Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
Chapter 23


__ADS_3

"APA INI"


Hingga sore hari Morens masih belum memberi kabar dan ponselnya masih bisa dihubungi, dalam kegelisahan pikiran dan hati akhirnya chintiya memutuskan untuk datang ke kediaman Morens sepulang bekerja. dia berpikir pasti dia bisa menemui Morens dirumahnya untuk mengetahui keadaannya. Setelah jam kerja usai Chintiya langsung memesan taksi online dan menunjukkan alamat rumah yang dituju kepada supir taksi itu, sesampainya disana chintiya langsung bergegas ingin masuk namun sebelum kakinya sampai di depan gerbang rumah Morens, dia melihat sebuah mobil sport yang dia kenali itu sebagai milik Morens keluar dari gerbang rumahnya. Chintya ingin mengikuti mobil itu, namun sayangnya taksi yang dia tumpangi tadi sudah pergi jauh. Lalu chintiya berinisiatif untuk mencoba menghubungi Morens lagi, kali ini panggilannya terhubung namun tidak dijawab oleh Morens. Chintya makin bertambah kesal dan akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke rumah dengan banyak pertanyaan di otaknya.


"Ada apa dengan dia?"


"Kenapa tingkahnya aneh hari ini?"


"Apa yang dia lakukan disana?"


"Kenapa tidak memberi kabar?"


Itulah segelintir pertanyaan yang ada di otak chintiya dan tentunya masih banyak lagi. Karena terlalu lelah memikirkan Morens akhirnya dia langsung tertidur setelah selesai membersihkan tubuhnya. Dia tidak mendengar suara pesan masuk dan juga panggilan telepon dari Morens. Saat pagi menjelang chintiya terbangun dan langsung melihat ponselnya, dia melihat 10 panggilan tak terjawab dari Morens dan sebuah pesan dari Morens


"Jangan tidur terlalu malam dan jangan lupa makan" PESAN DARI MORENS


Chintya mendengus kesal


"Hah,, dari sekian banyak pesan yang kukirim dia hanya menjawab seperti itu" omel chintiya.


Karena kesal chintiya menonaktifkan ponselnya dan langsung pergi ke kamar mandi. Setelah selesai mandi dan bersiap-siap tak lama terdengar ketukan pintu yang dia tahu itu pasti ulah Morens, karena dia masih kesal chintiya mengacuhkan ketukan pintu tersebut. Setelah ±5 menit suara itu pun hilang karena Morens lebih memilih pergi melajukan mobilnya ke kantor.


Akhirnya chintiya pergi dengan angkutan umum seperti dulu, dan sesampainya di kantor dia tidak melihat adanya Morens di ruangan itu


"Huh,, hari ini dia tidak datang ke kantor lagi, sebenarnya apa yang dikerjakannya?" cicit chintiya sambil duduk di meja kerjanya.


Ketika Cynthia ingin membuka pintu hendak beranjak ke ruangan Roby, pintu itu lebih dulu didorong dari luar dan ternyata Morens yang berdiri di sana. Sontak chintiya langsung mundur untuk memberi jalan kepada Morens, namun ketika Cynthia hendak melangkah Morens lebih dulu menutup pintu itu.


"Sweety kau baru tiba?" tanya Morens


"Iya" jawab chintiya singkat


"Kau sudah sarapan sayang?"


"Hm,,, permisi aku mau keluar"


"Kau mau kemana?"


"Ke bagian gudang, mau menyerahkan ini" sambil menunjukkan sebuah kertas dan hendak beranjak pergi.


Namun secepat kilat Morens menarik tangan Chintya dan memeluknya dari belakang, sambil berkata


"Nanti saja, aku merindukanmu biarkan aku seperti ini dulu sebentar"


Chintya hanya terdiam mematung tidak memberikan respon apapun.. Morens menyadari perubahan sikap chintiya


"Hei nona, ada apa denganmu?" tanya Morens sambil membalik tubuh chintiya menghadap padanya

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa" jawab chintiya seraya memalingkan wajahnya


"Sayang lihat aku, bila ada masalah katakan padaku"


"Aku tidak ada masalah apapun" jawab chintiya ketus


Morens menghela nafas panjang


"Kita duduk dulu ya" Morens menarik chintiya ke sofa


"Apa kau marah padaku?" tanya Morens


"Tidak,, untuk apa aku marah"


"Karena aku tidak memberi kabar padamu"


"Aku tahu kau sangat sibuk, pekerjaanmu jauh lebih penting jadi tidak usah pedulikan aku"


"Jangan bicara begitu sayang, aku minta maaf karena telah mengabaikanmu" ucap Morens sambil mencium pipi chintiya


"Jangan cium aku" bentak chintiya


"Hei, kenapa membentakku"


"Kau cium saja wanitamu sana"


"Mana ku tahu, mungkin kau terlalu banyak wanita hingga kau lupa wanita yang mana yang kemarin kau ajak kencan"


"Apa maksudmu?"


"Sudahlah Morens, aku masih banyak pekerjaan"


"Kau tidak kuizinkan melakukan apapun"


"Hei, jangan seenaknya"


"Aku bossnya disini, kau tidak akan kemana-mana sebelum kau jelaskan maksud ucapanmu"


"Jelaskan!!, baiklah akan ku jelaskan" chintiya menunjukkan beberapa buah photo kepada Morens "Sekarang bisa kau jelaskan apa ini" ucap chintiya


Morens memicingkan matanya


"Siapa dia?" gumam Morens tapi masih terdengar oleh chintiya


"Kau bertanya padaku, lalu aku harus bertanya pada siapa. Apa aku harus bertanya pada cicak didinding atau aku harus bertanya pada rumput yang bergoyang" jawab chintiya


"Dari mana kau dapat photo ini?"

__ADS_1


"Kau tidak perlu tahu aku dapat dari mana"


Morens langsung menarik ponsel chintiya dan mengirimkan photo tersebut kepada Roby. kemudian Morens langsung menelpon Roby


"Kau cari tahu siapa wanita di photo itu, juga siapa yang sudah mengirim photo itu" ucap Morens kepada Roby di telp


"Bagaimana, apa kau bisa menjelaskan itu?" tanya chintiya kepada Morens


"Kau tunggu nanti akan ku jelaskan"


"Kenapa nanti, kenapa tidak sekarang?"


"Aku sedang mencari tahu siapa dia, karena aku memang tidak kenal pada wanita itu"


"Ok, sebelum kau bisa menjelaskan padaku, kau jangan mendekatiku" ucap chintiya sambil berdiri melangkahkan kakinya menuju meja kerjanya


"Tapi sweety..."


"Tidak ada tapi-tapi, seenaknya saja"


Morens yang melihat chintiya mengomel malah semakin gemas, lalu dia langsung membopong tubuh chintiya ala bridal style ke ruangan pribadinya


"Ahh Morens turunkan aku, kau tidak bi... emmmh" Morens langsung menyambar bibir chintiya untuk menghentikan ocehan chintiya sambil menggendong chintiya, hingga sampai di ruangan itupun Morens belum melepaskan ciumannya dan mendudukan chintiya di pangkuannya. Morens baru melepaskan ciumannya saat mereka berdua hampir kehabisan nafas.


"Kau... apa kau mau aku mati agar kau bisa bersama dengan wanitamu heh" omel chintiya dengan nafas yang masih ter engah-engah sambil memukuli dada Morens


Morens tersenyum " Jika kau terus mengomel aku semakin gemas dan jangan salahkan aku bila aku tidak bisa menahan diri dan menyantapmu saat ini juga" goda Morens


"Dasar OMES kau, cepat lepaskan aku"


"Baiklah, tapi jangan marah lagi ya. Kau harus percaya padaku bahwa aku hanya mencintaimu"


"WHATEVER,,,, ingat aku masih tetap menunggu penjelasanmu nanti. Karena aku masih belum memaafkanmu" ucap chintiya sambil berlalu pergi


Morens hanya menghela nafas panjang.


Tak lama kemudian Morens menerima laporan penyelidikan dari Roby yang dikirimkan lewat email. begitu Morens melihatnya


"SHIT, kau tunggu tanggal mainnya"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


**TERIMA KASIH UNTUK PARA READERS SETIAKU, YA WALAUPUN TIDAK BANYAK TAPI AKU SENANG KARENA MASIH ADA YANG MENGHARGAI KARYA KU..


SEMOGA KALIAN TIDAK BOSAN MEMBACA CERITA INI


SALAM HANGAT DARI AUTHOR**

__ADS_1


__ADS_2