Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S2 - Chapter 110


__ADS_3

Akhirnya ijab Qabul telah selesai dilaksanakan walaupun dengan adanya sedikit drama, sebelum akad dimulai Sandi terus saja meminta agar akad segera dilakukan.


Dia sudah sangat tidak sabar untuk bertemu dan menghalalkan kekasih hatinya tersebut, padahal waktu yang disepakati adalah pukul 10 pagi dan saat itu waktu baru menunjukkan pukul 9.30 pagi. Bahkan mempelai wanita pun belum selesai dirias.


Tadi setelah Lexi memberi tau pada Ayu bahwa Sandi ada di ruang make up mempelai wanita, Ayu langsung mendatangi Sandi keluar dari ruangan itu dan membawa Sandi duduk di tempat nanti akad akan dilaksanakan.


Sepanjang menunggu Sandi tidak henti-hentinya mengoceh, karena itu mau tidak mau Ayu harus berbuat sesuatu untuk membuat Sandi diam, dari pada dia harus sakit kepala mendengarkan rengekan makhluk yang satu itu.


Ayu meminta kepada pelayan untuk membawakan sebuah lakban dan gunting. Sandi yang mendengar sang ibu meminta merasa sedikit aneh, tapi dia tidak mempedulikan itu dan melanjutkan acara pidato non faedahnya itu.


Tak lama kemudian, sang pelayan memberikan apa yang diminta Ayu, Ayu menerima itu semua dan langsung menuju ke arah Sandi yang masih setia dengan siraman rohani bak ahli keagamaan.


Ayu melebarkan lakban itu dan langsung membungkam mulut Sandi dengan menggunakan lakban itu. Sandi yang kaget dengan tindakan ibunya itu, hanya bisa melotot tanda bahwa dia sedang protes. Tapi hal itu tidak ditanggapi oleh Ayu.


Sandi semakin bertambah kesal saat para undangan datang dan terlebih lagi saat pihak dari mempelai wanita memasuki tempat untuk akad tersebut. Morens yang melihat kondisi Sandi dilakban, sontak saja tidak dapat menahan tawa dan kemudian tertawa terbahak-bahak.


Serena yang melihat itu hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala, dia tau itu pasti adalah ulah dari ibu mertuanya. Siapa lagi yang berani berbuat seenaknya pada Sandi kalau bukan ibu mertuanya yang sifatnya 11-12 dengan mommy Lexi. Hanya saja Ayu lebih lembut dalam berbicara, tidak seperti Lexi yang ceplas ceplos dan sedikit lebih frontal.


Sandi menatap sendu pada Serena, seolah mengatakan bahwa dia meminta bantuan untuk melepaskan lakban itu dari mulutnya. Tapi Serena hanya menjawab dengan mengangkat kedua bahunya.


Ayu baru melepaskan lakban itu, saat dirasa akad benar-benar sudah akan dimulai. Acara pengucapan ijab Qabul berjalan dengan sukses tanpa hambatan, meskipun wajah mempelai pria yang terlihat suram seperti mendung yang sebentar lagi akan hujan.


"Sayang, kenapa cemberut?, kamu gak senang nikah sama aku?" tanya Serena karena melihat Sandi terus cemberut sepanjang acara.


"Ya senanglah." jawab Sandi ketus.


"Tapi kok mukanya cemberut, terus ngomongnya jutek gitu."


"Aku kesel." singkat Sandi.

__ADS_1


"Kesel kenapa sih?" tanya Serena lembut, mencoba mendinginkan suasana hati suaminya itu.


"Aku kesel sama kalian, sama kamu juga. Kenapa sih kalian suka banget menganiaya aku." ucap Sandi manja sambil kepalanya menunduk di bahu kanan Serena.


"Siapa yang aniaya kamu!, aku kan gak tau apa-apa. Lagian ini ulah ibu, mana berani aku ngelawan dia, ntar dibilang aku mantu durhaka lagi." kilah Serena sambil berusaha menahan tawa melihat tingkah Sandi.


Saat itu juga Ayu menghampiri kedua mempelai tersebut. Serena tersenyum manis menyambut Ayu, berbeda dengan Sandi yang menatap tajam Ayu.


"Ibu." sapa Serena sambil mencium punggung tangan Ayu.


"Selamat ya sayang, semoga kalian bahagia selalu. Ibu doakan semoga kalian cepet memproduksi hasil uji coba kalian." goda Ayu.


"Aamiin, makasih Bu." jawab Serena sambil tersenyum.


Lalu Ayu beralih menatap Sandi yang sedari tadi tetap memajang wajah melipat seperti kain lap dapur.


"Kenapa lihat seperti itu?, apa kamu punya dendam sama ibu?" tanya Ayu ketus, sambil bersedekap dada


"Idih lebay kamu, malu tuh sama badan gede plus brewok juga."


"Ya maka dari itu aku malu, ntar gimana kalau ada berita ("SEORANG PENGUSAHA MUDA DI LAKBAN DI MULUT OLEH IBU KANDUNGNYA DI HARI PERNIKAHANNYA"). Mau ditaruh dimana muka aku ibu."


"Heh PEDE banget kamu tuh, emang kamu siapa sampai harus masuk berita segala, situ artis!" goda Ayu.


"Wah ibu meremehkan aku, biar begini aku masuk jajaran 15 pengusaha muda bertalenta tahun ini. Dan asal ibu tau ya, follower aku tuh mencapai 3 juta orang dan hampir 80% itu isinya wanita cantik yang mengidolakan aku." jawab Sandi membanggakan dirinya.


Ayu terkekeh geli melihat kebodohan anaknya yang secara blak-blakan membanggakan dirinya dengan para wanita yang mengidolakanya. Padahal sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan dan mendengarkan semua ucapan Sandi dengan tatapan mengintimidasi.


"Ibu kenapa kok malah ketawa?" tanya Sandi heran melihat reaksi Ayu.

__ADS_1


"Enggak." Jawab Ayu enteng.


"Udah pamernya?" sebuah suara dari samping Sandi menyadarkan Sandi atas semua ucapannya.


"Mampus deh gue, bisa-bisa gue gagal buat cetak kue malam ini." batin Sandi saat melihat sang istri yang sudah dalam tahap mode waspada.


"Enggak pamer sayang, aku cuma bohongin ibu aja kok." rayu Sandi.


"Jangan percaya Sera, ibu pernah liat di aplikasi pertemanannya itu kebanyakan inbox dari cewek." Ayu berbisik sengaja memprovokasi Serena sambil melangkah pergi.


"Ibu." geram Sandi.


"Sayang, jangan percaya sama ibu ya. Kamu tau kan ibu kaya gimana!, dia kan suka kalau liat aku terdzolimi." ucap Sandi memelas.


"Udah ngomongnya?, sekarang fokus sama tamu undangan tuh." Serena memajukan bibirnya seraya menunjuk ke arah para tamu.


Sandi pun tak berani membantah titah sang istri yang sedang dalam mode on fire.


"Ibu, awas ya." geram Sandi dalam hati dengan perilaku ibunya.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


TBC


LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH

__ADS_1


💜💜💜💜💜


__ADS_2