Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S3 -Chapter 12


__ADS_3

Maaf ya man teman, othor baru bisa up. 3 hari kemarin othor sibuk banget deh, dan sekarang baru ada waktu luang buat nulis.


Jadi harap maklum pemirsaaah.


...****************...


"Ada apa mom kesini?" tanya Mora setelah hanya ada mereka berdua di dalam ruangan itu.


"Mommy mau bertanya sesuatu. " jawab Chintiya duduk di sofa.


"Tentang apa itu mom?" Mora duduk di sebelah Chintiya.


"Tentang aunty Serena." jawab Chintiya yang membuat Mora terdiam sesaat.


Mora berpikir apa mommy nya sudah tau tentang penyakit aunty Serena. Lalu apakah kakek dan neneknya sudah tau tentang hal ini, jujur Mora sangat memikirkan kesehatan Richard dan Lexi.


"Ada apa sama aunty?" tanya Mora seolah tidak tau apa-apa.


"Kamu tau aunty ke Amerika?"


"Hm." jawab Mora sambil menatap layar laptopnya.


"Kamu tau kenapa aunty tiba-tiba kesana?" tanya Chintiya menyelidik.


"Berlibur." jawab Mora enteng.


"Kamu benar-benar gak tau!"


"Uncle cuma bilang gitu, emangnya kenapa sih mom?"


"Mommy curiga ada sesuatu sama aunty Serena."


"Kenapa mommy mikir gitu?"


"Setiap mommy telpon, pasti Uncle Sandi yang jawab, dan setiap mommy tanya dimana aunty, Uncle pasti memberi alasan lain-lain. "


"Jangan berpikir yang aneh-aneh mom, mungkin aunty sibuk." ucap Mora memberi alasan agar Chintiya tidak terlalu curiga.


"Semoga saja begitu, ntar mommy ngomong sama daddy kamu buat cari tau. Gak tau kenapa, perasaan mommy gak tenang, kaya ada sesuatu yang terjadi sama aunty kamu." jelas Chintiya terlihat panik.


Tak dipungkiri bahwa sebenarnya Mora memikirkan keadaan aunty kesayangannya itu, apalagi sudah seminggu ini Sandi belum menghubungi nya lagi dan memberitahukan perkembangan kesehatan Serena yang menurun secara tiba-tiba.


"Ya udah jangan terlalu dipikirin, Mommy juga harus jaga kesehatan. Mora juga minta sama mom dan dad, jangan beritau apapun dulu sama grandpa dan grandma. Mora takut kesehatan mereka terganggu mendengar kabar yang tidak enak." pinta Mora.


"Iya sayang mommy tau."


Terdengar suara ketukan pintu.


"Masuk."


Pintu terbuka dan nampak Oxen datang.

__ADS_1


"Boss, 15 menit lagi pertemuan dengan perwakilan Grid construction akan dimulai." ucap Oxen memberi tau.


"Ok, panggil X-men kesini." Mora menutup laptopnya.


"Baik." Oxen keluar dari ruangan Mora, dan tak lama masuklah Mr X kedalam.


" Ya nona."


"Ikut aku bertemu dengan perwakilan Grid Construction." Mora menatap mata Mr X.


Tiba-tiba dia teringat ciuman panas mereka tadi, dan mendadak tubuhnya menjadi gelisah. Mora langsung membuang jauh ingatan itu dengan menggelengkan kepalanya.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Chintiya yang cemas melihat Mora seperti itu.


"Dont worry mom, im ok. "


"You sure preety?"


Mora mengangguk. "Tunggu aku di loby dan siapkan mobilku."


"Ya nona." jawab Mr X lembut dan mengedipkan matanya sebelah.


Mora memutar bola matanya jengah, Mr X selalu saja mengambil kesempatan yang ada. Chintiya melihat interaksi keduanya lalu tersenyum smirk.


"Siapa dia sayang? " tanya Chintiya begitu Mr X keluar.


"Maksud mommy? "


"Dia asistenku."


"Siapa namanya? "


"Mr X. " jawab Mora malas.


"What?, Mr X!"


"Hm."


"Dimana kau bertemu dengannya?"


"Dimana-mana. "


"Maksudnya? "


"Udah ah mom, jangan bahas dia."


"Kau tau sayang, Mommy rasa kalian sangat cocok."


"Jangan ngaco mom." ucap Mora memejamkan matanya, dia malas menjawab pertanyaan tentang Mr X. Karena dia sendiri juga tidak terlalu mengetahui tentang Mr X, dan Mora jadi berpikir untuk mulai mencari tau siapa Mr X sebenarnya.


"Mommy serius sayang, kalau saja mom masih single. Mom pasti pepet tuh Mr X."

__ADS_1


Mora mengernyitkan keningnya menatap Chintiya bingung.


"Kau tau sayang, dia itu macho banget. Gentlemen dan terlihat misterius, mommy suka yang seperti itu."


"Come on mom, tapi apa daddy gak kaya gitu dulu?" tanya Mora yang mulai tertarik dengan pembahasan ini.


"Kamu pikir mommy mau sama cowok yang genit suka tebar pesona dan sok ganteng. Daddy kamu itu dulu super aneh, ya beda tipis lah sama Mr X kamu itu. Tapi begitu pacaran sama mommy, baru deh keliatan mesumnya. "ucap Chintiya sambil tersenyum tipis mengingat masa mudanya dulu dengan Morens.


Baru saja Mora akan menjawab ucapan Chintiya, ponselnya terlebih dahulu berdering.


"Kenapa?" tanya Mora ketus.


"......."


"Ya." Mora menutup panggilanitu.


Mora menatap Chintiya "Mom, maaf. Mora harus bertemu klien."


"Its ok preety. Kalau begitu mommy pulang ya." pamit Chintiya mengecup pipi Mora.


"Mom, ingat jangan bilang apa-apa sama para sepuh."


Chintiya terkekeh " Ya sayang. "


Setelah Chintiya pergi, Mora mengambil tas dan juga ponselnya. Dia menuju ke loby, dimana Mr X, sudah menunggunya disana sambil berdiri di samping mobilnya.


Begitu Mora tiba dihadapannya, Mr X membuka pintu mobil di bagian depan samping kemudi untuk Mora. Mora menatap tajam Mr X.


"Kau duduk disampingku, karena kau adalah milikku." ucap Mr X berbisik lalu mengecup pipi Mora sekilas.


Mora sangat marah atas sikap Mr X yang dirasa makin berani padanya. Mora mengangkat tangannya dan hendak menampar Mr X, namun sebelum sampai di pipi. Mr X menangkap telapak tangan yang begitu halus itu, lalu dikecupnya tangan itu dengan lembut.


"Jaga sikapmu X-men. Ingat, kau itu cuma asistenku disini. Jadi jangan kurang ajar. " Mora menginjak kaki Mr X dan menghempaskan tangannya yang dipegang Mr X.


"Shit." ucap Mr X yang merasa sedikit ngilu karna kakinya yang diinjak dengan Mora menggunakan hells yang begitu runcing di ujungnya.


Mora masuk ke dalam mobil dan menutup pintu dengan keras, hingga membuat beberapa orang yang ada disana menatap mereka.


Mora membuka kaca mobilnya "Siapkan surat pengunduran diri kalian, jika kalian masih melihat apa yang seharusnya tidak kalian lihat." ucap Mora dingin pada para pegawainya yang melihat kearah nya.


Mr X tersenyum "Damage."


......................


......................


TBC


LOVE U ALL MMUUAACCHH


💗💗💗

__ADS_1


__ADS_2