Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S3 - Chapter 49


__ADS_3

"Bagaimana keadaan mu sekarang?" tanya Xander saat dia membawa Mora berkeliling taman di pagi hari.


"Sudah lebih baik, hanya saja kakiku masih terasa agak sedikit kaku." manja Mora yang berada di gendongan Xander.


Xander berhenti di hadapan sebuah ayunan, dan mendudukan Mora disana "Sabar ya, semua itu butuh proses. Kamu tenang aja, aku selalu dampingin kamu."


"Tapi, kalau sampai aku gak bisa jalan lagi bagaimana?. Apa kamu bakal ninggalin aku?" Mora bersandar di dada tegap Xander dan mendekap erat tubuh yang belakangan ini selalu melindunginya.


"Hei, kamu ngomong apa sih?. Kamu dengar kan, dokter bilang ini kan cuma sementara." Xander menciumi pucuk kepala Mora berkali-kali "Lagi pula, kalau memang kamu gak bisa jalan lagi. Aku bakal tetap selalu sama kamu, aku bakal jadi kaki kamu dan membawa kamu pergi kemanapun kamu mau."


"Tapi Xan..."


"Sssttt, aku gak mau denger tapi-tapian. Dimana Mora Hadinata yang selama ini aku kenal, Mora yang selama ini selalu mendebat dan mengajakku berkelahi." Xander meletakkan jari telunjuk di bibir Mora.


"Awas aja, kalau aku sudah pulih kamu gak akan bisa tidur dengan nyenyak."


"Aku tunggu tantangan kamu sayang." Xander berbisik di telinga Mora "Aku jamin kita berdua gak akan tidur nyenyak sayang." sebuah kecupan mendarat di pipi Mora.


Mora mendelik mendengar ucapan ambigu Xander "Maksud kamu?"


"Kamu jangan pura-pura sayang."


"Pura-pura apanya sih?, gak jelas kamu."

__ADS_1


"Mau aku jelasin!!" Xander menaik turunkan alisnya.


"Jangan macam-macam kamu ya, aku masih belum pulih." ancam Mora menjauhkan tubuhnya dari Xander.


"Kamu tenang aja, untuk sekarang aku gak bakal macam-macam. Tapi, setelah kamu sembuh kamu harus bersiap-siap ya."


"Ah,,, ngeri aku."


Xander terkekeh dan menciumi seluruh wajah Mora, saat sedang gemas menciumi wanitanya, sang pawang datang.


"Ekhem, ingat. Mora belum sembuh total." Morens datang dan mengganggu momen kebersamaan mereka.


"Dad." Mora menjauhkan wajahnya dari genggaman tangan Xander.


"Sir." Xander berdiri menghadap Morens.


"Apa itu?"


Morens memberikan sebuah amplop kepada Xander, dengan hati yang was-was dia menerima amplop itu. Dari sampul tersebut, dia mengenali dari mana surat itu berasal dan apa yang ada di dalamnya.


Xander menghela nafas panjang saat menerima amplop itu, dia merasa waktunya tidak tepat. Kenapa harus sekarang surat itu datang.


Melihat raut wajah bingung dari kekasihnya, Mora merasa ada sesuatu yang tidak baik yang sedang terjadi pada prianya itu.

__ADS_1


"Xan, ada apa?" tanya Mora sambil menggenggam tangan Xander.


"Its ok." Xander tersenyum.


"Oh ya, daddy akan menjenguk tantemu. Apa kalian mau ikut?" tanya Morens pada Xander dan Mora.


Xander menatap Mora "Bagaimana sayang, kamu mau ikut?" Mora mengangguk menanggapi jawaban Xander.


Xander segera membopong tubuh Mora dan membawanya menuju ke mobil "Aku tau, ada sesuatu. Kalau kamu gak mau bilang sama aku, aku jamin kamu gak akan bisa ngomong sama aku lagi." bisik Mora di gendongan Xander.


Xan tersenyum lembut "Iya sayang, aku pasti bicarain ini sama kamu. Tapi gak sekarang ya, aku bakal liat waktu yang tepat ok."


"Awas kalau kamu lupa." ancam Mora.


"Kamu tuh, masih aja suka ngancem. Tapi anehnya aku suka." Xander menggesekkan hidungnya pada hidung Mora.


"Nah, pinter."


...****************...


...****************...


Mentok ide guys, 😣😣😣

__ADS_1


TBC


LOVE U ALL 😘😘😘


__ADS_2