
"Morens bangun, ntar kesiangan loh"
"Emmm, 5 meniiiit aja" jawab Morens masih dengan terpejam
"Oh tidak bisa"
"Masih ngantuk sayang"
"Siapa suruh tidur larut malam!" ketus Chintiya
"Kan kamu yang bikin aku tidur larut malam"
Ya karena setelah pertempuran sengit sore hari, mereka melanjutkan lagi setelah lepas makan malam. Padahal Chintiya sudah meminta gencatan senjata tapi Morens menolak negosiasi, alhasil perang usai pada pukul 3 pagi.
Chintya melempar bantal kepada Morens "Sembarangan, aku kan dah angkat tangan tapi kamu masih nyerang aja"
"Abis senjata aku mau nembak kamu terus sih" ucap Morens sambil terkekeh
"Udah cepet bangun, gak usah pake drama"
"Kiss dulu" Morens memajukan bibirnya
Chintya berdecak malas, jika dia memberikan ciuman yang ada Morens mengajak gelut dan berakhir lebih lama lagi.
"Nih cium" Chintiya menunjukkan b*kongnya sambil berjalan.
Secepat kilat Morens menahan Chintiya dan mencium sambil sedikit menggigit bagian yang ditunjukkan Chintiya.
"Aww,,, dasar kucing garong"
"Ya, kamu ikan asinnya dan sekarang aku mau memakanmu"
"Ah TIDAAAK" Chintiya langsung berlari keluar kamar sebelum Morens benar-benar memakannya.
Morens tertawa melihat tingkah sang istri, kemudian berjalan menuju ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi dan sarapan, Chintiya mengantarkan Morens hingga ke teras rumah.
"Aku berangkat dulu ya"
"Iya hati-hati. Ingat jaga mata, jaga tangan, jaga hati"
"Siap kanjeng putri ndoro juragan" Morens mencium kening Chintiya dan Chintiya mencium punggung tangan Morens.
Setelah Morens pergi, Chintiya masuk ke dalam rumah. Ternyata sepasang mata mengawasi mereka dari dalam sebuah mobil yang terparkir di seberang kediaman Morens.
"Kenapa mereka masih baik-baik saja, bahkan terlihat lebih mesra, apa mungkin umpan w yang kemarin gak berhasil ya!. But its ok w masih punya banyak umpan" pikir orang itu.
DI GEDUNG RENS CORP
Hari ini semua divisi terlihat sibuk, seperti biasa di setiap awal tahun pasti tengah disibukkan dengan pembuatan produk baru untuk kesehatan dan kecantikan.
Tidak berbeda jauh dengan Morens saat ini, dia sedang disibukkan dengan banyaknya agenda rapat dan kali ini dia tengah mengadakan rapat intern dengan para petinggi perusahaan mengenai pengembangan produk dan kinerja perusahaan dalam satu tahun terakhir ini.
__ADS_1
Kita tinggalkan ruang rapat dan beralih kepada lantai 10 dimana ruangan CEO berada, dan jangan lupakan disana juga ada sekertaris baru yang seksi yang entah sedang melakukan apa.
Terdengar bunyi pintu lift terbuka dan ternyata Doni yang keluar dari sana dengan membawa sebuah barang. Dia mendekati meja sekertaris baru itu.
"Siang mbak, boss ada di dalam?" sapa Doni
Flo menatap sekilas "Mbak mbak, w bukan mbak lo. panggil w kakak, kak Flo" sambil mencibir
"Idih nyai pelet, sok iye banget sih lo. kok boss mau sih punya sekretaris model gini, beda banget sama Chintiya" umpat Doni dalam hati.
"Oh iya kak maaf, boss ada di ruangan gak ya?" tanyanya lagi
"Dia lagi meeting di bawah, ada perlu apa?" ketus Flo
"Saya mau nunjukin hasil produk terbaru sama boss"
"Kalau gitu titip ke w aja, ntar w kasih tau boss"
"Makasih ya kak, ntar tolong kabarin ya kalau udah di ACC"
"hmm, oh ya nama Lo siapa?"
"Saya Doni dari divisi pemasaran"
"Ok, lo boleh pergi"
"Sabar Don sabar, kalau udah kelewatan lu cabut aja paku di kepalanya" ucap Doni bermonolog
Satu jam kemudian, Morens terlihat keluar dari lift dia berjalan dengan tenang dan tegap, sorot matanya tajam dengan alis yang tebal menambah kesan dramatis bila memandang wajah tampan itu. Begitu tiba di depan meja sekertarisnya dia berhenti sejenak, dia melihat jam di tangannya menunjukan pukul 11.15 siang.
Morens berdecak kesal, dia berdehem dengan keras "EHEMM" Flo kaget dan tersadar dari lamunannya.
"Eh... Si...Siang boss" ucap Flo gugup
"Kalau kamu mau berhalu ria, mending pergi ke toilet sana, kamu bebas berhalu ria jangan disini merusak pemandangan" sindir Morens
"Apa katanya!, merusak pemandangan. w yang cantik dan sexy begini dia bilang merusak pemandangan. Liat aja w bikin klepek-klepek sama w baru tau rasa Lo" batin Flo
"Maaf boss"
"Forget that, apa ada meeting lagi hari ini?"
"Nanti jam 2 ada pertemuan dengan tuan Wira Tama Nugraha di resto Mutiara"
Morens tidak bicara, dia langsung pergi dari sana menuju ke ruangannya. Flo hanya bisa melihat punggung lebar nan tegap itu pergi sambil berucap.
"So sexy,,,, w pasti dapetin Lo" seringai Flo.
Setelah beberapa saat Flo baru teringat akan memberikan sample produk kepada Morens, dia melangkah masuk ke dalam ruangan Morens setelah mendapat izin dari sang empunya.
"Ada apa?" tanya Morens datar
"Tadi sewaktu anda rapat, pak Doni dari divisi pemasaran menitipkan sample produk terbaru untuk di tinjau ulang oleh boss"
__ADS_1
Morens nampak berpikir dan bergumam namun masih terdengar oleh Flo.
"gimana mau coba, kalau dulu ada Chintiya aku akan mencoba pada wajah cantiknya tapi sekarang..!"
"Chintya!,,, siapa ya Chintiya itu?" Flo bertanya-tanya sendiri.
"Maaf boss, gimana kalau coba di wajah saya aja" Flo berucap manja
Sebenarnya Morens malas menanggapi usul Flo, namun karena waktu yang sudah mendesak produk harus segera launching, mau tidak mau Morens menyetujui usul Flo.
"Ok, kamu coba di muka kamu"
"Tunggu sebentar saya ambil cermin dulu"
"Gak usah, di sini juga ada" Morens mengeluarkan cermin dari lacinya
Flo menautkan alisnya "Boss simpen cermin dari laci"
"Gak usah kepo kamu, cermin ini biasa dipake Chintiya kalau lagi testing produk"
"Lagi lagi Chintiya, siapa sih dia?" geram Flo
"Tapi ini gimana ya saya pegang cerminannya?"
"Udah kamu pake aja, biar saya yang pegang cerminannya"
"Wah kesempatan ini, kapan lagi w bisa sedekat ini. waktunya tebar pesona maut" batin Flo
Flo mulai memakai crim tersebut ke wajahnya, dia sambil sesekali mencuri pandang pada Morens yang berdiri memegang cermin, tak lama kemudian dia mendapat panggilan telepon hal itu membuat cermin yang dipegang menjadi ** stabil dan bergoyang-goyang.
Flo memegang tangan Morens dengan sengaja, karena dia sedang menerima telepon jadi dia tidak fokus.
"Boss, yang benar pegang cerminannya dong. Aku gak keliatan"
"Hmm"
"Nah gitu dong"
"Eh itu ada yang berantakan" Morens menunjuk di wajah Flo namun tidak bersentuhan
"Yang mana boss"pura-pura tidak tahu
Karena kesal Flo yang tidak juga mengerti, Morens menyentuh wajah Flo untuk meratakan crimnya.
Disaat Morens meratakan crim di wajah Flo, tiba-tiba pintu terbuka.
"MORENS"
❤❤❤❤❤
***MAAF YA KAKAK READER KALAU BANYAK TYPO, NULISNYA SAMBIL MEREM MELEK. SAMPAI PUYENG NIH KEPALA.
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN JANGAN KETINGGALAN, BIAR SAYA NGEHALUNYA LEBIH TINGGI.
__ADS_1
LOVE U ALL ❤️❤️❤️ MMMUUAAACHHH***