
*Jadilah pembaca yang budiman, jangan terbiasa menjadi pembaca gelap. Biasakan tinggalkan jejak setelah membaca, entah dengan klik like, atau dengan komentar dan bila memang bersedia dengan sedikit memberi vote.
Karena itu semua adalah sebagai bentuk apresiasi kepada para author yang memberikan sedikit waktunya untuk memuaskan hasrat dan dahaga para pembaca, dan itu juga dapat membuat para author lebih semangat berhalu ria dan menuangkannya dalam bentuk sebuah novel.
Aduh kok jadi agak maksa ya hehehe. Tapi tak apalah itu semua hak kalian para readers tersayang. Dari pada kelamaan mending baca aja ya. CUS
👇👇👇👇👇❤️❤️❤️❤️❤️*
"Malam boss" sapa 2 orang penjaga pintu secara bersamaan.
Saat ini Morens dan Boy sedang berada di sebuah rumah yang kecil yang dijaga oleh 2 orang penjaga pintu. Dimana di dalamnya terdapat seorang wanita dengan kondisi yang cukup memprihatinkan, berbaring meringkuk di atas kasur lantai yang tipis dengan hanya keadaan baju yang lusuh, rambut yang acak-acakan, tangan dan kaki terikat dan wajah yang terlihat pucat.
Ya wanita itu adalah Flo, dia berada disana sejak peristiwa mengenaskan di hotel waktu lalu.
Setelah Morens dan Boy berada di dalam, Boy mendekati Flo dan Morens duduk di sebuah kursi yang ada disitu.
"Hai sexy girl" ucap Boy dengan berjongkok di samping Flo
Flo yang mendengar suara orang datang, lantas dia mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang datang, begitu dia tau Morens yang datang dia langsung beranjak duduk.
"Tuan tolong lepaskan saya, saya menyesal tuan"Flo merintih
"Bukannya kemarin kau bilang tidak akan menyesal, padahal aku sudah memperingatkan" Morens menatap datar
"Maafkan saya tuan, saya memang bersalah" Flo berucap lirih
"Bagaimana?, apa kau puas menghabiskan malam bersamaku?" ejek Morens
"CK, kau itu kenapa harus menggoda dia, kuberi tau satu hal. Dia itu tidak suka dengan barang murah apalagi gratis. Kenapa tidak menggodaku saja?, kalau aku sih mau murah atau gratis sekalipun aku bersedia, asal itu menguntungkan buatku" ucap Boy kepada Flo pelan namun masih bisa didengar oleh Morens.
Morens tersenyum sinis mendengar celotehan Boy, dia kemudian mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Roby.
"Jemput Chintiya dan bawa dia kemari"
__ADS_1
"Ok"
Morens memutuskan panggilan telepon tersebut, setelah menyimpan kembali ponselnya, dia berdiri dan berjalan menuju ke arah Flo. Melihat Morens yang mendekat, membuat Flo seketika mengeluarkan keringat dingin tubuhnya bergetar takut wajahnya mendadak puas melihat ekspresi wajah Morens yang sulit ditebak. Apa yang akan dilakukan Morens padanya, sungguh dia sangat ketakutan.
Morens berhenti tepat di depan wajah Flo, kemudian dia melepaskan jas yang dia pakai lalu menggulung lengan kemejanya, setelahnya dia berjongkok mencengkeram dagu Flo dengan keras kemudian dia mencium bibir Flo untuk beberapa saat, namun tiba-tiba.
"Awww, ampun tuan. Tolong maafkan saya lepaskan saya tuan saya mohon. Kasian orang tua saya" Flo memelas sambil menahan sakit.
Di tengah-tengah ciuman panas, Morens tiba-tiba menarik rambut Flo dengan kencang hingga Flo berteriak kesakitan.
"Bagaimana ciumanku?, memabukkan bukan!, kau sangat menginginkannya bukan, aku kabulkan keinginan mu. Tapi itu harus ada gantinya dan kau harus melakukannya, kalau tidak keluarga mu akan tau semua yang kau lakukan dan aku juga akan membuat hidupmu susah"
"Ja... Jangan tuan, jangan sampai orang tua ku tau. Aku akan lakukan syaratnya, aku,,, aku melakukan kesalahan dengan menerima tawaran dari nona Rancy, aku memang terpesona pada anda tuan tapi aku tidak berniat melakukan hal yang kemarin sebelum nona Rancy datang dan menawarkan sejumlah uang. Aku menerimanya karena aku sedang butuh banyak uang untuk terapi ayahku yang membutuhkan banyak uang, aku mohon maaf tuan" Flo menunduk dan menangis , dia menyesali perbuatannya
"Aku tau itu, tapi kau tetap harus melakukan syarat yang kuberikan. Aku tidak mau kecolongan lagi, siapa tau dilain waktu kau kembali berniat buruk"
"Baik tuan" Flo menunduk dan pasrah
"Buka bajunya dan lepaskan ikatannya" titah Morens kepada salah satu penjaga
"Cukup, pasang kembali bajunya"
Boy hanya ternganga melihat apa yang dilakukan Morens, dia tidak menyangka bahwa Morens bisa berbuat seperti itu karena menyangkut orang yang disayanginya. Boy tidak habis pikir setahunya Morens adalah pria yang lembut dan mudah luluh oleh wajah sedih seorang wanita.
Ya itu memang Morens yang dahulu, tapi Morens yang kini berbeda. Morens yang sekarang adalah sosok yang dingin dan tidak mudah terpengaruh oleh wajah cantik dan tubuh yang sexy, itu terjadi karena dia sudah muak dan jenuh karena terus menerus dimanfaatkan oleh para wanita yang dekat dengannya, hingga dia bertemu dengan Chintiya yang berbeda dari wanita yang pernah dekat dengannya.
"Sebentar lagi istriku tiba, aku mau kau bicara apa yang terjadi di dalam hotel dengan sebenar-benarnya, dan kau juga harus meminta maaf kepada istriku. Aku tidak mau dia menganggap aku pria murahan sepertimu, setelah itu aku akan melepaskan mu. Kau tenang saja aku akan memberikan sejumlah uang untuk berobat ayahmu, anggap saja itu pesangon karena kau bekerja di perusahaan ku selama 3 bulan ini" ucap Morens sambil menatap tajam
"Terima kasih tuan, aku benar-benar minta maaf. Aku akan pergi jauh dari kota ini"
"GOOD"
Tak lama kemudian Roby datang bersama Chintiya, Morens yang melihat istrinya datang berjalan menghampiri bermaksud ingin memeluk dan mencium, namun belum sempat mendekat langkahnya sudah terhenti karena Chintiya menghentikan.
__ADS_1
"Stop, jangan mendekat aku gak mau terkontaminasi" Chintiya mengangkat tangannya
"Sweety, aku bukan kuman sayang"
"Ya kamu memang bukan kuman, tapi virus"
"Virus apa yang tampan begini?"
"Virus cabul"
"Sayang" Morens merengek manja
"Udah ah jangan lebay, kaya alay aja"
Chintya mengamati keadaan di dalam gedung itu, sesaat kemudian dia menatap Morens tajam mencari jawaban.
"Ada apa ini?, kenapa kamu nyuruh aku kesini hm?" tanya Chintiya
Morens tidak menjawab, dia malah mengalihkan pandangannya pada Flo, mengisaratkan cepat bicara. Flo mengerti maksud dari Morens, dia langsung angkat bicara.
"Nona Chintiya" panggil Flo lirih
Chintya berbalik menatap Flo tapi belum menjawab panggilan itu.
"Aku... Aku mau minta maaf, aku sudah berusaha menggoda tuan Morens supaya kalian bertengkar dan berpisah" Flo menjeda ucapannya sesaat "Percayalah, tuan Morens tidak melakukan apa-apa pada saya, saya yang menggodanya saat dia dalam pengaruh obat itu. Saya memang tertarik dengan tuan Morens, tapi tuan Morens tidak pernah sekalipun meladeni. Saya benar-benar minta maaf kepada tuan Morens dan anda nona, saya berjanji akan pergi jauh dari kota ini dan tidak akan mengganggu kalian lagi. Saya khilaf karena tergiur dengan tawaran uang yang diberikan" ucap Flo dengan menunduk
"Apa kau serius dan benar-benar menyesal" tanya Chintiya lembut
"Saya bersumpah demi orang tua saya yang sedang sakit" Flo mulai menitikan air mata
Chintya memegang tangan Flo lembut "Kalau kamu sudah benar-benar menyesal, aku akan memaafkanmu dan jangan sekali lagi menganggu rumah tangga orang lain lagi"
"Aku berjanji nona"
__ADS_1
"Bagus"
TBC