Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S2 - Chapter 103


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Roby sudah pergi dari kediaman Rena, dia sudah menyiapkan sarapan untuk Rena di atas nakas.


Rena terbangun karena silau mentari yang mengenai wajahnya, dia mencoba untuk berdiri namun tubuhnya terasa sakit semua, terutama daerah intinya.


Rena pun terduduk kembali di tempat tidur dan teringat apa yang sudah terjadi padanya, dia menangis meratapi nasibnya. Kenapa dia harus mengenal Roby, sebenarnya masih ada rasa sayang yang tersimpan untuk Roby, hanya saja dia kecewa dengan segala sesuatu yang akhir-akhir ini terjadi.


Rena semakin merasa kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh Roby, setelah dia mengambil miliknya, Roby lalu meninggalkan Rena sendirian.


Rena kembali mencoba bangkit dari ranjang dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah selesai mandi dia mencari ponselnya berniat untuk meminta izin tidak berangkat kerja hari ini.


Namun saat mencari ponselnya, Rena melihat satu buah nampan yang berisi sepiring nasi goreng beserta segelas teh manis. Rena mendekat dan memperhatikan nampan itu, dia melihat ada sebuah kertas kecil yang terselip diantara piring dan gelas.


Rena mengambil kertas itu, dimana didalamnya terdapat sebuah tulisan


"Maafkan aku atas kelakuan ku semalam, aku juga minta maaf meninggalkan mu pagi ini. Ada sesuatu yang harus aku lakukan, aku hanya memberikan sebuah nampan penyedia sarapan untukmu sebagai permintaan maaf ku.


Aku tidak akan meninggalkan mu begitu saja, tapi aku mohon bersabarlah. Sekali lagi aku minta maaf, LOVE U RENA."


Rena membuang kertas itu, sambil menarik nafas dalam-dalam. Hari ini dia sudah mengambil keputusan apa untuk dirinya.


Sementara di gedung RENS CORP


Morens terlihat sangat lelah, setelah melakukan rapat selama 3 jam yang berjalan alot dan tanpa adanya kesepakatan. Morens duduk di sofa dan menyandarkan kepalanya sambil memejamkan mata seraya memijit keningnya.


Saat itu terdengar suara ketukan pintu, Morens menjawab tanpa membuka matanya.


"Maaf boss."


Morens yang sudah hapal oleh suara itu, menjawab masih dengan memejamkan matanya.


"Kenapa?"


"Saya mau ngomong sesuatu bos."


"Ngomong aja."


Roby menarik nafas dalam-dalam.


"Em,,, begini boss. Sebelumnya saya mau berterima kasih karena tuan Morens sudah menjadikan orang kepercayaan tuan Morens selama ±7 tahun ini, dan saya juga mau meminta maaf kalau selama saya menjadi asisten tuan Morens, saya sering melakukan kesalahan dan membuat anda marah."


Morens membuka matanya dan menatap tajam Roby.


"Kenapa kamu ngomong kaya gitu?, sebenarnya kamu mau ngomong apa?, to the point Roby jangan bertele-tele. Saya lagi gak selera."


"Begini tuan, saya mau memberi tahukan bahwa saya bekerja disini hanya tinggal 1 bulan lagi. Saya sudah mengajukan surat pengunduran diri saya pada kepala HRD, dan untuk pekerjaan saya, saya sudah menyelesaikannya sekarang saya sedang mencarikan pengganti untuk tuan."


"Kenapa tiba-tiba mengundurkan diri?, apa kamu ada masalah?, atau kamu sudah tidak betah bekerja disini?" tanya Morens dengan tatapan menyelidik.


"Saya tidak ada masalah dan saya masih sangat betah bekerja disini."


"Terus kenapa berhenti?"


"Saya mau pulang ke LA."


"LA!, buat apa kamu kesana?"


"Ibu saya sudah tua, dan saya harus menemaninya boss."


"Hahahaha, sejak kapan kamu peduli sama ibu kamu?, apa kamu lagi mengigau?" ejek Morens.

__ADS_1


"Bagaimana pun dia adalah ibu saya, cuma dia satu-satunya yang saya punya saat ini."


"Kamu jangan lupa Roby!, kamu masih punya aku sebagai sahabat mu, jangan pandang aku sebagai atasanmu."


"Terima kasih atas kebaikan tuan."


"Apa kamu yakin mau kembali kesana?" tanya Morens sekali lagi.


"Iya boss."


"Apa bukan karena alasan lain?, jujurlah Rob, aku tau ini bukan karena ibumu tapi karena hal lain."


"Maaf boss, saya cuma bisa menceritakan ini saja."


"Baiklah bila itu memang keputusan mu, tapi ingatlah Roby, kalau kamu butuh sesuatu jangan pernah ragu untuk menghubungiku."


"Terima kasih. Kalau begitu saya permisi."


"Ya."


Siang harinya saat jam makan siang, Chintiya datang ke kantor Morens membawakan makan siang untuk suaminya.


Begitu masuk Chintiya disuguhkan oleh pemandangan Morens sedang menelungkupkan kepalanya di atas meja kerja.


"Duh enak ya, boss mah bebas mau ngapain aja." sindir Chintiya.


Morens yang mendengar suara istrinya langsung mengangkat kepalanya dan tersenyum, kemudian dia berjalan menuju sofa menghampiri istrinya.


"Kamu sendirian sayang!" tanya Morens sambil mengecup pipi Chintiya.


"Iya, Mora dibawa sama mommy ke yayasan."


"Dad, kamu kenapa?" tanya Chintiya dengan membelai kepala Morens.


"Aku lagi malas aja."


"Apa ada masalah?"


"Enggak ada."


"Ya udah kalau gitu makan dulu ya."


"Ntar aja, aku mau kaya gini dulu."


Chintiya menghela nafas


"Dad, cerita sama aku. Aku udah hapal sama tingkah kamu, pasti kamu lagi mikirin sesuatu. Iya kan!"


"Huh, ternyata benar ya. Naluri seorang istri itu tajam ya."


"Makanya, kamu jangan sampai berani macam-macam di belakang aku."


"Boro-boro macam-macam, satu macam sama kamu aja aku udah kualahan." jawab Morens sambil ngusel diperut Chintiya.


"Ya udah kalau gitu cerita ke aku." Chintiya menjeda ucapannya.


"Eh, tapi tunggu deh. Kok aku gak liat Rena ya tadi di mejanya?"


"Rena gak masuk, sakit katanya."

__ADS_1


"Oh.. Kalau gitu ntar pulang dari sini aku mau jenguk Rena, boleh ya."


"Iya mom."


"Ya udah sekarang makan dulu."ajak Chintiya.


"Gak jadi nih ceritanya."


"Jadi, tapi abis kamu makan dulu."


"Siap paduka."


Mereka makan siang berdua dengan tenang, setelah selesai Morens mulai pembicaraan dengan Chintiya tentang Roby yang mengundurkan diri dari RENS CORP.


"Eh tapi kok aku rasa ada yang aneh ya." Chintiya berpikir.


"Aneh!, apanya yang aneh?" tanya Morens penasaran.


"Waktu itu Rena pernah cerita sama aku, semenjak kehadiran cewek yang namanya Gaby, Roby itu jadi seperti orang yang gelisah khawatir akan sesuatu."


"Tunggu, tadi kamu bilang Gaby?" Morens memastikan.


"Iya, apa kamu kenal sama cewek itu."


"Kayanya aku tau deh siapa Gaby itu."


"Siapa dia?, mantan kamu ya." Chintiya menatap tajam Morens.


Morens mencium bibir Chintiya sesaat. "Gemes deh."


"Ngapain malah nyium, bukannya jawab dia siapa."


"Mulai deh, semua kamu bilang mantan aku."


"Ya ntar aku cerita sama kamu."


"Janji ya."


Morens mengangguk


"Terus Rena ada bilang apa lagi?"


"Dia bilang, dia pernah beberapa kali melihat Roby dan Gaby terlibat dalam percakapan serius. Sepertinya Roby juga malas menanggapi Gaby."


"Ok, sekarang aku tau deh alasan Roby mengundurkan diri."


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Jangan lupa komen, komen, dan komen ya.


TBC


LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH


💜💜💜💜💜

__ADS_1


__ADS_2