
Terdengar suara ketukan pintu di ruang CEO rooms. Setelah mendapat izin untuk masuk, seseorang masuk dan berdiri tepat didepan meja kerja milik Mora.
Mora yang merasa ada yang memperhatikan dia, Mora mengangkat kepalanya yang sedari tadi fokus membaca berkas untuk meeting siang nanti.
"Marlon." ucap Mora sumringah.
"Hello princess Mora." sapa Marlon ceria lalu duduk dihadapan Mora yang terhalang oleh meja.
"Shut up."
Marlon terkekeh "Kenapa muka lecek gitu?, kaya duit recehan aja." ejek Marlon yang lucu melihat Mora terlihat tidak bergairah.
"Im boried, kepalaku sakit liat angka yang bentuknya sama semua. Emang gak ada ya!, berkas yang isinya jangan ada angkanya. Sekali-kali tuh isinya photo cowok macho limited edition gitu." gerutu Mora sambil memijat pelipisnya.
"Emang asisten kamu kemana?, kok gak ada yang bantu!"
"Nyasar di kutub Utara, trus ketimbun longsoran geyser."jawab Mora asal.
" Trus Oxen kemana?"
"Jangan tanyain dia, dia mah sok sibuk. Masa sekertaris lebih sibuk dari bosnya kan gak lucu, padahal aku cuma ngasih kerjaan aku sama dia dan untuk sekarang dia harus merangkap jadi sekertaris sekaligus asisten. Tapi baru gitu aja, tiap aku ajak keluar pasti bilangnya sibuklah, banyak kerjaan lah. BETE." ucap Mora panjang kali lebar kali tinggi kali Cisadane kali Ciliwung dan kali kali aja dia tau.
"Ya iyalah dia sibuk, kan dia juga yang ngasih kerjaan. Hadeh nih orang ya, cantik-cantik kok aneh sih. Untung sepupu, kalau gak udah ku kasih les tambahan asah otak nih orang." batin Marlon dengan menatap sengit Mora.
"Lagian kayanya, baru juga 3 bulan aku gak kesini. Tapi kamu udah berapa kali ganti asisten."
__ADS_1
"Kok kamu tau?" Mora heran dari mana Marlon bisa tau tentang hal itu.
"Dari Oxen, kemarin di tanya sama aku. Ada gak kenalan yang mau kerja jadi asisten buat kamu."
"Oh,,,,, gitu " jawab Mora singkat.
"Aku heran deh, sebenarnya apa sih yang bikin mereka gak betah jadi asisten pribadi kamu. Secara gaji disini mumpuni, tunjangan terjamin, fasilitas lengkap. Trus apa coba yang bikin mereka gak betah!"
"Aku juga gak tau, padahal nih ya. Aku bahkan sering ajak mereka bersantai di luar kantor saat jam kerja buat temenin aku main. Bahkan aku sering kasih bonus ke mereka kalau mereka bisa nyenengin aku main, kurang baik apa coba aku." tanya Mora tanpa merasa bersalah.
"Emang biasanya kamu ajakin mereka main apa?" selidik Marlon yang sudah merasa ada yang tidak beres dengan sepupunya itu.
"Gak banyak kok, paling balap motor, menembak dengan sasaran yang diletakan di atas kepala, tanding silat atau kadang-kadang mandiin Rosi." jawab Mora enteng.
"What the ..., dasar bos gila. Siapa coba yang tahan kalau suruh nemenin main yang model begituan, biarpun gaji, bonus dan tunjangannya besar, semua juga pasti mikir 2 kali. Buat apa duit banyak kalau udah keburu lewat. Pasalnya, jika sudah terlewat mereka akan sulit untuk putar balik, karena mereka terhalang malaikat maut yang sudah menunggu di ujung jalan." batin Marlon memaki Mora.
"Ya udah deh, coba ntar aku coba cari asisten yang pas buat kamu dan cocok dengan kegiatan kamu."
"Kenapa gak kamu aja Marlon yang jadi asisten aku."
"Aku!!, oh nehi nehi aca aca. Aku kesini buat berlibur bukan buat kerja." tolak Marlon tegas, dia tidak bisa membayangkan kalau setiap hari harus menghadapi tingkah konyol boss itu.
"Yaaaaahhhh." terlihat raut wajah kecewa dari Mora "Kalau begitu kamu temenin aku makan siang ya, sekalian aku ada pertemuan dengan rekan bisnis aku."
Mora tau bahwa sepupunya ini sangat sibuk, jadi dia tidak akan memaksa keinginannya itu.
__ADS_1
Mora dan Marlon pergi menuju ke sebuah resto yang sudah dipesan olehnya, sekalian untuk bertemu rekan bisnisnya nanti.
Setelah tiba di resto tersebut, Mora langsung memesan makanan tanpa menunggu rekan bisnisnya terlebih dahulu. Mora tidak peduli dengan urusan bisnisnya, karena yang terpenting sekarang adalah waktunya memberi makan peliharaan yang ada diperutnya.
Mora makan dengan lahap nya tanpa peduli dengan tatapan heran para pengunjung lain.
sambil menunggu rekan bisnisnya datang, Mora dan Marlon terlihat berbicara dengan sangat intens. Karena posisi mereka saat ini adalah duduk bersebelahan dan tak jarang mereka saling merangkul dan tertawa lepas.
Mereka tidak menyadari, bahwa sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.
Orang itu terus mengawasi pergerakan mora, hingga dimana akhirnya tamu yang dimaksud tiba, dan mereka pun masuk kedalam ruang VIP untuk membahas rencana kerja sama tanpa ada yang mendengar percakapan mereka.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Maaf ya baru sempet update, maaf ya maaf. Habisnya aku males untuk up ,Karena ada yang tega nurunin rating aku."
Jadi mohon dukungannya lagi, buat tekan bintang lima dan naikin rating aku lagi.
Makasih ya man teman.
TBC
__ADS_1
LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH
💜💜💜💜