Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S3 - Chapter 7


__ADS_3

"Kamu."


Mora menatap bingung, kenapa si X-men ini ada dimana-mana. Dan saat itu, karena lengah, salah satu dari pria itu berhasil melukai Mora dengan mengayunkan pisaunya ke lengan Mora.


"Aarrggghhh sial. Kalian sudah membuat kulit mahalku tergores." ucap Mora sambil memegang lengannya yang terluka.


"Are you okey?" tanya Mr X.


"Ini bukan apa-apa, gak usah sok peduli. Ini juga karena kamu." Mora menyobek ujung rok yang dia pakai hingga menampilkan paha mulusnya.


Mora membalut lengannya yang terluka dengan baju yang dia robek tadi.


"Aku!!" tanya Mr X bingung.


"Ya, karena kau mengganggu kesenangan ku."


"Dasar aneh, sayangnya kamu cantik."


"Bulshit." umpat Mora.


"Hei mau kemana kalian?" Mora melempar high hells yang dia pakai kepada para perampok itu karena melihat mereka ingin melarikan diri.


"Lemparan yang bagus." timpal Mr X.


"Kalian pikir bisa kabur hah!, kalian harus bertanggung jawab atas semuanya." Mora menghampiri kedua pria yang terjatuh akibat terkena lemparan sepatu miliknya.


Mora melepaskan Blazer yang dia pakai lalu dia lemparkan ke arah Mr X.


"X-men pegang blazerku, jangan sampai kusut." ucap Mora enteng.


"What?, X-men. Tapi blazernya sangat wangi, dan tubuhnya juga sangat bagus. Kau memang limited edition nona Mora." Mr X bermonolog.


Mora melipat lengan kemejanya sampai ke siku dan kini dia hanya menyisakan kemeja yang sobek di bagian lengan dan rok yang sudah sobek di bagian bawah.


"Kalian harus bertanggung jawab atas semua. Pertama tanggung jawab atas kerugian toko, kedua kalian harus membayar ganti rugi biaya perawatan kulitku ke salon, ketiga ganti biaya pengobatan lenganku dan yang terakhir adalah yang paling penting. Kalian harus mengganti rugi blazer, kemeja dan rok yang aku pakai. Jangan lupakan sepatu yang aku hadiahkan pada kalian, dan semua itu barang branded limited edition." ucap Mora sombong.


"Ka... kami!, kenapa musti kami?" jawab salah satu perampok dengan terbata karena tangannya di injak oleh Mora.


"Jadi siapa?, apa mereka yang harus membayar?" tunjuk Mora pada orang-orang yang menyaksikan kejadian itu.


Di tengah asiknya berdebat, salah satu dari keempat pria itu mencoba mencari celah dengan menembak Mora. Namun untungnya Mr X melihat itu, dia segera berlari dan berteriak.


"Nona Mora, arah jam 9." teriak Mr X sambil berlari mendekat.


Mora langsung meloncat ke dekapan tubuh Mr X, dan Mr X memutar tubuh Mora hingga memungkinkan Mora melepaskan tembakan ke arah lengan si perampok sebanyak 2 kali.


Tak lama kemudian, polisi datang karena pemilik toko perhiasan menghubungi pihak kepolisian.


Aksi Mora dan Mr X itu sempat diabadikan oleh beberapa orang yang melihat kejadian itu.


Mora segera merapikan diri dan mengambil tasnya yang dia taruh sembarangan tadi, Mora berjalan ke arah mobilnya dan masuk kedalam mobil. Namun dia terkejut ada seseorang yang ikut masuk kedalam mobilnya.


"X-men, sedang apa kau di mobilku?"


"Ikut pulang bersamamu."


"Apa kau tak punya ongkos?"

__ADS_1


"Aku ingin ikut ke rumahmu."


"Kau X-men, ternyata gak bermodal ya." cibir Mora.


"Kenapa kamu memanggilku X-men?"


"Namamu Mr X bukan, aku lebih suka menyebutmu X-men." Jawab Mora enteng.


"Oh Ok, aku anggap itu panggilan sayang darimu nona Mora."


"Terserah, dasar gila." umpat Mora yang jengah mendengar ucapan Mr X.


"Ya, dan kau aneh. Jadi kita berdua cocok bukan!, kita menjadi pasangan absurd."


"Whatever." Mora mulai menyalakan mobilnya.


"Biar aku yang menyetir, kamu sedang terluka." tawar Mr X.


"Baiklah."


Mereka bertukar posisi, dan kini Mr X yang memegang kemudi. Mobil mulai melaju membelah jalanan kota di malam hari, karena lelah Mora akhirnya tertidur dengan lelap di kursi penumpang.


Mr X menepikan mobilnya sebentar dan melepaskan jas yang dia pakai lalu dia balutkan di tubuh Mora. 45 menit kemudian, mereka tiba di rumah Mora.


Pelayan yang melihat Mora tertidur di gendongan seorang pria, merasa sangat heran. Pasalnya, jangankan menggendong, baru berniat berkenalan saja para pria yang lain langsung mundur, begitu tau apa saja yang sering dilakukan Mora.


"Bi, tolong siapkan air hangat di baskom. Juga siapkan kotak P3K ya." ucap Mr X sambil berjalan menuju ke kamar Mora.


"Baik tuan."


Mr X menidurkan Mora di ranjang king size itu dengan perlahan, setelah itu Mr X meletakkan tas milik Mora dan juga peralatan miliknya sendiri.


"Tuan, sebenarnya apa yang terjadi dengan nona Mora?" tanya si pelayan dengan cemas.


"Gak papa bi, tadi cuma ada insiden sedikit."


"Apa non Mora baik-baik aja?"


"Mora gak papa, dia cuma butuh istirahat."


"Apa saya perlu kasih tau nyonya sama tuan Morens?"


"Gak usah Bi, jangan bikin mereka khawatir. Sekarang bibi bisa kembali, biar Mora saya yang urus."


"Iya tuan, kalau perlu apa-apa panggil saya saja tuan."


"Oh ya bi, sebelum pergi tolong gantikan baju Mora terlebih dahulu ya."


"Iya tuan."


Sambil menunggu pelayan mengganti baju Mora, Mr X berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan wajah dan tangannya.


15 menit kemudian Mr X keluar dari kamar mandi, dia melihat Mora sudah berganti pakaian dan tengah terduduk dengan bersandar pada headboard ranjang.


"Kau sudah bangun?" tanya Mr X sambil mengibas-ngibaskan rambutnya yang sedikit basah.


"Loh, kamu masih disini X-men, dan bagaimana kamu tau dimana rumahku?" Mora menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.

__ADS_1


"Aku tau semua tentangmu, dan aku mau memastikan kau baik-baik saja."


"Aku baik, sekarang kau boleh pulang."


"Gak, aku akan disini."


"What?, kau penguntit ya." Mora membelalakkan matanya. "Jangan bilang kau mau menumpang disini." cibir Mora.


"Emang iya." Mr X berjalan menghampiri Mora dan mengambil kotak obat yang disediakan bibi.


"Dasar gak modal."


Mr X terkekeh "Ternyata kau lucu juga ya, sini tanganmu."


"Mau apa?" tanya Mora sambil menyodorkan tangannya pada Mr X.


Entah kenapa Mora merasa aman di dekat Mr X, dan dia menerima semua perlakuan Mr X, walaupun mulutnya terus mengumpat kasar tapi dia tidak menolak apapun yang dilakukan Mr X.


Mr X mengambil tangan Mora dan mulai mengobati luka sayatan pisau tadi. Mora mengamati Mr X yang tengah serius mengobati lukanya.


"Apa kamu perlu ke rumah sakit?" tawar Mr X.


"Gak usah, oh ya X-men. Apa kau benar-benar bodyguard tuan Ryuko?" tanya Mora sambil menutup lengannya yang sudah selesai di obati Mr X.


"Benar, tapi itu gak bersifat permanen."


"Emm, kalau begitu. Apa kamu bersedia menjadi asisten pribadiku."


"Wow, kenapa nona Mora?, apa kau tertarik dengan ku?"


"Jangan terlalu PD, aku cuma merasa kalau kau akan cocok menjadi Asisten ku."


"Kenapa begitu?" Mr X duduk disebelah Mora diatas ranjang.


"Karena mereka tidak tahan setiap aku ajak bermain."


"Memangnya apa yang kau mainkan?" tanya Mr X Menarik Mora kedalam pelukannya dan tanpa sadar Mora mengikuti apa yang dilakukan Mr X.


"Gak banyak, cuma berkuda, balap motor, latihan menembak, walk climbing atau gak bermain bersama Rosi."


"Rosi!!!"


"Ya Rosi, macan Sumatera peliharaan ku."


"Wow interesting, wanita yang menarik."Mr X mengecup kening Mora.


" Beraninya kamu."


...----------------...


...----------------...


...----------------...


TBC


LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH

__ADS_1


💜💜💜💜💜


__ADS_2