Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
Last Chaptan


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian


"Dad." panggil Chintiya saat dia hendak bangun tidur.


"Hm." jawab Morens yang masih mengantuk. Dia melihat jam itu pukul 2 pagi.


"Aku mau ke kamar mandi."


"Hah!, ya tunggu bentar." Morens mencoba mbuka matanya.


Morens membantu Chintiya untuk turun dari ranjang dan memapahnya menuju ke kamar mandi.


"Kamu mau apa sayang?" tanya Morens.


"Aku mau pipis yah."


"Ya udah aku bantu."


Saat Morens ingin membantu menurunkan celana Chintiya, tiba-tiba ada air yang mengalir dari sela-sela kaki Chintiya.


"Sayang, udah gak tahan ya?" tanya Morens.


"Morens perutku sakit."


"Apa?, sakit."


"Kayanya itu air ketuban deh."


Seketika Morens panik mendengarnya.


"Ya Tuhan, bagaimana ini sayang?"


"Kenapa malah tanya?, ayo bawa aku ke rumah sakit dad."


"Astaga, kenapa aku jadi senewen begini."


Morens memapah Chintiya keluar kamar. Kemudian dia memanggil supir untuk menyiapkan mobil.


"Kamu nih udah mau punya anak 2 masih aja kaya orang linglung." omel Chintiya disela rasa sakitnya.


"Kamu juga, udah tau sakit tapi masih bisa ngomel." jawab Morens tanpa sadar.


"Dad." bentak Chintiya.


"Eh iya, maaf sayang."


Mendengar kegaduhan di ruang tamu, membuat Mora terbangun dari tidurnya. Dia berjalan keluar kamar dan melihat Chintiya sedang meringis sambil memegangi perutnya.


"Dad, mommy kenapa?" tanya Mora sambil mengucek matanya.


"Your brother Will be born honey." Morens menjelaskan.


"Berarti dia mau keluar dad?" tanya Mora antusias.


"Hm."


"Aku mau liat dong, dia keluar lewat mana. Eh tapi kok baju mommy basah, mommy ngompol ya. Ih mommy jorok ih." oceh Mora.

__ADS_1


"Mbak!!!!, tolong jaga Mora. Besok pagi kalian menyusul." teriak Morens, sambil memapah Chintiya menuju ke mobil.


Di sepanjang perjalanan terus saja ada drama, setiap kali Chintiya meringis saat itu juga Morens menjerit.


Seperti saat ini, Chintiya kembali merasakan nyeri dan dia mencengkram dengan sekuat tenaga tangan Morens hingga terdapat bekas kuku yang menancap.


"Uuuhhhh." Chintiya menarik nafas secara perlahan.


"Ggrrrrr." suara Geraman tertahan Morens yang merasakan ngilu di tangannya.


"Dad kamu kenapa sih?" tanya Chintiya yang terus melihat Morens menggeram.


"Enggak, aku gak papa. Aku cuma digigit semut." bohong Morens, karena bila dia sampai mengeluh karena ulah Chintiya, sudah dapat dipastikan Setelah ini pasti Morens akan mendapatkan yang lebih ekstrem lagi.


Setelah drama panjang, akhirnya mereka tiba di rumah sakit. Morens memanggil perawat untuk membantunya membawa Chintiya ke ruang persalinan.


Perawat datang dengan membawa kursi roda, Chintiya didudukkan disana dan segera mendapat pertolongan. Morens terus mengikuti kemana Chintiya dibawa.


Saat tengah menunggu ponsel Morens terus berdering, setelah begitu lama baru dia menjawab panggilan yang ternyata dari Lexi.


Morens menghela nafas panjang sebelum menjawab panggilan itu, dia sedang menyiapkan telinga, hati dan pikiran untuk menerima siraman rohani dari mommynya.


"Hallo."


"Heh anak gemblung, dasar ya kamu. Kenapa gak kasih tau mommy kalau Chintiya akan melahirkan?, kalau Chintiya butuh sesuatu bagaimana?, dan bagaimana kau bisa tidak memberi tau mommy?, apa kau lupa sama mommymu yang sudah melepehkanmu dulu. Jawab Morens jangan diam saja." cerocos Lexi.


"Sudah ceramahnya!, gimana aku mau jawab kalau mommy terus saja bicara tanpa putus bak kereta api."elak Morens.


"Kamu ya, masih bisa mengelak lagi. Sudah tertangkap basah juga." omel Lexi geram dengan Morens.


"Tertangkap basah!, memangnya aku maling apa?"


"Sudah mom, tanya saja dimana mereka sekarang?"


"Ah iya hampir lupa." jawab Lexi.


"Sekarang kalian dimana?"


"Kami dirumah sakit xxx."


"Awas ya ka..." ucapan Lexi terpotong karena Morens terlebih dahulu menyela.


"Mom, sudah ya. Dokter memanggil." ucap Morens saat mendengar namanya dipanggil.


Dia merasa terselamatkan dari ocehan mommy Lexi yang membuat telinga sakit.


1 jam kemudian mommy Lexi dan daddy Richard datang ke rumah sakit menyusul mereka. Setelah tiba disana mereka lalu menuju ke ruang persalinan.


Di luar ruang bersalin terlihat pak Diman sedang duduk menunggu Morens dan Chintiya di dalam.


"Pak Diman." panggil daddy Richard.


"Tuan, Nyonya." jawab pak Diman begitu tau Richard dan Lexi yang datang.


"Apa mereka masih di dalam?" tanya Lexi.


"Iya nya. Tapi sepertinya non Chintiya sudah dalam proses melahirkan, tinggal menunggu saja."

__ADS_1


"Apa Chintiya baik-baik saja?" tanya Lexi lagi, dia takut kejadian pada proses kelahiran Mora akan terjadi lagi.


"Sepertinya iya, nona Chintiya baik-baik saja."


"Ah syukurlah." Lexi bernafas lega.


Setelah menunggu kurang lebih satu jam, akhirnya terdengar suara tangis bayi yang lahir dengan keadaan selamat berjenis kelamin laki-laki.


Seketika Morens tampak keluar dari ruang persalinan dengan keadaan yang mengenaskan. Bajunya yang sudah tak beraturan, wajah yang tampak kesakitan dan lengan yang tampak memerah.


"Morens, kau ini habis menemani istrimu melahirkan atau habis berkelahi sih." tanya mommy Lexi dengan sedikit menahan tawa.


"Lebih baik aku disuruh berkelahi dengan beberapa orang, dari pada harus seperti ini lagi." keluh Morens yang terduduk lemas di kursi tunggu.


Akhirnya daddy Richard sudah tidak dapat menahan tawanya melihat wajah memelas Morens.


"Sekarang kau rasakan sendiri penderitaan daddy saat mommy melahirkanmu."


Karena memang pada kelahiran Mora, Morens tidak merasakan penderitaan itu sebab Chintiya melahirkan secara Caesar.


"Kau akan beri nama siapa anakmu itu?" tanya Lexi.


"Zemiard Yaddien Hadinata."


TAMAT


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Untuk kisah ini benar-benar tamat ya, terima kasih untuk semua support, dukungan dan masukan dari kalian.


Terima kasih juga untuk yang sudah dengan suka rela memberikan hadiah dan juga VOTE pada cerita ini.


Apalah arti cerita ini tanpa pembaca seperti kalian, doakan othor supaya bisa terus menyuguhkan cerita yang menarik, yang menghibur, dan bisa memberikan sedikit edukasi.


Semoga kalian tidak bosan mengikuti semua cerita dari author receh ini.


NB :


JANGAN HAPUS FAVORIT DULU YA.


JUST INFO :


Aku berencana untuk membuat kisah tentang anak-anak dari CIMOR dan S couple yang akan aku buat dalam satu bingkai cerita, tapi untuk saat ini aku sedang fokus dengan 3 cerita yang lain :


PEMBANTUKU SUPERSTAR


PENAKLUK SANG ASISTEN (sequel dari BOSS GILA KU, kisah tentang R couple)


SANG PEMILIK HATI (diangkat dari 85% kisah nyata hidupku + 15% bumbu-bumbu kehaluanku).


Sekiranya berkenan untuk mampir, aku akan sangat berterima kasih pada kalian.


Love LOVE buat kalian.

__ADS_1


See You on the next story, papay.


__ADS_2