Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S3 - Chapter 23


__ADS_3

"Apa maksud anda tuan Mark?" tanya Mora penasaran pada Mark.


Begitu acara selesai, Mark mengajak Mora untuk makan malam di dalam gedung itu juga yang mana memang sudah di siapkan oleh Mark secara khusus.


Mora memang tidak menolak ajakan Mark karena dia ingin menanyakan maksud ucapan Mark tadi, Mora sempat mengirim pesan. kepada Morens untuk jangan dulu menjemputnya, karena Mora masih belum mendapatkan jawaban dari Mark.


"Apa masih belum jelas nona Mora?, saya ingin menjadikan anda sebagai istri saya." Mark menatap dalam mata Mora yang duduk dihadapannya.


"Oh lucu sekali!!, Anda benar-benar sangat lucu. Bagaimana bisa anda mengumumkan kepada semua orang bahwa saya adalah calon istri Anda?" Mora memajukan wajahnya dengan bertumpu kepada kedua telapak tangannya yang berada diatas meja.


"Karena saya yakin dengan perasaan saya nona Mora."


"Yakin!!!, kita bahkan baru bertemu satu kali. Bagaimana Anda bisa seyakin itu?" cibir Mora.


"Percayalah Mora, kita sudah pernah bertemu sebelumnya." seringai Mark dan bahasanya yang berubah menjadi tidak formal.


"Maksud anda?"


"Nanti juga kamu tau."


"Oh,,, teka-teki. Aku suka itu." Mora tersenyum sinis.


"Aku juga suka, wanita yang suka dengan teka-teki." jawab Mark dengan mengedipkan matanya sebelah.


"Apa saya sudah bisa pulang sekarang?"


"Aku antar."


"Tidak pelu tuan Mark, saya akan menghubungi supir pribadi saya." Tolam Mora yang sebenarnya sudah mulai jengah.


"Antar, atau menginap bersamaku." Mark tersenyum manis.


Mora berdecak "DAMN."


"Aku gak sabar kamu pilih opsi kedua."


"Just option A." jawab Mora sambil melangkah menuju ke luar.

__ADS_1


Mark mengantar Mora ke rumah kediaman Morens, karena Mora tidak mau kalau sampai Mark tau rumah pribadinya itu.


Saat tiba di depan rumah, Mora hendak membuka pintu mobil, namun Mark sudah lebih dulu turun dan membukakan pintu mobil untuknya.


"Silahkan tuan putri." Mark setengah membungkukkan badannya.


Mora berdecih "Cih, menjijikkan."


"Aku dengar itu, baru kali ini aku bersikap seperti ini pada wanita. Dan kau adalah wanita yang beruntung itu." ucap Mark berbisik di telinga mora.


"Heh, kau pikir aku senang. Murahan sekali." cibir Mora sambil berlalu pergi.


Mark memandangi punggung Mora yang sudah berlalu pergi "Good Night my princess." ucap Mark tanpa di dengar Mora.


Mora langsung masuk ke dalam kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya di sofa untuk beberapa saat, setelah itu Mora bangun hendak membersihkan dirinya ke kamar mandi.


Tapi tiba-tiba terdengar suara ketukan di jendela kamarnya yang berada di lantai 3, Mora mencoba mengabaikan hal itu, namun suaranya lagi-lagi terdengar. Karena penasaran dan agak sedikit kesal, Mora memutuskan untuk melihat siapa yang sudah berani mengganggu waktu malamnya.


Mora membuka jendela itu, tapi sesosok bayangan hitam tiba-tiba melompat masuk ke dalam kamarnya dan menyekap mulutnya.


Kemudian Mora di tarik kedalam dan disudutkan ke tembok, Mora bergerak cepat meraih penutup wajah orang itu.


"Ya, aku. Kenapa?, apa kamu gak suka liat aku disini."


"Oh JELAS, karena kamu sudah mengganggu waktu malamku."jawab Mora malas.


"Mengganggu waktu malammu, atau mengganggu waktu kencanmu."


"Terserah!. Sekarang lepas Xan." pinta Mora yang masih dihimpit oleh Xander di dinding, Mora sedang sangat malas berdebat.


"Enggak!!, seenaknya kamu ya, kencan sama pemilik Grid itu."


"Dari mana kamu tau?"


"Ternyata benar kamu kencan."


"Menurutmu!!" goda Mora mendekatkan wajahnya pada Xander.

__ADS_1


Xander semakin mengeratkan pelukannya pada Mora "Kamu harus dihukum."


"Apa hu..." belum selesai Mora bicara, Xander sudah lebih dulu menyambar bibir Mora yang berada sangat dekat dengannya.


Xander memagut bibir itu dengan kasar, perasaan kesal dan cemburunya dilampiaskan dengan mencium Mora membabi buta.


Mora mencengkeram lengan Xander saat bibir bawahnya digigit oleh Xander.


"Xan kamu... emmmph."


Xander kembali mencium bibir Mora, namun kali ini dengan lembut dan penuh rasa rindu yang sudah dari kemarin dia rasakan.


Mora sedikit membuka mulutnya dan membiarkan lidah Xander bermain di dalam rongga mulutnya.


Mora membalas belitan lidah itu dan saling beradu bibir, hingga terdengar suara kecapan bibir mereka yang menyatu.


"Kamu tau!, aku gak suka kamu deket sama cowok lain." ucap Xander disela ciuman mereka.


Kini Xander tengah menciumi leher Mora, dia mengangkat tubuh Mora dengan melingkarkan kakinya di pinggang Xander. Hingga membuat gaun malamnya tersingkap dan menampilkan paha putih dan mulus milik Mora.


Xander duduk di tepi ranjang dengan Mora berada di atas pangkuannya.


"Posesif sekali."


"Itu harus, karena kau wanita genit dan centil."


"APA!!, kamu bilang aku genit." protes Mora sambil berkacak pinggang dengan dada yang nampak naik turun menahan amarah.


"Iya, kamu emang genit dan centil. Karena kamu udah bergoyang dangdut di dalam hatiku dan bergerilya di dalam pikiranku."


"Aneh!!"


......................


......................


TBC

__ADS_1


LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH


💜💜💜


__ADS_2