
Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, mereka tiba di salah satu resto yang sudah di siapkan oleh pihak Grid Construction sebagai tempat janji temu mereka.
Mora masuk kedalam salah satu ruangan VIP, dimana disana sudah menunggu 2 orang pria yang sama-sama tampan dan berkharisma.
Hanya saja salah satunya memiliki pandangan tajam seperti mata elang, dan Mora yakin dia adalah bukan orang sembarangan.
"Selamat siang nona Mora Hadinata." ucap salah satu pria itu sambil tersenyum manis.
"Selamat siang, maaf membuat kalian menunggu." jawab Mora sambil tersenyum.
"Tidak masalah. Silahkan duduk." pria tadi mempersilahkan.
"Terima kasih."
Mereka berempat pun duduk disebuah sofa panjang melingkar yang terdapat sebuah meja bundar di tengah-tengah mereka. Setelah memesan makanan dan minuman, mereka melanjutkan pembicaraan mereka.
"Perkenalkan saya Mark Lincoln, dan ini asisten saya Dennis Lincoln." si pria bermata tajam memperkenalkan dirinya dengan mengulurkan tangannya.
"Salam kenal saya pada kalian, dan ini asisten saya...." Mora berhenti berucap, karena dia bingung mau menyebut Mr X dengan apa. Masa iya dia mau mengatakan namanya adalah X-men, kan tidak lucu.
"Xander Cloud." Mr X menyambung ucapan Mora yang terputus.
Mora menoleh ke arah Mr X yang tetap fokus pada Mark.
"Senang bertemu dengan anda." Mora menyambut uluran tangan Mark sebagai bentuk penghormatan sebagai sesama relasi bisnis.
"Saya tidak menyangka bahwa tuan Mark akan turun langsung menemui kami yang masih dalam tahap pengembangan ini. Saya juga tidak menyangka bahwa tuan Mark ini masih begitu muda, tapi. Kepopuleran Grid Construction sudah tidak diragukan lagi." ucap Mora berbasa-basi.
Grid Construcrion adalah sebuah perusahaan konstruksi yang berpusat di Jerman, mereka sudah sangat dikenal di penjuru dunia. Karena struktur bangunan yang mereka dirikan terbukti kokoh dan tidak diragukan lagi hasilnya.
__ADS_1
Grid sendiri sudah berdiri selama 3 generasi, dan Mark adalah generasi ke 3 penerus perusahaan itu.
Mark Lincoln, pria lajang berusia 35 tahun yang terkenal teliti dan sangat tegas dalam bekerja. Dia tidak suka dengan namanya kegagalan, selama ini Mark tidak pernah berhubungan serius dengan seorang wanita, dia hanya bersenang-senang dengan para wanita yang ada didekatnya.
Dennis Lincoln, pria lajang berusia 30 tahun. Dia adalah adik kandung dari Mark, mereka memang sangat dekat karena sedari remaja mereka selalu berdua disaat ibunya meninggal dunia akibat kecelakaan dan ayahnya sibuk di kantor.
Itulah kenapa Mark menjadikan Dennis sebagai asisten pribadinya, disamping karena pemikiran mereka cocok, Mark juga tidak percaya selain dari Dennis.
"Saya juga tidak menyangka bahwa nona Mora ternyata jauh lebih cantik yang asli, dari pada di Poto anda." jawab Mark sambil mengecup punggung tangan Mora.
Mora yang tidak senang dengan hal itu, langsung menarik tangannya yang sedari tadi digenggam oleh Mark.
"Apa bisa kita mulai pembahasannya." Mora memutuskan pembicaraan yang semakin melenceng itu.
Selama pembahasan project kerja sama itu, Mark tidak pernah sedikitpun mengalihkan pandangannya dari Mora. Dia menatap Mora intens dengan tatapan yang mengisyaratkan bahwa kau adalah mangsaku dan akan aku dapatkan.
Sebenarnya Mora merasa risih dan tidak suka dengan hal itu, namun untuk menghormati kerja sama yang baru saja mereka bangun, Mora memilih mengacuhkan pandangan itu.
"Baiklah, kapan bisa dimulai pembangunannya?" tanya Mora.
"Secepatnya nona." jawab Dennis.
"Baguslah, kalau begitu saya kira sudah cukup pertemuan kita ini. Untuk kedepannya, tuan Dennis bisa menghubungi sekertaris saya saat pembangunannya sudah di mulai. Saya harus pergi, karena masih banyak pekerjaan yang harus saya urus." Mora bangun dari duduknya dan bersiap-siap untuk pergi.
"Nona Mora." panggil Mark yang sedari tadi hanya diam memperhatikan Mora.
"Ya."
"Bisakah kita makan malam berdua?" tanya Mark.
__ADS_1
Mora mengernyitkan dahinya.
"Sebagai ucapan terima kasih saya atas kerja sama ini." Mark menatap Mora dengan tatapan lapar.
Mr X tidak berkata apa-apa, dia terus mengamati Mark lewat tatapan matanya yang tak kalah tajam dengan Mark.
Mr X tau, kalau Mark mempunyai niat lain pada Mora, dan dia harus segera menyelidiki dan terus mengawasi pergerakan Mark.
Karena yang Mr X tau, seorang Mark tidak pernah turun langsung kalau hanya untuk masalah pertemuan dengan klien. Mark pasti menyerahkan sepenuhnya pada Dennis, karena apa yang Dennis putuskan pasti sejalan dengan pemikiran Mark.
Jadi aneh, bila tiba-tiba Mark datang langsung menemui mereka. Apalagi RENS CORP terhitung baru saja mendulang sukses hingga ke penjuru dunia, semenjak Mora memegang kendali selama 3 tahun terakhir.
"Oh tentu, tuan Mark bisa menghubungi sekertaris saya untuk waktunya." jawab Mora dengan memaksakan senyumnya.
Sebenarnya Mora sangat malas menyanggupi ajakan itu, tapi Mora tidak bisa menolaknya. Karena Grid adalah perusahaan yang sangat besar dan ini adalah project kerja sama pertama mereka.
...----------------...
...----------------...
Maaf ya kak, beberapa hari kemarin menghilang dari dunia persilatan tangan.
Karena aku drop kemarin, jadi gak bisa up deh.
Sekarang baru terasa lebih enak, jadinya aku sempatkan buat nulis.
TBC
LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH
__ADS_1
💜💜💜