Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S3 - Chapter 5


__ADS_3

Setelah kepergian pria misterius itu, Mora melampiaskan kemarahannya dengan memukuli samsak dengan membabi buta.


"Brengsek." umpat Mora masih sambil terus memukul samsak.


"Oxen, cari tau siapa pria tadi?" ucap Mora tanpa melihat Oxen.


"Kenapa nona?, sepertinya anda penasaran dengan pria tadi." jawab Oxen asal.


Mendengar jawaban Oxen, Mora menghentikan kegiatannya. Lalu mengambil senapan yang berada di lemari.


"Kamu udah mau ketemu sama nenek moyangmu ternyata." ucap Mora sambil mengokang senapan yang dia pegang.


Melihat itu, Oxen baru tersadar kalau saat ini bossnya itu benar-benar sedang murka. Oxen hanya bisa menelan salivanya dengan sangat susah payah, saat melihat arah senapan yang ditujukan padanya.


"Maaf nona, sa...saya hanya bercanda." jawab Oxen dengan terbata.


"Apa aku terlihat sedang bergurau." Mora mulai membidik sasaran yang akan dia tuju.


"Ma.... Maaf nona, sa... saya tidak akan mengulanginya lagi. Tolong maafkan saya nona." Oxen bicara dengan kaki gemetaran.


"Berapa lama kau bekerja padaku?" sikap formal keluar bila di saat seperti ini.


"Saya mengerti nona."


"Apa yang kau mengerti?" Mora bertanya sambil mengusap senapan yang dia pegang.


"Nona ingin tau siapa pria itu bukan!"jawab Oxen masih dengan rasa ketakutan.


" Lalu!"


"Pria itu adalah bodyguard Mr Ryuko pemilik Takayama Grup."


"Dari mana kau tau?"


"Sebelum nona datang, saya sempat berbincang sedikit dengan Mr Sato perwakilan Takayama Grup. Dia datang kemari dengan asisten Mr Ryuko dan 2 orang bodyguard yang tak lain adalah 2 orang pria yang terakhir ada di ruang rapat tadi."


"Siapa nama pria brengsek itu?"


"Mereka memanggilnya Mr X."


"Mr X!!!"


"Ya nona, mereka bilang. Mr X itu sangat misterius, asal-usulnya tidak diketahui dan data-datanya pun sulit dicari nona." jelas Oxen.


"Lalu, bagaimana mereka bisa percaya dengan orang yang tidak jelas asal-usulnya!"


"Jelasnya saya tidak tau nona, hanya saja. Mr Sato bilang, Mr X itu sangat bisa diandalkan dan dia adalah rekomendasi langsung dari wakil perdana menteri Jepang."

__ADS_1


Mora manggut-manggut seraya menyimak apa yang dikatakan oleh Oxen tadi.


"Mr X, huh. Dia pikir di seperti tokoh di film action yang sebutannya cuma 3 huruf itu. Sok keren."


"Kalau begitu saya permisi dulu nona." pamit Oxen sebelum dia kena sembur lagi.


"Tunggu!!, siapa yang nyuruh kamu keluar." Mora sudah kembali dalam mode standar.


"Saya pikir sudah selesai boss."


"Cari tau terus informasi tentang si X-men itu. Jangan sampai ada yang kelewat." titah Mora merasa penasaran dengan Mr X.


"Kok X-men boss!!"


"Kan panggilannya Mr X, trus diakan cowok, jadi biar gampang manggilnya X-men aja."


"Oh ceritanya panggilan sayang nih"


Oxen sudah mulai berani menggoda Mora lagi, karena Mora sudah kembali ke mode standar.


"OXEN." Mora menatap tajam Oxen.


"Tapi boss, saya salut loh sama dia. Baru kali ini ada cowok yang berani berbuat kaya gitu sama boss Mora. Biasanya, baru di pelototin boss aja udah pada menciut." jelas Oxen mengeluarkan pendapatnya.


"Coba aja kalau dia jadi asisten boss, pasti boss gak akan bosen lagi kalau mau main yang kaya biasanya." sambung Oxen lagi.


Mora hanya diam seraya meletakkan kembali senapan yang dia pegang tadi kedalam lemari.


"Gimana apanya?" Mora bertanya balik dengan pertanyaan Oxen.


"Itu boss, kalau si Mr X itu jadi asisten boss. Pasti kalian akan cocok deh, kayanya boss sama Mr X punya hobi yang sama deh."


"Gak menarik." Mora melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 12 siang.


"Oxen, hari ini sudah gak ada lagi rapat kan!" tanya Mora.


"Ada boss, rapat dengan departemen pemasaran."


"Apa itu penting?"


"Cuma rapat bulanan aja."


"Kalau begitu, kamu wakilin ya. Aku mau ke bandara."


"Loh boss mau kemana emang?" Oxen kaget mendengar Mora ingin ke bandara, setaunya tidak ada jadwal kunjungan kemanapun.


"Gak kemana-mana, aku mau jemput Zemi." Mora seraya merapihkan mejanya.

__ADS_1


"Oh, tuan Zemi sudah kembali ya."


"Iya."


"Apa ntar tuan Zemi akan menggantikan nona Mora disini?" tanya Oxen dengan hati-hati.


"Gak, dia akan mengurus usaha milik mommy. Kenapa?, kamu harap Zemi yang gantiin aku disini. Kamu udah bosen kerja sama aku." selidik Mora.


"Bu,,, bukan begitu boss." elak Oxen yang mati kutu, karena Mora tau isi hatinya.


"Alasan, inget ya Oxen. Urusan kita belum kelar." Mora langsung bergegas pergi meninggalkan Oxen yang masih terkejut dengan ancaman Mora.


Mora langsung bergegas mengendarai mobilnya menuju ke bandara, karena waktu kedatangan Zemi tinggal 1 jam lagi.


45 menit kemudian, Mora tiba di bandara dan duduk di kursi tunggu kedatangan. Sambil menunggu pesawat mendarat, Mora menghubungi Marlon dan Mariene yang saat ini juga sedang berada di Indonesia.


Mora berbicara dengan riang sambil tertawa terbahak-bahak, tak lama kemudian pemberitahuan pihak bandara terdengar. Mora memutuskan panggilan telpon itu.


Setelah itu Mora berdiri dan mulai mencari keberadaan Zemi diantara banyaknya penumpang yang lain. begitu melihat Zemi, Mora langsung berlari dan memeluk Zemi dengan erat, bahkan Mora juga menciumi wajah adik tersayangnya itu.


Mora tidak peduli dengan tatapan pengunjung yang lainnya, gerak-gerik Mora sedari awal itu, tak luput dari pantauan seseorang, yang tak lain adalah Mr X.


Mr X, ada di bandara karena tengah mengantar kepulangan perwakilan Takayama Grup kembali ke Jepang. Sedangkan dia, masih tetap disini. Karena Mr X sedang menjalani misi menyelidiki sesuatu, dan disaat itulah dia tidak sengaja melihat Mora yang datang ke bandara seorang diri.


"Hebat sekali nono Mora, kau benar-benar jual mahal. Seleramu memang daun muda ya, kemarin pria yang di resto dan kini pria yang berbeda yang sama-sama jauh lebih muda darimu. Benar-benar menarik." batin Mr X sambil tetap mengamati Mora dari kejauhan.


Kembali ke Mora ya, bukan ke laptop.


"Kak, bisa gak sih gak pake cium-cium." protes Zemi yang merasa risih dengan perlakuan Mora padanya.


"Kenapa?, kamu gak suka lihat kakakmu!" Mora sudah mulai meninggikan intonasi bicaranya.


"Gak gitu kak, cuma ntar kalau ada cewek yang mau kenalan sama aku tru liat aku dicium-cium, mereka gak jadi deh." jelas Zemi.


"Wuh, dasar ganjen. Emang ada cewek yang mau sama anak mommy kaya kamu." cibir Mora.


"Jangan salah, disana aku itu idola para kaum hawa loh." Zemi menepuk dadanya seraya membanggakan diri.


"Yang ada bukan kaum hawa, tapi kaum haus."


...----------------...


...----------------...


...----------------...


TBC

__ADS_1


LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH


💜💜💜


__ADS_2