Boss Gila Ku

Boss Gila Ku
S3 -Chapter 39


__ADS_3

"Hallo tuan."


"Ada apa Oxen?"


"Gawat tuan. Project cabang kita yang baru saja dibangun terbakar dan juga data-data penting tentang kerjasama kita bocor ke publik tuan." lapor Oxen panic, dia takut Xander akan marah padanya karena tidak bisa menangani perusahaan selama dia pergi.


Xander memang pernah berpesan, jika ada sesuatu laporkan saja padanya jangan kepada Mora. Dia tidak ingin wanita itu terbebani dengan masalah lain selain masalah tantenya.


"Maksudmu project kerja sama dengan Swift Inc."


"Iya tuan, dan saya sudah berusaha menghubungi pihak mereka, namun tidak ada jawaban sama sekali. Kapan anda bisa kembali?, saya khawatir salah dalam mengambil keputusan." jelas Oxen kekhawatiran dirinya.


Xander menarik nafas panjang "Aku belum bisa kembali, tapi kau tenang saja. Urus dulu selama kau mampu, aku akan membantumu dari sini. Tetap laporkan apapun perkembangannya."


"Baik tuan."


Kalau sudah begini, mau tidak mau dia harus meminta bantuan kepada calon bapak mertua. (ngarep dikit)


Karena tidak mungkin dia harus menangani 2 masalah sekaligus.


Mau tidak mau, dia juga harus menunjukan jari dirinya yang sebenarnya. Dia harus cepat menemukan Mora dan juga keluarga Abraham, karena menurut informasi yang diperoleh, keadaan Serena makin memburuk kalau tidak segera mendapatkan perawatan yang benar.


Keesokan harinya


Suara sepatu yang begitu nyaring terdengar tegas berjalan melewati koridor ruangan menuju ruangan direksi RENS CORP. Oxen bahkan terbelalak kaget melihat siapa yang datang ke ruangannya pagi-pagi sekali.


"Oxen!, cepat beritahu kita akan rapat mendadak sekarang." titahnya


"Ba... Baik." jawab Oxen tergagap karena masih merasa syok atas kehadiran orang ini.


Setelah memberitahukan kepada para staf direksi, mereka semua langsung bergegas berkumpul di ruang rapat. Sepuluh menit kemudian, pintu ruang rapat terbuka dan tampaklah 2 orang yang masuk ke dalam ruang rapat itu.


Semua orang yang berada disana, terkejut dan merasa tidak percaya atas apa yang mereka lihat saat ini. Karena setau mereka, beliaulah yang pertama kali membangun RENS CORP, dan kabarnya beliau juga sudah tidak mau terjun ke dunia bisnis lagi.


Tapi mengapa hari ini beliau datang dengan seseorang yang memiliki wajah tampan di usia yang sudah sangat matang, bahkan dia terlihat masih berwibawa dengan tubuh atletisnya.

__ADS_1


Mereka adalah Richard Hadinata dan Roby Alexis, untuk sementara mereka akan memegang kendali atas RENS CORP sampai masalah ini bisa terselesaikan.


Sedangkan Morens memutuskan untuk menyusul Xander ke Amerika, disana juga Asgar sudah siap menunggu sebagai penunjuk arah. Atas perintah Roby, Asgar bersedia membantu Morens untuk mencari daerah-daerah yang mungkin saja bisa menjadi tempat persembunyian mereka.


Karena setelah Asgar pensiun dari RENS CORP, dia kembali ke Amerika dan menekuni bisnis tertutup sebagai tim pencari jejak bersama beberapa teman kuliahnya dulu.


Setelah menghabiskan waktu selama 2 jam di ruang rapat, Richard, Roby dan Oxen kembali ke ruangan CEO yang biasa ditempati oleh Mora.


Begitu membuka pintu, Richard dan Roby tercengang melihat interior di dalamnya. Ruangan yang berbeda dari kantor pada umumnya.


"Wow, cucuku memang Limited Edition." ucap Richard terkejut bangga.


"Anda benar tuan!, saya heran. Nyonya Chintiya dulu mengidam apa waktu hamil Mora ya!" celoteh Roby.


Mendengar pertanyaan Roby, mendadak Richard tertawa terbahak-bahak. Dia teringat saat dulu melihat Morens yang kewalahan melayani ngidam Chintiya yang aneh, entah itu disengaja atau tidak, tapi itu membuat Morens harus mengalami yang namanya efek ngidam.


"Ada apa tuan?"


"Sekarang aku tau kenapa cucuku itu bisa punya hobi aneh macam ini."


"Memangnya kenapa tuan?" tanya Roby yang makin penasaran.


"Dulu aku pernah melihat, saat Chintiya pernah meminta Morens untuk mengganggu seekor anjing penjaga jenis Herder milik seorang anggota kepolisian yang tengah berpatroli saat itu, hingga membuat anjing itu marah dan mengejar Morens. Chintiya tertawa terbahak-bahak melihat itu.


Morens berlari sekuat tenaga menghindari kejaran anjing itu, dan akhirnya dia memanjat sebuah pohon Rambutan milik tetangga kami.


Setelah itu, Chintiya malah meminta Morens memanjat lebih tinggi pohon itu untuk mengambil Rambutan yang berada di pucuk pohon.


Naasnya, disana banyak sekali semut merah dan menggigiti hampir di seluruh tubuh Morens. Namun Morens masih dengan setia memenuhi permintaan istrinya itu." jelas Richard panjang lebar.


"Untung saya gak merasakan yang seperti itu." ucap Roby sambil tersenyum.


Kemudian mereka tertawa terbahak-bahak.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Di belahan bumi lain


Xander dan beberapa orang anak buahnya sedang menuju ke sebuah lokasi yang dikirimkan oleh Morens, disana sudah menunggu Morens, Asgar dan beberapa orang lainnya.


Setelah mengecek rekaman CCTV di seluruh bagian rumah sakit tempat Serena di rawat, Asgar menemukan sekelompok orang yang membawa mereka dengan menggunakan sebuah mobil Mini Van.


Asgar melacak jejak nomor polisi mobil tersebut, namun sayangnya mobil pertama yang membawa keluarga Abraham dan mobil kedua yang membawa Mora menuju ke tujuan yang berbeda. Terpaksa mereka harus membagi 2 tim penyelamat.


Morens dan Asgar bersama timnya menuju ke tujuan keluarga Abraham, sedangkan Xander dan anak buahnya menuju ke lokasi tempat Mora disekap.


Setelah mengikuti petunjuk dari alat yang dibawa Asgar, mereka akhirnya tiba ke tempat dimana di duga mereka membawa Serena dan keluarganya.


Sebuah rumah minimalis yang terletak dipinggir kota Supai Arizona, kota terpencil dan tersepi di Amerika ini memang sangat jarang di kunjungi oleh kaum awam.


Dengan sangat hati-hati Morens dan yang lainnya mendekati rumah tersebut, kali ini Morens memakai perlengkapan lengkap seperti rompi anti peluru, pistol dan yang lainnya. Dia tidak mau kejadian seperti 10 tahun yang lalu terulang lagi.


Kondisi dimana dia hampir saja meregang nyawa meninggalkan istri dan anaknya dimana dia tertembak di dada sebelah kiri saat membantu Roby menolong keluarga nya.


Mereka mengamati bahwa di depan pintu terdapat 2 orang yang menjaga. Sedangkan di sebelah kanan dan kiri, masing-masing terdapat 2 orang yang berjaga.


Mereka membagi tugas untuk menyusuri sayap kanan dan kiri, mereka berupaya untuk tidak menimbulkan suara yang mengakibatkan penjaga yang lainnya mendengar dan membantu.


Mereka mendekat dan mengambil ancang-ancang sesuai instruksi masing-masing, mereka menggunakan senapan dengan peredam suara hingga tidak menimbulkan kegaduhan.


Satu persatu dari para penjaga itu mulai dilumpuhkan, hanya tinggal tertinggal 2 orang yang berjaga di depan. Saat yang lainnya mengalihkan fokus penjaga itu, tiba-tiba suara letusan pistol terdengar di antara mereka.


DOOR


DOOR


...----------------...


......................


TBC

__ADS_1


LOVE U ALL MMMUUUAAACCHHH


💜💜💜


__ADS_2