
"Cukup"
"Sayang, kamu harus tau yang sebenarnya."
Chintiya menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan, sambil menahan rasa sakit di perutnya yang tidak dia sadari.
"Ok, aku mau tau apa bener kamu yang nabrak ayah?"
"I...iya sayang, tapi." jawab Morens terbata.
"Terus abis itu, apa yang kamu lakuin?"
"A... aku."
"Bicara yang jelas Morens."
Morens masih tetap diam, dia khawatir jika dia mengatakan yang sebenarnya Chintiya akan semakin marah pada dirinya. Morens hanya takut kemarahan dan emosi Chintiya akan mempengaruhi kehamilannya.
"Cepat Morens, jangan diam aja." sentak Chintiya.
"Ok Ok aku cerita."
"Ya udah cepet."
"Aku yang nabrak ayah waktu itu."
"Terus."
"Aku ketakutan dan panik saat itu, jadi aku ninggalin ayah seorang diri."
"Ternyata seorang Morens Hadinata adalah seorang pengecut." ucap Chintiya sambil tersenyum sinis.
"Kamu bener sayang, aku memang seorang pengecut. Tapi itu dulu, sebelum aku ketemu sama kamu."
"CK, kamu pikir aku terharu dengar rayuan receh kaya gitu."
"Terserah kamu mau sebut aku apa. Tapi yang harus kamu tau."
"Ya, aku emang mau tau." ucapnya sambil meringis.
__ADS_1
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Morens yang melihat Chintiya meringis seperti kesakitan.
"Enggak usah mengalihkan pembicaraan Morens"
"Tapi, aku khawatir sweety."
"Aku bilang, aku gak papa."
"Ok, Sebenarnya saat aku nabrak ayah, aku sempat berhenti dan turun untuk lihat kondisi ayah. Namun karena saat itu aku sedang kecewa dan marah karena Rancy menipuku dan memilih orang lain, jadi aku memutuskan untuk pulang ke Indonesia dan setelah sampai disini, aku langsung keluar rumah dengan bawa mobil tanpa tujuan yang pasti.
Saat aku tau bahwa aku nabrak seseorang, aku mau bawa ke rumah sakit. Tapi karena aku ingat bahwa kejadian ini karena aku kesal dengan Rancy, hingga bikin aku gak jadi bawa ayah ke rumah sakit dan malah ninggalin ayah disitu.
Setelah sampai di apartemen, aku gak tenang banget. Aku terus mikirin gimana keadaan orang yang aku tabrak itu, sampai 30 menit aku terus mondar-mandir gak jelas di apartemen. Sampai aku putusin untuk balik lagi ke tempat aku nabrak ayah, maksud aku mau bawa ayah ke rumah sakit dan bertanggung jawab untuk pengobatan ayah.
Tapi begitu aku sampai sana, ternyata ayah sudah tidak di tempat itu lagi, dan bahkan keadaan disana kaya gak terjadi apa-apa. Aku tanya sama warga disana, katanya ayah sudah dibawa ke rumah sakit. Aku langsung menuju ke rumah sakit tempat ayah di rawat.
Selama 2 hari, aku terus dateng untuk liat keadaan ayah saat kamu pergi sekolah dan ibu pulang ke rumah mungkin untuk ambil baju ganti, Namun hari ke 3 dan ke 4 aku gak datang ke rumah sakit, karena daddy Richard minta aku buat gantiin dia ketemu sama koleganya di luar kota.
Hari ke 5 aku dateng ke rumah sakit lagi, tapi begitu aku sampai di kamar inap tempat ayah, ternyata penghuninya udah ganti orang. Aku tanya sama perawat yang ada disana, dan aku begitu kaget dan merasa syok denger kabar bahwa ayah sudah meninggal dunia.
Aku benar-benar menyesal dan ngerasa bersalah banget. Aku gak bisa tidur nyenyak karena terus inget wajah ayah yang tidur di ranjang rumah sakit setelah meminum obatnya. Aku gak tenang lakuin apapun dan terus inget sama ayah, bagaimana sama keluarga yang ditinggalkan.
Aku putusin mobil yang aku pakai saat itu, gak akan aku pakai lagi dan aku taruh di satu tempat sama koleksi punya daddy. Karena setiap aku liat mobil itu, rasa bersalah itu muncul lagi.
Benar yang kamu bilang, saat itu aku adalah laki-laki pengecut yang bersembunyi dari masalah. Tapi setelah ketemu sama kamu, entah kenapa sikapku berubah 180 derajat.
Aku jadi berani untuk melakukan apapun, asal aku bisa mendapatkan dan terus menjagamu. Aku juga jadi lebih perduli dengan keluargaku, aku juga tidak suka terlalu dekat wanita yang tidak jelas selain orang-orang yang aku sayangi dan itu semua karena kamu.
Aku senang akhirnya aku nikah sama kamu, dan aku udah gak tertarik sama wanita lain. Sekarang aku lebih senang lagi, ternyata usaha aku selama ini gak sia-sia, karena selama ini aku bekerja dengan sungguh-sungguh karena aku ingin bertanggung jawab dan menanggung biaya hidup anak dari orang yang aku tabrak dulu, yang ternyata itu adalah kamu sayang.
Sayang aku mohon, maafin aku. Aku tau seberapa banyak aku minta maaf, tetap gak bisa mengembalikan semua seperti dulu." ucap Morens dengan mengusap punggung tangan Chintiya.
"Andai aja waktu itu kamu gak kabur dan langsung bawa ayah ke rumah sakit, mungkin aja ayah dan ibu masih hidup sampai sekarang, aku gak harus mengalami masa-masa sulit yang ingin banget aku lupain dan mungkin juga aku gak akan ketemu sama kamu.
Aku ngerasa seolah takdir lagi mempermainkan aku saat ini."
"Sayang, kamu gak boleh ngomong kaya gitu. Mungkin itu sudah jalannya, sampai akhirnya kita bisa ketemu dan menikah." Morens mengingatkan Chintiya.
"Hahahaha ini lucu sekali, kenapa aku bisa terjebak dalam keluarga yang berisi orang-orang yang sudah bikin hidup aku kacau."ucap Chintiya sambil mengelus perutnya yang rasa sakitnya semakin sering. Tapi dia berusaha tetap tenang.
__ADS_1
"Maksudnya?" tanya Morens bingung.
"Kamu tau Morens, kenapa ayah bisa berada di jalan tempat terjadinya kecelakaan itu. Itu karena ayah lagi menenangkan pikiran dari masalah perusahaan ayah yang ditipu dan di manipulasi oleh pegawai setianya, dan orang itu adalah tuan Rendra Hadinata adik dari tuan Richard Hadinata."
"Maksud,,, kamu,,, Om Rendra adik daddy." tanya Morens.
"Iya."
"Itu gak mungkin sayang, kamu pasti salah orang."
"Sayangnya itu benar, dan kalau kamu gak percaya kamu bisa tanya daddy."
"Sejak kapan kamu tau soal itu?"
"Sebulan yang lalu." ucap Chintiya sambil meringis.
"Kenapa kamu gak cerita sama aku?"
"Itu karena,,, awww."
"Sayang, hei kamu kenapa?"
"Morens perut aku."
"Apa kamu mau lahiran?"
"Sepertinya uuuhhhh."
"Sabar sayang, kamu duduk dulu disini. Aku mau ambil kunci mobil dulu."
Morens berlari menuju ke kamarnya untuk mengambil kunci mobil, dompet dan juga ponselnya. Saat di ruang keluarga dia bertemu dengan Richard dan Lexi yang tengah menonton TV.
"Boys, what happened?" tanya Lexi.
"The baby Will be born mom." jawab Morens sambil terus berlari menuju kamar.
"Oh God"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
TBC
LOVE U ALL MMMUUUAAACCCHHH