
Saat ini Chintiya sedang di rias oleh 2 orang specialized make up artist, sedangkan Morens masih di dalam kamar mandi tengah sibuk menenangkan adik kecilnya yang sedang berontak. Setengah jam kemudian Morens keluar dari kamar mandi dengan melilitkan handuknya di pinggang dan sebuah handuk kecil di lehernya, karena terlalu kesal oleh Chintiya yang membuat sang adik tidak tenang, dia terus menatap tajam Chintiya yang sedang di rias dan tidak menyadari bahwa disana ada orang lain sedangkan dia belum berpakaian. Hingga membuat salah satu MUA tersebut berteriak.
"YA TUHAN, pemandangan yang sungguh indah. Nikmat mana lagi yang kau dustakan, sungguh benar-benar ciptaan mu yang sempurna" teriak wanita itu
Sebenarnya Chintiya tidak tertarik dengan perkataan wanita itu, tapi ketika keduanya berbicara hal yang sama, membuat Chintiya penasaran apa yang sedang mereka lihat. Betapa terkejutnya dia setelah tau yang menjadi objek tontonan mereka adalah suaminya.
"Morens, apa yang kau lakukan?"
"Kenapa?, aku tidak melakukan apa-apa" jawab Morens sengit
"Kau sudah gila ya!" Chintya menaikkan intonasinya
"Ya, kau yang membuatku gila. Karena kau tidak mau bertanggung jawab setelah membuatku tidak berdaya"
Dua orang MUA menahan tawa melihat perdebatan pengantin baru itu, mereka paham rupanya ini karena urusan ranjang.
"ASTAGA Morens kau ini benar-benar.."
Chintya bangkit berdiri dan menghampiri Morens yang berdiri dengan bertolak pinggang dan masih terlihat kesal, karena hasratnya tak tersalurkan.
"Ada apa denganku"
"Lihat penampilanmu"
Sontak Morens langsung melihat dirinya dan sedetik kemudian dia melotot.
"Oh no sweety, apa ini aku!!"
"Bukan, itu tadi tuyul" Chintiya menarik Morens masuk ke dalam walk on closet
"Sayang apa mereka melihatku tadi?"
"Tidak, mereka hanya menatapmu dengan tatapan lapar dan liar seakan ingin menerkammu saat itu juga"
"Ah sayang mau ditaruh dimana mukaku, tubuhku bukan tontonan gratis"
"Aku enggak habis pikir, apa yang kamu pikirin?"
"Ini semua karena kamu sayang" ucap Morens manja
"Aku?"
"Iya karena kamu, kenapa kita enggak lakukan pencoblosan tadi padahal kita masih punya waktu. Untuk tahap awal aku akan mencoblos dengan tekhnik kilat ekspres.
"Stop Morens, pakai pakaianmu. Kita udah omongin tadi dan sekarang aku mau fokus untuk pesta ini dulu"
"Kau tega seperti ibu tiri membiarkanku lemah tak berdaya"
"Kamu aja tega bikin kacau hati aku, dan sekarang aku gak hanya akan jadi ibu tiri bahkan aku akan menjadi ibu kota kalau kamu gak mau cepat menyelesaikan tugas mu"
"Sayang" Morens merengek
Chintya mengabaikan dan langsung kembali melanjutkan sesi riasannya. Setelah selesai mereka kini menuju ke tempat resepsi pernikahan mereka, sepanjang pesta Morens terlihat lesu tidak bersemangat sambil terus menarik narik gaun Chintiya, persis seperti anak kecil yang sedang merengek pada ibunya, dan hal itu di ketahui y mommy Lexi. Mommy Lexi menghampiri mereka berdua untuk memberikan selamat.
"Haloo sayang kau sangat cantik, you look like a angel" puji Lexi
"thanks mom, you too"
__ADS_1
"Off course, mommy tidak mau kalah saing dengan menantu mommy"
Lexi lalu melihat ke arah Morens
"Hei pengantin tua, kenapa dengan wajahmu?, apa kau malu karena kau terlihat lebih tua dari Chintiya"
"Mommy kenapa selalu menyebutku begitu, aku tidak tua mom"
"Ya kau tidak tua but almost expired"
"Mommy"
Lexi terkekeh melihat tingkah manja Morens dan dia semakin senang menggodanya.
"Boys, what's wrong with you? tanya daddy Richard
Morens tidak menjawab, dia hanya melirik tajam kearah Chintiya. Richard paham apa yang dimaksud Morens dan kemudian sebuah ide muncul.
"Selamat datang di keluarga Hadinata, jangan anggap kami sebagai orang lain lagi, karena kau sekarang bagian dari keluarga kami"
"Terima kasih dad"
Richard memeluk Chintiya sambil berbisik di telinganya.
"Malam ini kau jangan tidur dulu, kita akan bersenang-senang dulu untuk Morens"
Richard melepaskan pelukannya dan menatap sang istri yang dibalas kedipan mata oleh istrinya. Chintya tidak berkata apa-apa, dia hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Morens curiga
"Tidak ada, kau jangan berpikiran buruk tentang kami" sarkas Lexi
"Sok tau" cibir Lexi
"Sudahlah, aku malas berdebat dengan kalian. Oh ya mom dimana Serena?
"Oh ya dimana dia?, dari tadi aku belum melihatnya" jawab Lexi
Richard dan Lexi saling tengak tengok mencari keberadaan si bungsu yang manja.
"Dad i'm here" Serena melambai lalu mendekat
"Dari mana saja kau gadis nakal?" tanya Lexi
"Aku sedang berkeliling mencari sasaran untuk ku ajak kencan, mumpung sekarang sedang berkumpul para pengusaha muda yang tampan"
"Awas kau ya jika sembarang menggaet pria yang enggak jelas" saut Morens
"Hei bro rileks, standarku sangat tinggi aku tidak sembarang menggaet pria. Mereka akan ku seleksi dulu"
"Dasar kau gadis centil"
Serena melihat Chintiya yang sedang tersenyum dari tadi melihat obrolan keluarga ini.
"Hallo kakak ipar, aku Serena adik iparmu yang paling cantik dan baik hati, rajin menabung, rajin menjahit tapi jarang memasak hehehe"
"Its ok, kau memang cantik dan baik" ucap Chintiya sambil memeluk Serena "Tidak seperti kakakmu yang aneh ini" ucapnya lagi memelan.
__ADS_1
"Hahahaha kau benar kakak ipar, tapi kenapa kau mau dengannya?, kau itu cantik, manis dan menarik sedangkan kakakku lihat dia, dia itu tua, aneh dan nyebelin"
"Entahlah"
"Aku ingin memberi tahumu satu hal, berhati-hatilah dia seperti singa kelaparan yang siap memangsamu. Aku tau itu" ucap Serena pelan
Chintya hanya terkekeh mendengar celotehan sang adik ipar yang sangat ceria.
"Hei guys, apa yang kalian bicarakan?, aku jadi curiga" tatap Morens menyelidik kepada keluarganya
"Kau selalu seperti itu pada kami, lebih baik kita pergi saja mom dad"
"Ok little girl" Saut Richard sambil menggandeng tangan Serena
"Bye kakak ipar, ingat yang kukatakan tadi" ucap Serena sambil berlalu pergi
Setelah kepergian keluarganya, datanglah Roby bersamaan dengan Rena.
"Selamat boss, selamat Chintiya" Ucap Roby
Morens hanya tersenyum dan mengangguk.
"Terima kasih Roby, apa kau datang bersama Rena?"
"Iya, tadi aku menjemputnya"
"Ow aku senang dengernya, lanjutkan ok"
"Maksudnya"
"Tidak ada"
Kemudian Roby beralih dan berganti dengan Rena yang memberikan selamat.
"Selamat menempuh hidup baru pak"
"Terima kasih Rena"
"Wow ini dia couple of the year kita. Selamat bahagia nek"
"Ow ow ow ini dia sang korban penculikan palsu" ucap Chintiya tersenyum dan melirik ke arah Morens
"Sorry nek, w cuma dapet perintah dari kepala suku"
"Trus u mau aja gitu"
"Ya dari pada dompet w menipis"
"Dasar matre bin mata duitan"
Rena terkekeh "Kalau gitu selamat ya buat kalian berdua semoga langgeng"
"Makasih cinta"
Morens langsung melirik tajam kearah Chintiya.
TBC
__ADS_1
LOVE U ALL ❤️❤️❤️❤️❤️ MMMUUAAACHHH