Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S3 - Chapter 14


__ADS_3

Di mobil dalam perjalanan kembali ke kantor.


"Jadi namamu Xander Cloud!" tanya Mora pada Mr X yang sedari tadi hanya diam dan fokus dengan kemudinya.


Mr X diam tidak menanggapi pertanyaan dari Mora, dari tadi dia sibuk memikirkan tentang seorang Mark Lincoln. Mr X sedang mencoba mengingat, sepertinya dia tau sesuatu tentang Mark ini. Dia yakin ada sesuatu dengan Mark yang tiba-tiba muncul hanya untuk seorang Mora.


Dia harus mencari tau nanti, dia akan menyelidiki tentang itu semua di laptopnya yang berada di apartemennya.


"Sebenarnya apa pekerjaanmu sebelumnya?, kayanya aku pernah dengar deh namamu. XANDER CLOUD." Mora nampak mengingat-ingat tentang sebuah nama Xander Cloud.


"Hei X-men, denger gak?. Oh ya, aku harus panggil Xander, Mr X atau X-men ya." Mora tampak berpikir dan sibuk dengan ocehannya sendiri.


"X-men, aku mau tau siapa kau sebenarnya?. Aku yakin kau itu bukan pria sembarangan."


Mora bahkan tidak seperti biasanya yang sedikit bicara tapi banyak melotot, bahkan Mr X sempat berpikir bagaimana bisa mata itu tetap berada di tempatnya setelah hampir setiap hari dia melotot dan menatap tajam pada Oxen sekertarisnya dan pada pegawai-pegawai yang lain.


Namun kali ini Mora berbeda 180°, Mora terus saja mengoceh dan bertanya pada Mr X yang tidak bersuara sama sekali. Mora bahkanaa tidak menyadari bahwa mereka tidak meuju ke arah kantor lagi.


Mora baru terdiam saat Mr X menghentikan laju mobilnya di salah satu area parkir yang jelas itu bukan area parkir RENS CORP.


"Apa udah sampai?" tanya Mora yang sedikit aneh, karena itu bukan area parkir kantornya.


"Hm." jawab Mr X sambil membuka seatbeltnya.


"Dimana ini?"


"Apartemenku." jawab Xander enteng.


"Kenapa kesini?"Mora menatap tajam Xander.


"Bukannya kau mau tau siapa aku!" jawab Xander sambil membuka seatbelt milik Mora.


"Apa harus kesini?."


"Harus, karena semua yang mau kamu tau ada di dalam apartemenku."jawab Xander dengan mengedipkan sebelah matanya. Dia tidak merasa takut dengan tatapan intimidasi dari Mora, dia malah merasa gemas melihat tatapan seperti itu dan menambah kesan sexy untuknya.


" Jangan macam-macam kamu. Kamu mau main-main ternyata. " sarkas Mora yang masih betah duduk di mobil itu.


Sedangkan Xander entah sejak kapan sudah berdiri dan berada disampingnya.


"Aku gak macem-macem, cuma semacam aja. Dan aku dengan senang hati bermain-main sama kamu." Xander mengulurkan tangannya pada Mora.


Mora melangkah sejajar dengan Xander yang terus menggenggam tangannya, Mora melihat pegangan tangan itu. Entah kenapa dia tidak pernah bisa melawan dan menolak sentuhan dari Xander, bahkan dia juga selalu terbuai dan membalas segala sentuhan dari pria itu.

__ADS_1


Setelah tiba di dalam unit apartemennya, Xander mengajak Mora duduk di sofa dan dia menuju ke dapur mengambil minuman untuk wanita yang spesial untuknya.


Mora memperhatikan dengan seksama isi apartemen Xander yang dimana di hampir setiap dinding terdapat berbagai macam perhargaan. Mora makin penasaran siapa sebenarnya Xander ini, Mora sampai tidak sadar bahwa Xander sudah duduk manis disampingnya dan memperhatikan Mora dengan intens.


"Liat apa?" tanya Xander dan mengecup pipi Mora.


"Aku penasaran siapa kamu sebenarnya, aku yakin kamu cuma bukan bodyguard biasa X-men. Eh tapi ngomong-ngomong, aku harus panggil kamu apa?" tanya Mora yang tidak sadar kalau dari tadi pinggangnya di peluk oleh Xander.


"Aku lebih suka kamu panggil X-men."


"Kenapa?, kamu gak malu aku panggil kaya gitu." entah sejak kapan pembicaraan mereka berubah menjadi biasa dan tidak formal.


"Aku suka kamu panggil itu, karena itu adalah panggilan sayang dari kamu buat aku. Tapi cuma kamu yang boleh panggil aku kaya gitu."


"Cih, panggilan sayang." cibir Mora.


"Iya, karena kamu sayang sama aku kan!." Xander semakin merapatkan tubuh mereka.


Entah kenapa Xander selalu ingin berdekatan dan bermanja pada wanita satu ini, padahal Xander paling anti dengan yang namanya wanita manja. Namun kini dirinya yang sangat hobi bermanja -manja pada Mora.


Mora itu wanita spesial, dia sangat berbeda dari kebanyakan wanita lainnya. Mora selalu menjadi dirinya sendiri, dia tak suka berpura-pura dan menjadi seorang penjilat.


"Dalam mimpi."


"Eh."


Mora baru sadar kalau saat ini posisi mereka sudah begitu rapat, bahkan sebelah kakinya sudah berada di atas paha Xander.


"Aku cinta kamu Mora."


"Jangan omong ko..."


Bibir itu berhenti berucap karena sebuah benda kenyal lain yang berada di bibirnya, Mora terdiam tanpa menolak ataupun membalas.


Xander melepaskan tautan bibir itu dan menatap intens wajah cantik yang berada di hadapannya saat ini. Dia begitu terbuai atas segala sesuatu yang ada pada Mora, entah itu wajah cantiknya, tubuh sexynya, mulut merconnya, sifat galaknya juga hobi-hobi anehnya.


Katakanlah Xander sudah bucin tingkat dunia, yang kadar harganya tidak bisa dihitung dengan Rupiah lagi, atau bahkan Dollar sekalipun. Karena rasa yang dimiliki Xander hanya bisa dilihat dengan perhatian dan kasih sayang yang diam-diam selalu dia berikan pada Mora tanpa disadari oleh wanita itu sendiri.


"XANDER, KAU!" hardik Mora dengan menatap tajam pada asisten misterius nya itu.


"Maaf boss, aku gak tahan liat bibir sexymu." jawab Xander dengan wajah dibuat seolah merasa bersalah.


"Enak aja!, kamu harus kuberi peringatan dan hukuman." Mora menjeda ucapannya sambil menarik nafas dalam-dalam "Karena kau sudah berani menghentikan ciuman itu."

__ADS_1


"WHAT!"


Mora langsung naik ke pangkuan Xander dan mencium bibir yang sudah beberapa kali singgah di bibirnya itu, Mora melingkarkan tangannya ke leher Xander.


Xander yang awalnya terkejut dengan aksi Mora, kini mulai membalas dan menyeimbangi ciuman dari Mora.


"Kamu berani berhenti tanpa kusuruh." ucap Mora melepaskan tautan bibir itu.


"Sorry." jawab Xander mengusap punggung Mora dan memberikan sedikit rangsangan disana.


Mora memejamkan matanya merasakan sentuhan itu.


"Kau harus di hukum X-men."


"Aku siap menerima hukuman itu boss cantikku."


"Diam."


Mora kembali menyatukan benda kenyal itu, entah apa yang dirasakan Mora saat ini. Dia hanya merasa selalu aman dan nyaman bila bersama dengan Xander, bahkan sentuhan yang diberikan Xander padanya terasa begitu lembut bahkan ucapannya pun sangat lembut.


Mereka saling membelit lidah dengan penuh perasaan tanpa nafsu yang memburu, mereka sama-sama menyalurkan rasa nyaman mereka lewat ciuman itu.


Mora meremas rambut Xander saat ciuman itu semakin dalam, Xander semakin menarik tengkuk Mora hingga membuat mereka kesulitan bernafas tapi tak urung melepaskan tautan mereka.


Bibir itu semakin menyusuri ke area di bawah, Xander menyesap beberapa saat leher mulus Mora hingga sedikit membekas.


Mora meremas bahu Xander saat wajah Xander sudah berada dihadapan bukit kembar nan menjulang indah itu, dia menciumi bagian itu tanpa membuka dan melepaskan pakaiannya.


Xander hanya menurunkan sedikit kemeja Mora pada bagian atas, hingga menunjukan pundak putih itu. Xander menciumi pundak itu sebelum akhirnya mengangkat wajahnya dan melihat wajah Mora yang berada tepat di hadapannya.


"Mora, jadilah pacarku."


...----------------...


...----------------...


Sebagai ganti beberapa hari gak update, aku up double hari ini.


Makasih


TBC


LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH

__ADS_1


💜💜💜


__ADS_2