Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S2 - Chapter 99


__ADS_3

Untuk Chapter ini, alur mundur ya. Jadi please jangan komplen dulu.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Flashback on


Siang itu Sandi berkali-kali mencoba menghubungi Serena tapi Tidak ada jawaban dari Serena. Sandi sangat rindu ingin bertemu dengan Serena, namun karena adanya rapat yang tidak bisa di tunda, maka mau tidak mau Sandi tidak datang ke kantor Serena.


Oleh karena itu dia sangat ingin mendengar suara orang yang sangat dia rindukan itu, namun setelah beberapa kali panggilan tetap tidak ada jawaban dari Serena.


Sandi mengumpat kesal, akhirnya dia menghadiri rapat dengan tidak fokus karena terus kepikiran dengan Serena.


Sandi mempercepat agenda rapat hari ini, karena dia sudah tidak bisa menahan rasa penasaran yang dia alami karena Serena tidak menjawab panggilan telepon darinya.


Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit dengan laju yang tinggi, Sandi tiba di hotel tempat Serena bekerja.


Namun lagi-lagi Sandi harus menerima kekecewaan, karena menurut pegawainya Serena sedang pergi untuk bertemu dengan seseorang.


Sandi berpikir tidak mungkin Serena bertemu dengan kliennya di luar. Karena biasanya Serena akan menerima pertemuan di aula hotel atau di ruangannya dengan ditemani manager hotel.


Sandi pun kembali melajukan mobilnya menuju ke gedung RENS CORP, Sandi berpikir pasti Serena datang menemui Morens.


Begitu tiba di RENS CORP, Sandi langsung menuju ke ruangan Morens setelah dipersilahkan masuk ole receptionis. Di depan ruangan Morens, Sandi sudah disambut oleh Roby.


"Selamat siang tuan Sandi." sapa Roby sambil menundukkan kepalanya.


"Apa Morens ada?"tanya Sandi to the point.


"Tuan Morens sedang ada pertemuan di luar."


"Serena ada datang kesini gak?"


Roby menggeleng "Gak ada."


"Kau tau gak?, dimana Morens mengadakan pertemuan."


"Tau tuan, Memangnya ada apa ya?" tanya Roby penasaran karena melihat Sandi yang gelisah.


"Aku mau tau, apa Serena bersama Morens?. Karena aku merasa ada yang aneh. Serena tidak pernah melakukan pertemuan dengan klien di luar, dia pasti akan mengadakannya di sekitar area hotel. Karena dia gak mau harus bolak-balik ke hotel, kecuali memang urgent dan lagi ponselnya sekarang gak bisa dihubungi. Setelah tadi gak ada jawaban, sekarang malah gak aktif." jawab Sandi sambil masih berusaha menghubungi Serena.


"Kalau gitu saya hubungi tuan Morens dulu?"


Setelah berkali-kali mencoba menghubungi, tapi Roby juga tidak mendapatkan jawaban dari Morens. Hal itu membuat Roby percaya bahwa ada sesuatu yang tidak beres.

__ADS_1


"Kalau begitu kita kesana saja." ajak Roby pada Sandi.


Mereka menyusu Morens ke tempat dimana Morens akan bertemu dengan kliennya. 15 menit kemudian mereka tiba di tempat Karena Roby mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Selamat siang tuan." sapa pelayan disana.


"Dimana tempat atas nama Morens Hadinata." tanya Roby.


Pelayan itupun mengantarkan mereka kesana, Roby masuk setelah beberapa kali mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban.


Saat masuk ke dalam, ruangan itu nampak sudah kosong. Roby kembali bertanya pada pelayan yang mengantarkannya tadi.


"Apa mereka sudah pergi?" tanya Roby pada pelayan sambil menunjuk ke dalam ruangan bekas Morens tadi.


"Oh maafkan saya tuan, saya baru ingat. Tadi tuan Morens sudah pergi dan dia nampaknya sedang kurang sehat, karena tadi dia tidak sadarkan diri dan sudah dibawa pulang oleh 2 orang temannya." terang pelayan itu.


Roby makin merasa curiga, karena tadi sewaktu akan pergi Morens terlihat baik-baik saja. Tapi kenapa dia bisa tidak sadarkan diri.


Sandi juga merasa aneh dengan kejadian ini.


"Apa kami bisa melihat rekaman CCTV hari ini?" tanya Sandi.


"Kalau begitu silahkan ikut saya." jawab pelayan itu.


Mereka menuju ke ruang pengawasan, setelah sebelumnya mereka mendapatkan izin dari manager restoran itu.


Setelah itu mereka pergi beriringan, Sandi mencatat plat nomor mobil yang membawa Morens. Setelah itu dia menghubungi Mike dan memintanya melacak dimana keberadaan mobil itu.


Selama ±5 menit menunggu, Sandi mendapatkan kabar keberadaan mobil itu. Mereka langsung bergegas menuju ke sana tanpa membuang waktu, setelah sebelumnya mengucapkan terima kasih kepada restoran tadi.


Flashback off


Malam ini Morens bertugas menjaga Serena di rumah sakit, karena besok hari libur dan Morens tidak pergi bekerja. Sekalian besok Serena sudah diperbolehkan untuk pulang.


Morens memandangi Serena yang sedang tertidur karena baru saja dia makan malam dan meminum obatnya.


Morens merasa kasian dan juga merasa bersalah pada adiknya itu, karena dia sudah membuat Serena harus menahan perasaan yang dia miliki untuk Sandi.


Namun disisi lain, Morens masih merasa ragu akan keseriusan Sandi. Morens khawatir Sandi akan mempermainkan perasaan Serena seperti beberapa waktu yang lalu.


Dia akan melihat sekali lagi keseriusan Sandi pada Serena. Saat tengah bergelut dengan pikirannya, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka. Morens melihat siapa yang datang, disana terlihat seorang pria yang usianya tidak jauh berbeda dengannya. Pria yang berwajah tampan dan berbadan tegap ini terlihat cukup frustasi.


Morens memperhatikan raut wajah Sandi yang terlihat lesu, mata yang sayu dan terlihat adanya kantung mata yang menandakan pria ini kurang beristirahat.


"Morens." sapa Sandi dengan lirih.


"Hm."

__ADS_1


"Aku mohon, kasih izin aku ketemu sama Serena. Aku gak janji gak akan macam-macam, aku cuma mau tau gimana keadaan Serena sekarang. Aku benar-benar kepikiran dan gak bisa tidur, aku takut terjadi sesuatu yang buruk sama Serena. Aku mohon Morens, untuk kali ini aja." ucap Sandi tulus sambil menangkupkan kedua telapak tangannya di depan wajahnya.


Morens menghela nafas panjang sesaat sebelum bicara dengan Sandi.


"Ok, waktumu cuma 10 menit."


"Makasih Morens, itu aja udah cukup. Yang penting aku udah tau kalau dia baik-baik aja."


Morens keluar memberi waktu pada Sandi untuk bisa bersama Serena.


"Ser, ini aku Sandi. Bangun dong, aku kangen banget sama kamu." ucap Sandi sambil mengecup punggung tangan Serena.


Serena terbangun karena merasakan kehangatan pada tangannya, begitu dia membuka mata dia langsung tersenyum dan sesaat kemudian dia menangis.


"Loh kok nangis, kamu gak suka ada aku disini. Aku ganggu ya, kalau begitu aku pulang ya." Sandi bangun hendak pergi.


"San. Jangan pergi." Serena menahan Sandi sambil mencekal pergelangan tangan Sandi.


Sandi membalikan badannya, kemudian dia langsung memeluk Serena dengan erat. Seakan dia enggan melepaskan pelukan itu.


"Sayang aku bersyukur kamu baik-baik aja, aku khawatir, aku takut kamu ninggalin aku lagi." ucap Sandi sambil tetap memeluk Serena.


"Aku gak akan ninggalin kamu, aku kangen kamu." ucap Serena sambil terisak.


"Sayang, jangan nangis. Kita kan udah ketemu, aku gak mau ngeliat kamu sedih." Sandi melepaskan pelukannya lalu menangkupkan kedua tangannya di wajah Serena.


"Aku takut San, aku takut aku gak bisa ketemu kamu lagi."


" Ssstt, jangan ngomong gitu."


"Terus, bagaimana kamu bisa masuk?. Apa kak Morens tau hal ini?." tanya Serena.


Sandi mengangguk "Morens kasih aku waktu 10 menit, jadi aku akan gunain waktu itu sebaik mungkin."


"APA?, 10 menit. Kak Morens Benar-benar keterlaluan. San, gimana kalau kita kawin lari aja?"


...----------------...


...----------------...


...----------------...


TBC


LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH


💜💜💜💜💜

__ADS_1


__ADS_2