Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
Chapter 9


__ADS_3

Mereka sampai di tempat yang telah ditentukan untuk meeting, kemudian mereka masuk ke ruang VIP yang sudah di sewa. Disana terlihat ada seorang pria dan seorang wanita yang sudah menunggu mereka, begitu mereka masuk kedua orang tersebut langsung bangkit dari duduknya untuk menyambut.


"Kamu"


"Morens"


Mereka semua terdiam sejenak.


"Sepertinya mereka Saling kenal, dan ada sesuatu diantara mereka." batin Chintiya memperhatikan keduanya.


"Hallo Morens apa kabar?" tanya Rancy


"Seperti yang kau lihat, bagaimana kalau kita langsung mulai meetingnya nona Rancy"


"Emm baiklah, kalau begitu mari duduk tapi sebelum itu sebaiknya kita menunggu makanan yang sudah aku pesan tadi" keadaan hening tidak ada obrolan lagi sampai akhirnya Rancy memecah keheningan


"Oh ya perkenalkan ini asistenku Hendrik" ucap Rancy


"Hmm, ini sekretaris pribadiku Chintiya"


Lalu mereka bersalaman dan tak lama makanan pun tiba, setelah mereka menyelesaikan makan siang dan kembali fokus membicarakan masalah kerja sama mereka.


Setelah beberapa saat, akhirnya terdapat sebuah kesepakatan kerja.


"Kalau begitu kesepakatan telah diambil, semoga kerja sama ini berjalan dengan baik dan sebagaimana mestinya" ucap Morens


"Ya, aku juga senang atas kerja sama ini" jawab Rancy


"Kalau begitu kami harus kembali ke kantor, terima kasih untuk makan siangnya." ucap Morens, lalu Morens langsung menarik tangan Chintya untuk pergi dari tempat itu, namun baru beberapa langkah.


"Apakah aku dapat berkunjung ke kantormu?" tanya Rancy


Kata-kata itu membuat Morens menghentikan langkahnya namun wajahnya tidak berpaling dengan tangannya tetap memegang tangan Chintiya.


"Kalau untuk masalah pekerjaan, itu tidak masalah" Morens langsung beranjak pergi. Chintya hanya diam saja dengan kelakuan Morens, dia bingung akan sikap Morens.


"Sebenarnya apa yang terjadi?, dan kenapa dia harus menarik tanganku segala. Hah benar-benar makhluk aneh" batin Chintya


Dari menaiki mobil sampai ke kantor pun Morens hanya diam saja, tidak banyak permintaan apa-apa, hingga waktu kerja usai.


"Sebenarnya kenapa dengannya?, dia tidak seperti bossku yang selama ini aku kenal. Tapi tak apalah kalau begini aku jadi bebas dari perintah-perintah anehnya" gumam Chintiya lirih sambil membereskan meja kerjanya.


"Apa kau bicara sesuatu?"


"Eh enggak pak, kalau begitu saya permisi pulang dulu ya pak"


"Tunggu!, apa kau akan naik angkutan umum?"


"Hari ini enggak pak, aku sudah ada janji dengan temanku" aduh jangan sampai dia tahu kalau yang menjemput itu Sandi.

__ADS_1


"Baiklah, tapi mulai besok kau akan pulang bersamaku"


"APA?"


"Rumahmu di jalan Kartika no 10 kan"


"Iya, tapi pak"


"Tidak ada tapi-tapi, ini perintah"


"Oh my god, baru saja aku terbebas dari tugas aneh. Tapi ini malah lebih membingungkan" gerutu Chintiya


Chintya menghela nafas panjang "Em baiklah pak" jawabnya pasrah


Morens mengeluarkan smirknya, dan dia berpikir ingin tau siapa teman Chintya yang dimaksud. Dari itu dia tidak langsung menuju tempat parkir, dia menuju ke pos keamanan untuk melihat dari CCTV di pos itu.


Kehadiran Morens di pos keamanan tersebut sontak membuat para security kaget, untuk apa big bossnya itu ke tempat ini.


"Selamat sore boss, maaf ada yang bisa saya bantu!" ucap salah satu security


"Aku tidak butuh apapun, kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian. Jangan hiraukan aku disini" jawab Morens sambil matanya terus menatap ke layar televisi


Setelah beberapa saat akhirnya yang ditunggu-tunggu oleh Morens tiba, dia memperhatikan dengan seksama seperti apa orang yang menjemput chintiya.


"Sandi!, dia lagi!. Apa mereka punya hubungan?, sejak kapan mereka saling dekat?, aku harus mencari tahu" gumam Morens dan langsung menuju ke tempat parkir.


Sambil menuju ke parkiran, Morens menghubungi Roby


"Ikuti dan pantau kegiatan SANDI ABRAHAM selama seharian penuh, dan juga besok berikan aku laporan tentang MENTARI GROUP. Jangan sampai ada info yang terlewat"


"SANDI ABRAHAM pimpinan PT GAGAL JAYA boss?"


"Iya, berikan selengkapnya"


"Siap boss"


Morens langsung beranjak pergi dengan perasaan berkecamuk.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


DI TEMPAT LAIN


Mobil Sandi sudah sampai di depan rumah Chintiya, sebelum turun Chintiya mengatakan.


"Sandi terimakasih ya"


"Tidak masalah, besok aku jemput seperti biasa ya"


"Iya, tapi mulai besok kau tidak usah menjemputku sepulang kantor"

__ADS_1


"Loh kenapa?"


"Aku akan pulang bersama tuan Morens" jujur Chintiya


"Memangnya harus!!"


"Iya, karena mulai besok sebelum pulang aku harus menyerahkan laporan ku terlebih dahulu" bohong Chintiya, karena dia juga bingung kenapa Morens memintanya untuk pulang bersama


Sandi hanya menautkan alisnya, merasa aneh dengan jawaban Chintya. Dia tau Chintiya pasti mengada-ada alasannya.


Sandi menghela nafas panjang "Heh baiklah, walaupun aku agak sedikit kecewa"


"Maaf, aku tidak bisa menolak karena itu juga merupakan perintah"


"Ya sudahlah, yang penting aku masih bisa mengantarmu ke kantor kan"


"Iya bisa, kalau begitu aku turun dulu ya"


Ketika hendak membuka pintu, tiba-tiba Sandi megenggam tangan Chintiya dan Chintiya langsung menoleh.


"Apa lagi?" tanya Chintya


Sandi tidak menjawab, dia hanya menatap Chintya beberapa saat lalu melepaskan tangannya.


"Tidak ada, Kalau begitu sampai jumpa besok"


Chintya turun dan Sandi langsung menjalankan mobilnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


DI KEDIAMAN RANCY


"Oh Morens aku tidak menyangka bisa bertemu dengan mu lagi, kau tidak berubah malah semakin tampan dan menggairahkan. Mata coklat hidung mancung rahang yang tegas dan juga bibir tipismu. Oh Morens aku harus mendapatkan mu kali ini, mungkin dulu aku melepaskan mu tapi tidak untuk kali ini"


Rancy menekan no di ponselnya hendak menghubungi seseorang


"Hendrik besok siapkan data-data tentang RENS CORP, aku datang harus sudah ada di mejaku. jangan ada yang terlewat"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


UNTUK KAKAK READER SEKALIAN, TERIMA KASIH BUAT YANG SUDAH MENYEMPATKAN MEMBACA TULISAN TANGAN ISENG INI.


TAPI MOHON SETELAH MEMBACA TINGGALKAN JEJAK LIKE ATAU KOMENTAR KALIAN, KARENA DAPAT MENAMBAH MOTIVASI SAYA UNTUK LEBIH MENINGKATKAN IMAJINASI SAYA YANG TIDAK SEBERAPA INI.


TANPA ADANYA KALIAN PARA READERS, KAMI PARA AUTHOR TIDAK ADA APA-APANYA


JADI MOHON DUKUNGAN YA KAK, DENGAN LIKE VOTE DAN KOMEN.


AUTHOR SAYANG KALIAN 😍😍😍❤️❤❤🙏🙏🙏

__ADS_1


LOVE U ALL. MMMUUAAACHHH***


__ADS_2