
Hari ini Serena dan Sandi sedang berada di salah satu butik untuk memilih gaun pernikahan, setelah itu mereka kini menuju ke sebuah toko perhiasan untuk memilih cincin pernikahan.
Tanpa mereka sadari, sedari tadi ada sepasang mata yang sedang menyaksikan keromantisan dan kebahagiaan mereka. Setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan, Sandi dan Serena menuju ke sebuah resto untuk menikmati makan malam bersama.
Mereka makan malam dengan canda tawa dan kebahagiaan yang melimpah, mereka tidak menyangka akhirnya kisah cinta rumit mereka dapat berakhir dengan kebahagiaan, dan yang lebih membahagiakan adalah seluruh keluarga mereka merestui hubungan mereka terutama Morens.
Saat tengah asik menikmati hidangan, tiba-tiba ada seseorang yang duduk diantara mereka. Mereka melihat siapa yang datang tiba-tiba dan duduk disana.
Mereka berdua nampak cukup kaget, karena setau mereka orang itu sedang menjalani masa hukuman.
"Maaf, apa aku mengganggu?"
"Sedang apa kamu disini?" tanya Sandi sinis.
"Aku mau ngomong sesuatu sama kalian."
"Kalau gitu cepet ngomong, kita gak punya banyak waktu." Sandi bicara tanpa menatap orang itu.
"A... Aku mau minta maaf." ucapnya lirih.
"Apa?, apa aku gak salah dengar!" cibir Sandi.
"Aku benar-benar mau minta maaf, aku menyesal. Aku sadar karena keegoisan ku kalian harus bersusah payah untuk bersatu, aku benar-benar nyesel." ucapnya sambil menunduk.
"Tunggu, bukannya kamu masih dalam masa tahanan?. Kenapa kamu bisa ada disini sekarang?, siapa yang udah menjamin kamu?" Sandi penasaran, karena dia tidak merasa membebaskannya.
"Em, i...Itu yang menjamin aku ,,,,"
"Cepet ngomongnya, jangan a e a e. Kaya orang kebelet aja." bentak Sandi.
Serena yang dari tadi hanya diam dan mendengarkan perdebatan itu terus menggenggam tangan Sandi, seraya mengingatkan agar Sandi tidak lepas kontrol.
"Itu karena tante Ayu." jawabnya pelan.
"APA?, jangan sembarangan kamu Nita. Gak mungkin ibu yang bebasin kamu, buat ibu bebasin kamu?" bentak Sandi.
"Aku gak bohong San, aku juga gak tau kenapa tante masih mau berbaik hati buat bebasin aku dari tuntutan kamu. Aku juga kaget San."
"Terus sekarang kamu mau apa?, kamu mau duit lagi!, ngomong kamu butuh berapa, asal kamu jangan menampakan muka kamu lagi dihadapan aku."
"Apa segitu bencinya kamu sama aku San?"
"Ya, semenjak kamu punya niat buruk sama Serena. Semenjak itu pula aku benar-benar benci sama kamu."
"Aku benar-benar nyesel San, aku minta maaf sama kalian. Terutama sama kamu Ser." ucap Nita dengan tatapan sendu pada Serena.
__ADS_1
"Udah gak usah drama lagi, cepet kamu mau berapa?"sela Sandi.
" Aku mau kembaliin semua yang kamu kasih, termasuk rumah itu. Karena aku mau kembali ke daerah asalku."
"Aku udah bilang, rumah itu sebagai tanda terima kasih aku untuk jasa kamu sama ibu."
"Tapi selama ini kalian udah cukup biayain hidup aku dan itu lebih dari cukup." tolak Nita.
"Terserah kamu mau terima rumah itu apa gak?, yang pasti gak dalam kamus hidup aku barang yang sudah diberikan kepada orang lain anti di terima kembali."
"Nita." panggil Serena yang mulai bicara setelah dari tadi diam.
"Ya Ser."
"Apa kamu benar-benar menyesal?"
Nita mengangguk "Sekarang aku mau mulai hidup yang baru dengan tentram."
"Kalau gitu terima saja rumah itu, kalau kamu merasa keberatan, kamu jual saja rumah itu dan uangnya bisa kamu jadikan untuk modal usaha."
Nita terdiam sesaat "Baiklah, aku terima. Terima kasih karena kalian sudah mau memaafkan aku, ternyata kamu itu selain cantik tapi kamu juga wanita yang baik dan juga dewasa. Sekarang aku tau kenapa Sandi cinta banget sama kamu."
"Udah gak usah dipikirin lagi, sekarang yang penting kamu tata hidup kamu dan semoga saja kamu mendapatkan pria yang baik, yang mau menerima masa lalu dan segala kekurangan kamu."
"Selamat atas pernikahan kalian, semoga kalian bahagia selalu dan menjadi keluarga yang harmonis." ucapnya tulus dengan menatap Sandi.
"Hm." jawab Sandi malas.
"Oh ya kamu harus datang ya ke pesta pernikahan kami nanti." ajak Serena.
"Apa aku masih pantas ketemu sama kalian?" tanya Nita.
"Kenapa enggak?, kamu kan sudah seperti keluarga kami." Serena tersenyum tulus.
"Sayang." Sandi hendak protes tapi dicegah terlebih dahulu oleh Serena.
"Kita gak boleh terlalu lama memendam benci dalam hati, itu gak baik buat diri dan kesehatan kamu. Lagi pula setiap manusia itu pasti pernah berbuat salah, tapi yang lebih bersalah adalah orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain dan orang yang tidak mau mengakui kesalahannya dan mencoba memperbaiki kesalahan itu." Serena menasehati Sandi dengan mengusap punggung tangan Sandi berkali-kali.
"Uh sayang, aku makin cinta deh sama kamu. Aku benar-benar gak salah pilih, aku gak nyesel kalau aku sampai harus hadepin kakak gilamu itu." rayu Sandi.
Serena mencubit pinggang Sandi
"Rayuan kuno, gak mempan sama aku."
"Biar kuno tapi kamu suka kan." Goda Sandi sambil menaik turunkan alisnya.
__ADS_1
"Eheem, kalau gitu aku pergi dulu dari pada jadi obat nyamuk disini. Sekali lagi selamat buat kalian." ucap Nita menghentikan keromantisan S couple itu.
"Ah iya, terima kasih Nita. Jangan sampai gak datang di pesta kami ya." jawab Serena.
"Akan aku usahain."
Setelah kepergian Nita, Sandi langsung menciumi wajah Serena bertubi-tubi. Dia tidak peduli orang akan memperhatikan mereka, Sandi baru berhenti saat Serena menjewer telinga Sandi.
"Awww, kamu mah belum apa-apa udah KDRT sih say." ucap Sandi sambil mengusap telinganya yang memerah karena ulah Serena.
"Abisnya mesum kok gak tau tempat, ntar kalo kita ditangkap tangan terus dinikahkan sama RT gimana?, emang kamu gak malu?" omel Serena.
"Enggak, yang ada aku malah seneng. Jadinya tambah cepet kita nikahnya."
"Uh kamu ya."
"Abis aku gak tahan, liat sikap kamu yang bikin aku tambah klepek-klepek dan cinta mentok sama kamu." Sandi mencubit hidung Serena pelan.
"Ah modus."
"Oh ya aku penasaran, kenapa ibu bisa bebasin Nita ya?"
"Coba kamu tanya pelan-pelan sama ibu, ibu pasti punya alasan kenapa lakuin itu. Tapi inget ya, nanyanya jangan pakai urat." ancam Serena.
"Iya Bu boss."
...----------------...
...----------------...
Just info, cerita ini sebentar lagi tamat ya. Paling sampai lebaran dan setelah itu akan berlanjut dengan kisah Roby dan Rena yang konfliknya lebih mencekam.
Cerita ini bergenre action, romantis, kriminal dan fiksi modern.
Jangan sampai gak mampir ya.
Demikian sekilas info, info lebih lengkap bisa dilihat di www dot obok-obok dot bascom.
TBC
LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH
💜💜💜💜💜
__ADS_1