengah-tengah hutan. Morens diletakkan bersama dengan seorang wanita yang sama-sama terikat dan tak sadarkan diri.


1 jam kemudian Morens tersadar, dia merasakan kepalanya yang sangat pusing. Dia mencoba mengamati dimana dia berada saat ini, Morens terperangah kaget saat melihat seorang wanita tergeletak di sebelahnya dengan tangan dan kaki yang terikat sama sepertinya, wanita itu tergeletak dengan posisi membelakangi Morens.


Morens mencoba membangunkan wanita itu dengan cara menyenggol punggung wanita itu dengan lengannya. Dia ingin tau siapa wanita itu?, dan apa yang terjadi dengan mereka?.


"Bangun,,, hei bangun. Ayo bangun." ucap Morens mencoba membangunkan wanita itu.


"Eggh, dimana ini?" wanita itu bicara dengan dirinya sendiri.


"Akhirnya bangun juga, siapa kamu?, kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Morens pada wanita itu.


Wanita itu seperti mengenali suara itu, suara yang tidak asing baginya.


"Kak Morens!, apa benar itu kau kak?" tanya wanita itu sambil tetap membelakangi Morens karena posisi tangannya terikat di belakang.


"Serena. "


"Kakak, ah syukurlah. Ternyata itu kau, kak aku takut."


"Sebenarnya bagaimana kamu bisa ada disini?"


"Tadi aku sedang ada pertemuan dengan teman yang sekaligus menjadi rekan bisnisku, tapi entah kenapa aku tiba-tiba pusing dan sekarang ada disini." ucap Serena.


"Teman!, siapa temanmu?. Memangnya kamu punya teman di Indonesia?"


"Dia teman baruku, namanya Tedy. "


"Tedy."


"Iya,,,, memangnya ada apa kak?"


"Sepertinya aku gak asing sama nama itu."


"Apa kakak yakin?"


Saat tengah sama-sama berpikir, tiba-tiba pintu terbuka dan menampilkan seorang pria yang berdiri di depan pintu. Dia adalah pria yang tadi makan siang bersama Morens.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan anda tuan Morens? " tanya pria itu.


"Cih, gak usah basa-basi. Sebenarnya siapa kau?, dan apa maumu?"


"Apa kau lupa padaku tuan Morens? "


"Aku gak kenal sama orang yang gak jelas sepertimu."


"Ok, sekarang kau masih bisa bicara sombong. Tapi kita lihat setelah ini."


Pria itu membuka kacamata tebalnya, melepas kumis dan juga tompel palsunya.


"Tedy. " Serena terperangah.


"Iya sayang, apa kamu kaget?"


"Kenapa kamu lakuin ini?, aku salah apa sama kamu?, kita bahkan baru kenal." Serena bertanya dengan rasa penasaran.


"Kamu gak salah cantik, tapi kakakmu itulah yang bersalah padaku dan aku gak akan pernah lupa dengan apa yang sudah dia lakukan padaku."


Serena beralih menatap Morens yang terlihat menahan marah dengan terus menatap tajam kepada Tedy dan tangannya yang mengepal.


"Lepaskan dia sekarang, kalau kau memang bukan pengecut."


"Maaf aku gak bisa, dia ini sangat berguna." ucap Tedy sambil matanya melirik ke arah temannya memberi kode agar menjauhkan Serena dari Morens.


"Lepas brengsek, aku udah curiga sama kamu dari awal. " umpat Serena.


"Terserah kamu mau bilang apa" Lalu tatapan Tedy beralih pada morrns " Sekarang aku mau kamu menandatangani surat pemindahan saham ini atas namaku. " Tedy melemparkan sebuah surat pemindahan kekuasaan atas aset milik RENS CORP.


"Jangan mimpi."


"Ok, kalau kamu gak mau tanda tangan. Maka wajah adikmu yang cantik ini akan kuukir sebuah lukisan yang sangat indah. " Tedy memainkan sebuah pisau di wajah Serena.


"Kamu mau menakutiku hah!"


"Terserah, kalau begitu aku akan buat kamu percaya. " Tedy mulai menyayat sedikit wajah Serena.


"Aaahhh. " teriak Serena saat pisau itu sudah mulai mengenai wajahnya.


"Berhenti" teriak Morens


"Kenapa?, berubah pikiran kah?"


"Aku akan tanda tangan, tapi jangan sampai adikku kenapa - napa. Kalau sampai itu terjadi, aku pastikan kamu gak akan dapat sepeserpun. "


"Tenang tuan Morens, selama anda bekerja sama dengan baik maka semuanya bisa dikendalikan. "


2 orang rekan Tedy mendekati Morens untuk membuka ikatan talinya. Supaya Morens bisa menandatangani surat itu.


Morens mau tidak mau akan menyetujui permintaan Tedy, karena situasinya saat ini sangat tidak memungkinkan untuk melawan Tedy. Karena Morens memikirkan keadaan Serena.


Morens berniat akan merebut kembali dan membuat Tedy tidak bisa berkeliaran lagi dengan bebas saat situasinya sudah aman. Morens mengambil pena yang disodorkan oleh rekan Tedy, Morens akan mulai menandatangani surat tersebut, dan tiba-tiba.


"Jangan lakukan. "


...----------------...


...----------------...


...----------------...


TBC


LOVE U ALL MMUUAACCHH

__ADS_1


💖💖💖💖💖


__ADS_2