Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S2 - Chapter 82


__ADS_3

Makasih ya buat kalian semua yang masih stay favorit cerita ini.


Aku mau minta tolong untuk gas like dan komentarnya.


Untuk hadiah boleh di simpen buat senin nanti, tapi doble ya.


Hahahaha maksa nih.


lopyu pul buat kalian. 👄👄👄


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Serena menggeliatkan badannya yang terasa pegal dan seakan terhimpit beban berat. Dia mengira itu hanya mimpi, namun nyatanya benar-benar sebuah tangan kekar sedang memeluknya dan hembusan nafas terasa mengenai tengkuknya.


Serena terlonjak kaget ketika baru menyadari bahwa semalam dia menginap di apartemen Sandi. Tapi kenapa Sandi bisa tidur disampingnya dan dia berada di atas ranjang , karena seingatnya semalam Serena tertidur di sofa karena Sandi yang tidak mau meninggalkan dia di kamar sendirian. Sandi beralasan dia takut Serena akan pergi lagi darinya.


Serena memperhatikan dengan seksama tubuhnya, dan dia melihat gaun yang semalam dia kenakan masih melekat di tubuhnya. Dia merasa lega ternyata tidak terjadi apa-apa padanya.


Serena dengan perlahan memindahkan tangan yang menimpa perutnya, dan memperhatikan wajah pria yang tertidur di sampingnya.


"Apa kamu yang pindahin aku ke ranjang? " tanya Serena pada Sandi yang masih memejamkan mata.


"Apa yang harus aku lakukan setelah ini?, kakak melarangku berhubungan denganmu. Lalu bagaimana dengan wanita itu?, apa kamu benar-benar gak cinta sama dia?, entah aku harus percaya atau gak. Sekarang hatiku bimbang dan tidak tau harus berbuat apa? " batin Serena masih memandang wajah Sandi.


Serena mendesah pelan, kemudian dengan sangat perlahan dia bangun. Namun belum sempat dia bangun sebuah tangan kekar mencekal tangannya. Serena menoleh dan dia melihat Sandi tengah tersenyum menatapnya.


"Mau kemana?" tanya Sandi lembut.


"Lepas San, ini sudah pagi. Aku harus segera pulang. " ucap Serena pelan.


"Ok, mandilah. Aku mandi di kamar tamu."


"Eh tapi San! " ucap Serena ragu-ragu.


"Kenapa? "


"Bagaimana sama bajuku?, masa aku pulang masih dengan gaun malam yang terbuka begini?"


"Ah iya kamu benar. Gaun malam itu cuma boleh kamu pakai saat ada aku saja ya."


"Sandi, aku serius. " menatap tajam Sandi.


"Itu ada di dalam kamar mandi, udah aku siapin dari semalam."


"Yang bener?"


"Yes baby, aku suami idaman bukan!"


"Terima kasih. " Serena malas menanggapi Sandi.

__ADS_1


"Setelah selesai tunggu sampai aku buka pintu kamar ini ya."


"Apa kamu juga kunci pintu kamar ini?"


"Ya, aku gak mau kecolongan lagi."


"Astaga, aku seperti tawanan."


"Kamu memang tawanan, tawanan hatiku." jawab Sandi sambil berlalu keluar kamar.


Mereka pun segera mandi karena waktu sudah semakin siang, setelah mandi mereka sarapan pagi dengan makanan yang sudah di pesan oleh Sandi. Setelah menghabiskan sarapan mereka, Sandi mengantar Serena pulang.


Selama di perjalanan, tidak ada yang membuka suara hanya keheningan yang terjadi. Mereka sibuk dengan pemikiran masing-masing dan Sandi yang sesekali melihat sekilas Serena yang nampak melamun. Tidak terasa mereka sudah sampai di kediaman Hadinata.


"Udah sampai, kenapa cepet banget sih? gerutu Sandi.


"San makasih ya buat semuanya. "


"Cuma makasih. "


"Terus, kamu mau apa? "


"Siniin ponsel kamu."


"Buat apa? "


"Buat sadap ponsel kamu, biar kamu gak selingkuh. "


"Oh jadi kamu mau kita pacaran!, aku sih nurut aja. Yang penting kamu seneng. "


"Loh kok."


"Udah mana ponselnya? "


Serena memberikan ponselnya pada Sandi dengan tatapan bingung.


"Buka dulu dong passwordnya. "


Setelah Serena membuka passwordnya, Sandi langsung mengetik sesuatu di ponsel Sandi dan tak lama ponsel Sandi berdering.


"Itu nomor ponsel ku, awas ya kalau kamu berani hapus atau blokir nomor aku lagi. Aku bakal datengin kamu langsung ke kamar kamu."


"Emang kamu berani?"


"Dengan senang hati baby."


"Heh ngaco, ya udah aku turun dulu."


"Eits tunggu dulu." Sandi menahan tangan Serena.

__ADS_1


"Apa lagi? "


"Ongkosnya mana?, kan aku udah anterin kamu sampai ke rumah dengan aman, selamat, sentosa dan bahagia. "


"Oh jadi perhitungan nih ceritanya. "


"Iya dong, sekarang ini semua gak ada yang gratis nona Serena."


"Ok, kamu mau minta berapa?"


"Aku gak butuh duit."


"Terus?"


Sandi menodongkan wajahnya ke hadapan Serena sambil menunjuk ke pipinya sendiri.


"Ayo cepet, kamu mau orang -orang keburu liat kita karena kelamaan berhenti disini."


Serena mendekatkan wajahnya hendak mencium pipi Sandi, tapi sesaat sebelum menyentuh pipi. Sandi memutar wajahnya hingga Serena mencium bibir Sandi, Sandi tidak menyiakan kesempatan. Dia menarik dan menahan tengkuk Serena dan ******* bibir Serena dengan buas.


Serena terkejut, namun sesaat kemudian dia mulai membalas ciuman Sandi dan terjadilah ciuman panas antara mereka. Saat tengah sedang di puncak Sandi menghentikan ciumannya.


Serena terlihat frustasi saat Sandi menyudahi nya, tapi dia juga malu pada dirinya sendiri. Kenapa dia membalas dan menikmatinya, bahkan dia merasa tidak rela saat ciuman itu berakhir.


"Kenapa mukamu seperti itu?, apa kamu mau melanjutkan lagi. Kalau begitu menikahlah denganku, aku akan memberikan yang lebih dari ini." ucap Sandi menggoda Serena.


"Sembarangan. "


Serena langsung turun tanpa ijin dari Sandi, dia sudah merasa sangat malu karena ketahuan menikmati ciuman tadi. Dia merutuki kebodohannya karena tidak bisa mengontrol diri.


Setelah sampai di dalam rumah, dia disambut dengan suara nyaring dari Lexi.


"Oh bagus ya, anak gadis tidak pulang ke rumah. Dan baru pulang sesiang ini."


"Sorry mom. Semalam aku bertemu teman dan kami mengobrol lalu dia mengajakku menginap di tempatnya. " jujur Serena.


"Denger mommy baik-baik. Biarpun kamu lama tinggal di luar negeri, tapi kamu tetap harus jaga diri dan sikapmu. Kamu ingat itu nona."


"Yes mom, im sorry. "


"Ok. Untuk kali ini mom memaafkanmu, tapi awas jangan berbuat macam-macam. "


"Yes mom I promise. "


"Good girl. "


Serena masuk kedalam kamar dan merebahkan dirinya di ranjang. Dia teringat kembali kejadian semalam sampai saat tadi mereka berciuman dengan mesra. Dia merasa ada sedikit gelayar bahagia di hatinya, tapi sesaat kemudian dia kembali bimbang saat teringat akan perkataan Morens padanya semalam.


Dia jadi penasaran, kenapa kakaknya sangat tidak menyukai Sandi. Sebenarnya apa yang terjadi antara mereka, sungguh Serena jadi sangat penasaran.

__ADS_1


Dia bertekad besok akan menemui Sandi dan menanyakan langsung pada Sandi penyebab kakaknya itu sangat membenci Sandi.


Karena terlalu lelah berpikir, akhirnya Serena tertidur. Dia bahkan tidak menyadari bahwa dia tertidur masih dengan menggunakan sepatu yang dia gunakan tadi malam. Bahkan dia lupa bahwa ponselnya masih berada di dalam tasnya, dan disana Sandi tengah merasa kesal karena Serena tidak kunjung mengangkat panggilan telpon darinya itu.


__ADS_2